Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

17 Jan 14

dan langit yang awalnya sayup itu runtuh menjadi titik- titik putih yang membasahkan. meniupkan udara yang membuat tangan-tangan manusia bersedakap. mengais sisa- sisa kehangatan dari  tubuhnya. selalu ada kedamaian dalam dunia seperti ini. melepas imajinasi dan coba menerka adakah pelangi setelah ini. sedang di sudut lain sana langit cerah bersinar. biarlah, biar berkah langit ikut larut. sampai nanti,sampai aku puas mendengar gemericik yang sebenarnya brisik

January, 15th 2014 2:33 am

ya Alloh,
sungguh maha suci dan maha besar Engkau,
yang telah menciptakan dia dan perasaan ini.
Hingga aku terlalu berharap besar,
yang entah bagaimana akhirnya nanti.

Ya Alloh,
kendalikanlah perasaan hamba,
hamba takut nantinya kecewa terlalu dalam,
layaknya beberapa tahun silam,
saat dia bilang tak bisa dengan hamba.
hamba belum siap kecewa,
namun perasaan ini selalu menuntut.
jika memang Engkau harus musnahkan,
musnahkanlah perasaan ini padanya.
walau tak bisa hamba pungkiri,
terlalu indah untuk ku lupakan,
terlalu besar harap ku pada dia,
namun terlalu cantik dia untuk ku miliki.
ya Alloh ya Rob,
hamba mohon jalan yang terang,
yang terbaik atas pengaguman ini

January, 15th 2014 2:33 am

ya Alloh,
sungguh maha suci dan maha besar Engkau,
yang telah menciptakan dia dan perasaan ini.
Hingga aku terlalu berharap besar,
yang entah bagaimana akhirnya nanti.

Ya Alloh,
kendalikanlah perasaan hamba,
hamba takut nantinya kecewa terlalu dalam,
layaknya beberapa tahun silam,
saat dia bilang tak bisa dengan hamba.
hamba belum siap kecewa,
namun perasaan ini selalu menuntut.
jika memang Engkau harus musnahkan,
musnahkanlah perasaan ini padanya.
walau tak bisa hamba pungkiri,
terlalu indah untuk ku lupakan,
terlalu besar harap ku pada dia,
namun terlalu cantik dia untuk ku miliki.
ya Alloh ya Rob,
hamba mohon jalan yang terang,
yang terbaik atas pengaguman ku padanya.

Lawu in new year'14

matahari bersinar di ujung 2013 kala itu. seharian ini aku habiskan di kos sahabat ku. di sebuah perkampungan sebelah belakang Universitas Surakarta. malam itu rencananya kami akan melewatkan pergantian tahun di gunung Lawu. Singkat cerita kami berangkat sekitar 21:00 WIB. menempuh perjalanan menyusuri malam yg begitu dingin kota karang anyar. jalanan begitu ramai. sesekali nampak orang menggendong Cariel menuju arah cemoro. dalam perjalanan ternyata semua tak berjalan baik-baik saja. motor kami mogok, fan musti ganti Oli pada sekitar pukul 23:00 WIB. jam yg tak mungkin bengkel buka. apalagi suasana tahun baru gitu. tapi syukur, masih ada yang buka,itu pun karena sipemilik tinggal di situ. Alhasil kami pun ganti oli sendiri karena pekerja bengkel sudah pada pulang. kurang dari jam 00:00 kami sampai di basecamp Cemoro Sewu. setelah Registrasi kami pun berangkat. Infonya lebih dari 1000 orang berada di atas sana via cemoro sewu. dan itu pun terbukti dengan bertemunya para pendaki selama perjalanan kami. kali ini sensasi pendakian sangat luar biasa. gerimis, dingin sampai badai menyapa kami. setelah perjalan yang lumayan melelahkan kami pun memilih ngecamp di pos 3. kami tidur dengan tempat seadanya. tak ada lahan untuk tenda kami. pos 3 begitu penuh malam itu. paginya kami sarapan dengan bekal seadanya. sambil bercanda ria dengan para pendaki lainya. menunggu kabar dari puncak, tentang badai yang juga terasa dari sini. kami menunggu lumayan lama. hingga kami memutuskan untuk tetap naik. dan badala, badai begitu riuh. angin kencang yang menembus dingin, kabut, dan hujan yang masih tipis-tipis. watu kapur tak mampu menampakkan keindahan panoramanya. lereng -lereng curam menanti kami jikalau kaki kami terayun hembusan angin yang bisa menerbangkan kami kapan saja. paling ekstrim dapat kami rasakan saat melintasi jalan dari Pos 5 menuju komplek puncak Lawu. sebuah jalan agak menanjak dengan pohon yang tak begitu banyak. sesekali kami harus merangkak meminimalisir tiupan angin. sampai akhirnya d tempat mbok Yem. kami istirahat di sini. setelah istirahat kami memutuskan untuk turun. bekal kami habis,dan kondisi badan yang direndah air hujan seharian.

09:00 kami di basecamp. istirahat sejenak dan pulang.

Pacitanesa 12493"

sore ini  aku melihat mu begitu puitis...
menderu merdu dengan bahasa cinta mu..
pujangga alam tempat aku di besarkan..
hujan mu adalah sajak keselarasan.
di antara mendung putih yang luruh..
menembus batas-batas kehangatan..
begitu pelan...
menyiramkan kesih sayang,
pada setiap jurang bumi kehausan.
hingga tumbuh benih-benih pemimpi,
para pemimpi yang akan merubah jagad ini..
aku cinta segala tentang mu kota ku...
aku cinta langit mu,
aku cinta keramahan pantai mu.
aku cinta kelok indah goa-goa mu.
aku cinta segala tentang mu.
yang mungil anggun sebelah tengah pulau ini.
dalam pangkuan samudera selatan.
dari mu ku lahir dan dibesarkan.
dari sari-sari tanah mu yang mereka bilang tandus.
dari mu juga lukisan mimpi itu ku warnai.
dan mungkin dari dan untuk mu jua..
lukisan itu akan ku ubah..
menjadi sebuah pertunjukan nyata kehidupan.
yang akan membuat mereka tepuk tangan.
untuk nama mu,dan tangan ku.
sekali lagi,..
aku cinta kau kota ku.