Tak banyak ku ketahui tentang dunia ini. Yang ku tahu aku hidup indonesia. Yang berIdiologi Pancasila,yang ternodai pemikiran tak jelas masa kini. Tiga Ideologi yang penah ada di muka bumi dan fenomenal menurut saya adalah Komunis, Liberalis,dan Islam. Tiga faham ini sempat menjadi pemegang kekuasaan. Dan Indonesia memilih satu Ideologi yang sebenarnya tak banyak di ketahui banyak orang di luar sana. Karena pada dasarnya Pancasila adalah kristalisasi budaya luhur nenek moyang bangsa Indonesia. Namun belakangan ini sebagian orang mulai bersuara tentang kebebasan di bumi Pancasila ini. Ya, dan parahnya kebebasan ini lebih condong pada kehidupan orang barat,Liberal. Kenapa harus Amerika dan saudaranya yang menjadi acuan. Jika soal Ideologi kita berani beda kenapa dalam kehidupan lanjutnya kita harus mengkiblat dunia barat. Mungkin saat ini itu hal yang biasa. Tapi efek jangka panjang tradisi seperti ini mungkin akan menjadi penodaan pada Pancasila. Komunis yang merupakan Ideologi yg kuat mampu terkalahkan Pancasila tidak mungkin jika seandainya kecondongan yang mungkin mengarah ke Liberalisme tersisih kan di Indonesia.
Mencintai budaya di bilang fanatik Etnik. Menegakkan Agama d bilang fanatik keAgamaan. Lalu apa yang bermanfaat dari kebebasan yg belakangan di gembor-gemborkan. Yg ada krisis moral di bumi pertiwi.
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
Pandanglah aku sesuka hatimu. Semampu jiwa mu menerjemahkan pola hidup ku. Karena memang tak ada yang hebat dariku. Karena aku hanyalah sosok yang mungkin gagal menerjemahkan hidup ini. Yang merindukan saat mengerikan dalam hidup ini. Kematian adalah bunga yang kan mekar dalam hidup ini. Yang mewangi mengharum aroma semerbak bangkai pendosa. Aku ingin mengkiri sejarahku di taman hargo Lawu. Taman kesejukan abadi. Yang mengajari tentang kedamaian dan jiwa yang bebas. Tapi Tuhan ku adalah perancang terbaik dalam hidupku. Dimana aku terpanggil di situlah tempat terbaik ku. Tempat mengakiri perasaan ku pada segala yg indah di dunia ini. Sahabat,Agama,dan Kebersamaan. Mengakiri perasaan ku pada asma ataupun lia. Yang selalu membuat saya tersenyum. Walau sebenarnya kalian tak berniat begitu,ataupun aku tak pernah ada dalam benak kalian.
Yang semua itu hanya mimpi panjang yg tak sanggup ku nyatakan.
Hidupku adalah jalan ku. Sebuah pertaruhan besar yg ku pilih. Maaf bila aku tak pernah berarti. Yang pasti apa yg ku perbuat tak selalu menjadi yg kalian inginkan. Yang pasti aku sayang kalian semua. Orang-orang yg ku kenal. Yang pernah ku benci, yang pernah simpati,dan menaruh hati pada ku. Terimakasih telah membuat hidup ku indah. Maaf bila pemikiran kita beda. Memang tak pernah salah kita berbeda. Dan tak banyak yang sejalan dan mengerti pemikiran ku. Tak ada yg salah dalam hidup ini. Karena kita adalah jalan pemikiran yg lepas.
Kabut hitam selimut hati.pekat membuat hati resah penuh emosi. Seandainya aku adalah tangan yg penuh kewenangan orang-orang seperti kalian sudah ku tembaki mati. Seandainya harus hidup seorang diri tanpa orang seperti anda. Sejujurnya aku ingin sekali melebur kebencian d hati. Tapi sayang sekali anda mengucap tanpa otak. Sayang orang cerdas tapi tak berotak. Berfikir dengan ego. Merasakan dengan iri denki. Dan kenunafikan yg di anggap jlan lurus. Jujur aku sangat kecewa pada anda dan orang-orang seperti anda. Pemimpi kelas berat. Dan motifator terbesar ku buat jadi perokok dan penyimpang. Mungkin kita tak kan pernah bersatu. Sekalipun ku coba tapi hati selalu anda tusuk dg perkataan yang tak pernah pake otak.
#Kangmas tercints
QKu mncoba menyisihkan perasaan ku yang sempat ku tananamkn. Walau sebenarnya perasaan ini begitu menghantui ku. Tapi orang seperti ku mungkin lebih suka hidup dalam diam dan kesendirian. Dan juga mungkin tak banyak orang yang dapat memahami menerima dan sejalan dengan pemikiran ku. Sebenarnya keinginan terdekat ku saat ini adalah mendaki gunung lawu dan melanjutkan study. Namun semua masih menjadi sebuah angan-angan yang jauh. Semua butuh dana yang tak sedikit. Sebenarnya aku lebih ingin menghabiskan waktu di sekitar pacitan wonogiri. Tempat aku lahir besar dan menaruh hati pada gadis-gadis d sana. Namun belum ada jaminan pekerjaan di sana untuk biaya sekolah. Tapi di sana aku lebih mendapatkan dunia ku. Bumi solidaritas dan pemikiran yang bebas. Di sana lebih dekat dengan orang yang kusayangi. Keluarga,sahabat dan kehidupan ala ku. Tapi satu pertanyaan ini masih mengacak-acak perasaan ku. Tinggal d pacitan atau balik ke ibu kota.
saat saat terindah adlah suatu ketika yang tak dapat ku gambarkan. Entah telah lalu atau mungkin masih jauh di depan sana. Bunga malam debgan aroma sedap malam. secangkir kopi tersambung sebatang rokok. Apa hidup ini begitu pilu dengan keberadaan ku. maafkan aku yang pernah ada dan mencintai mu diam-diam. dan berharap saat yang indah itu ada saat dengan mu. seperti dinginya taman sari yang setia menanti mekarnya sang Edelwaise, seperti itu lah sempat ku menanti kita dalam keabadian. aku tak bicara bukannya pengecut,juga bukannya tak tahu bagaimana kata-kata tentang Cinta. aku diam karena aku berharap kelak saat kita dewasa kita bisa punya rasa yang sama. yang kita lalui dengan keseriusan orang dewasa, satu untuk selamanya. NAMUN kini, aku harus berusaha mengatakakan sejujurnya pada hati ku sendiri. kalau aku tak pernah ada di hatimu. bahkn sebagai kenalpun telah buram siap terhapuskan. Hanya lamunan sesaat kau hadir dalam imaji ku. menghapus cerita tentang kita yang pernah SMA.
orang beruntung adalah ketika mencintai dan terbalas cintanya. dan yang paling beruntung adalah tak pernah jatuh cinta. dan paling sial adalah ketika mencintai orang yang salah. mungkin ini mirip pendapat Gie. tentang keberuntungan dan kehidupan. namun ini samaswkali bukan puisi namun ungkapan hati yang sedih tak kenai mimpi..
semoga kau selalu bahagia li dan terjawab atas semua pengorbanan,kesabaran dan kesetiaan yang selalu kau tanam di hati mu..
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Kamis, 23 Agustus 2012