Lalu kita cuma bisa diam. Menepikan emosi yang semakin liar. Sabar sabar hati memendam. Walau,sebenarnya sabar itu ada kilafnya. Ada bintang saat malam mulai gelap. Saat sepi menembus batas-batas kehampaan. Ada kalanya kita harus melupakan. Tentang jasa,cinta dan pengorbanan. Realiatas aka lebih mengajari kita. Untuk lebih menerima keadaan dan bersikap dewasa. Tak semua yang kita cintai harus membalasnya. Karena kita bukanlah anak bangsawan yang minta apa dan tersedia. Ada cinta dalam kesendirian. Dan ada sayang dalam penantian.
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Selasa, 19 Februari 2013
0 komentar:
Posting Komentar