aku berharap anda membaca ini dan membayangkan saat anda berada di dekat ku pada 10 Agustus 2013 silam.
Saat itu Matahari benar-benar masih tersenyum lagi mengantarkan pagi pada ku. yaa, sesuai jadwal aku hendak menghabiskan dua hari ini di gunung Lawu, gunung yang akan aku daki untuk ketiga kalinya ini. kali ini aku berancana datang ke sana tanpa sesorang yang ku kenal sebelumnya. well, tak ada masalah, pendaki alam itu saudara dan kawan nya sangat banyak di basecame sana.Cariel ku udah siap dengan segala isinya. dan itu lumayan berat buat punggungku yang udah kaku karena udah lama ga gendong Cariel.
![]() |
| Lawu sore itu |
![]() |
| Di Perbatasan J.Timur-Tengah |
sekitar adzan duhur aku dah nyampe di solo.dan kemudian adzan Ashar aku nyampe terminal Tawang mangu, dan Sekitar Adzan Magrib Nyampe di Cemoro. Turun dari angkutan di cemoro kandang, kemudian mampir sejenak di basecame kandang. menikmati Aroma senja begitu menyenangkan, ditambah lagi bergeser ke arah timur menuju Perbatasan dan Cemoro sewu. sungguh kamu akan lebih bangga lagi pada Tuhan mu saat kau berada di sini :D . Akhirnya malam ini aku ga naik sendirian. ada temanku yang akirnya mau menemani ku. namanya Dian Bayu, seorang pemuda sebaya dengan ku dengan perawakan sehat :D, tapi kali ini aku harus menunggu sampai dia datang.
![]() | ||||
| Dian Bayu H |
kurang dari pukul 09:00 WCS(waktu bagian Cemoro Sewu) Bayu sampe di Cemoro Sewu. dan sekitar 09:00 WCS kami go dari basecame menuju langit :D. menyusuri Gelap taanjakan yang kadang juga bersemak, bersama cerita - cerita lirih aku dan Bayu akan kesibukan masing-masing dan kabar akan teman - teman kami semasa SMA dulu.10,20,dan 30 m3nit berlalu, tak terasa waktu dan dinginnya malam membawa kami pada POS 1 pada pukul (+/-) 09:30. kerlap kerlip lampu kota Magetan mulai nampak di sepanjang jalan mendekati Pos 1. dan udara di sini bertambah dingin lagi. angin juga terdengar angker di atas sana.dan perjalanan kami lanjutkan untuk mengejar sunrise di Hargo Dumilah esok. melangkah lagi dengan kaki-kaki kami yang akan selalu membuat jejak, membuat cerita yang kelak akan menjadi sebuah sejarah yang bisa di banggakan,setidaknya buat diri kami masing-masing. 02:44 kami hadir di tengah kerumunan udara malam yang semakin lembab di POS 2. dan disinilah menjadi awal pertemuan kami dengan teman-teman baru kami, setelah tadi di bawah ada Rombongan mas Bram dari semarang, sepasang pendaki dari Tegal,dan Sepasang lagi dari purwodadi yang tadi sempat melintas bersama menuju POS 1, dan banyak lagi di bawah tadi. Kali ini kami bertemu dengan Rombongan dengan Dua Tenda di dalam Pos 2, entah berapa jumlah mereka. yang jelas ada pak Becak dan anaknya alib,mas Jangkung, dan seorang wanita mengenakan Syal Bonek,serta ada beberapa lagi di dalam tenda. di Pos 2 ternyata masih ada jaringan dan GPRS. disini aku sempat upload foto Api unggun dari Instagram dan mengucapkan selamat ulang tahun pada teman ku melalui facebook. Pukul 1:15, setelah menikmati pergantian hari di Pos 2 kami menyambang langkah kami mengejar sunrise.dan sekitar lima belas menit kami berjalan kami sampai di Pos 3. dan disini lah sisi terberat dari pendakian yang pernah aku lakukan. aku mulai merasakan dingin dan kantuk yang begitu hebat,dan tak ada SB untuk tidur. Aku minta break dulu di sini. ku gelar matlas dan mulai pejamkan mata berselimut sarung hijau dan dinginnya udara yang kian lembat yang bisa membekukan tubuh ku kapan saja.sama seperti tahun kemarin,aku harus break di tempat ini. dan hari ini pun juga. tak ada Sunrise di hargo dumilah buat ku. karena sekitar pukul 6:00 kami baru go dari Pos3.dan sampai di Pos 4 watu kapur atau aku menyebutnya Tebing Putih ini Matahari sudah meninggi. inilah tempat yang menajubkan,indah dan luar biasa, "Ciptane Tuhane sopo sek,Tuhan ku og".
![]() |
| POS 4 watu kapur/ Tebing Putih 11 Agt 2013 at 7:33AM |
lepas dari Pos 4 kita temui Pos 5 yang kondisinya lumayan landai. hamparan Edelwayse membentang hingga ujung-ujung mata. tapi sayang kali ini tak bermekaran seperti tahun Kemarin.08:00 kami tiba di Sendang Derajat, salah satu tempat yang konon dari sini lah sunrise paling indah dinikmati setelah tempat mbok Yem. dan selanjutnya sebuah jalan yang keras dengan kemiringan yang curam menuju Hargo Dumilah menantang kami. sekitar pukul 09 : 00 kami tiba di Hargo dumilah. di sini kami bertemu dengan Rombongan mas Bram dan rombongan lainnya. santai sejenak di puncak dengan menikmati mie instan dan seduan teh tawar dan manisnya gula jawa. refresh pikiran sejenak,hapus semua cacian, dendam dan hutang mu kawan, ini tempat yang menyenangkan dan sayang untuk di lewatkan.11:15 kami turun dari puncak dan tidur siang di tempat mbok Yem. Tempat yang jarang dilewatkan oleh kebanyakan pendaki Hargo dumilah.
Sekitar pukul 2:00 kami turun dan sampai di sendang drajat kami bertemu kembali dengan rombongan pak becak,dan kami turun bersama. Sampai di basecame pukul 08:00,dan sudah tak ada lgi angkutan ke solo,dan kami pun memilih ngecamp di cemoro sewu dengan tawa ria. Dan kembali esok pagi-pagi. Ya,semua menjadi hal yang tak terlupakan. Dan akan selalu ku rindukan. Setiap orang lumrah bermimpi,Gede Pangrango,kentheng Songo Merbabu,Kawah Merapi,Mahameru,serta Makah Al-Mukharomah,Suatu saat nanti,.. Yup,Semoga.. Tuhan maha pemberi jalan. Subbhanalloh wal hamdulillahu Allohhuakbar!!
Filed Under : by tri widhiono
Sabtu, 31 Agustus 2013




































































































































































