Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

CERPEN - TUHAN JANGAN MARAHI AKU-

"TUHAN JANGAN MARAHI AKU"


masih terlalu pagi bagi ku harus bangun subuh-subuh gini. d tambah lagi kesehatan ku yang memburuk akir-akir ini. tapi itu yang harus ku lakukan. menghabiskan sisa usia ku yang mungkin tak berapa lama lagi. hidup mati rejeki dan memang urusan Tuhan. namun keadaan yang kian memburuk tidak menutup kemungkinan prediksi dokter itu benar. suara Azhan subuh sudah mulai terdengar. aku harus bergegas sebelum maut mendahuluiku. Udara pagi memang membuat ku megetarkan gigiku. Tapi aku harus terus lanjut untuk mengubah pandangan orang yang negatif tentang ku. mungkin ini aneh. betapa tidak aku yang biasa tawuran dan perang d jalanan kini lebih sering menghabiskan waktu di Masjid dekat rumah ku. sekali pun aku di kenal sebagai sosok yang pendiam dan sopan namun kedatangan pak polisi dua kali di bulan ini mungkin telah merubah pandangan mereka.

     subuh berlalu,matahari juga kian meninggi. segala kesibukan telah ku siapkan untuk hari ku. walaupun sesekali ibu ku meminta ku untuk tinggal di rumah karena kondisi ku yang memburuk akir-akir ini. tapi aku ga mau menghabiskan waktu berteman sakit dan merepotkan orang lain. aku ingin seperti aku yang sudah-sudah. walau tak ku pungkiri kemungkinan terburuk bisa saja terjadi di luar sana.

pukul 07.00 Wib. aku bergegas menuju sekolah. aku berjalan kaki menuju halte bus di dekat rumah sendirian. Jam segini anak-anak yang lain mungkin sudah tiba di sekola. sarapan d kantin atau ngerjain PR yang mereka tinggal Dugem semalam. Tapi bagi ku ini hal biasa. berangkat sendiri dan datang di sekolah harus Apel sama Guru BP dan sepasang Satpam di gerbang Sekolah. setelah sebentar menunggu akupun berangkat bersama bus yang setia bersama ku setiap pagi. sampai di depan gerbang para polisi sekolah bersenjata lengkap dengan buku ketertiban setia menanti ku tanpa ekspresi . ya, mungkin mereka sudah terbiasa dengan agenda pagi ku setiap hari. tapi saat aku senakin dekat ada satu hal yang aneh di antara barisan mereka. ada orang yang masih kaku menyambut ku di belakang para penegak tatatertip SMA satu ini. biasanya aku cuma ngambil dispen telat dan masuk kelas. tapi tidak dengan pagi ini. aku harus tanya jawab dulu dengan satu makluk asing ini. dan ujung-ujungnya aku harus hormat pada tiang bendera pagi ini. seperempat jam aku hormat dan masih ada bonus dua puluh lima push up lagi. haduh ini bisa-bisa aku pingsan di sini.aku coba nego dengan guru satu ini. namun ada yang lebih wah dari push up dua puluh lima di pagi ini. ya masih ada yang memecah kan rekor keterlambatan ku pagi ini. ya,Amelia si gadis manis sekolah ini datang di sekolah setelah ku. pak satpam tertawa heran sambil menatap ku.

"haahahaa.. lihat Pras,rekor mu terpecahkan."kata nya sambil menunjuk Amelia di gerbang sekolah yang terburu-buru sambil membenahi poni dan raut wajah yang ketakutan.


Published with Blogger-droid v2.0.4

0 komentar:

Posting Komentar