Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

"UNTUK MU IBU"

suatu ketika sesosok makluk harus terlahir di dunia,dengan lebel manusia kami awali kisah ini. kami lahir dari seseorang yang kami sebut "IBU". beliau membesarkan kami dengan penuh cinta, dan mengenalkan kami pada isi dunia ini. sekali lagi, dengan penuh cinta.pada saat kami mencari pintu akan dunia ini, ibu sudah mempertaruhkan nyawanya untuk kami, dan tak sedikit dari ibu kami harus merelakan waktu dan tempatnya di dunia ini untuk kami gantikan oleh kami, sungguh andai hidup ini sebuah harapan, aku tak berharap ada pilihan semacam ini, aku atau ibu yang bertahan,takkan pernah.

 Aku tak bisa bayangkan, bagaimana rasanya harus mengandung selama lebih dari sembilan bulan. membiarkan perutnya nampak membesar, dan berbagi nutrisi dengan kami yang begitu ingin hidup dan mendampinginya. kecantikan, keindahan tubuh, serta setamina tak apa beliau korbankan untuk sekedar berbagi dengan kami agar tetap hidup,walalu satu kemungkinan setelah sembilan bulan nanti kami menantang ibu kami utuk bertaruh, kami atau beliau yang mampu bertahan hidup. kami selalu berharap bisa sama-sama bertahan,walau kenyataan tak selamnya begitu. ibu,untukmu, aku bisa menduakan gadis-gadis yang pernah ku kenal, tapi tak satupun yang kan membuat ku berpaling dari mu, kecuali Tuhan dan Kematian.
terimaksaih ibu, semoga Rahmat, karunia serta keridhoan Alloh SWT selalu menyertaimu.  dan maafkan kami ibu bila mana tak bisa menjadi yang kau mau, mempermalukan enkau dihadapan Tuhan. Ibu, kami akan selalu berusa berubah, kami janji ibu.


   "UNTUK MU IBU"

seribu tetesan air mataku mungkin tak mampu,
keluh yang mengaduh, desah yang begitu resah begitu pilu,
harta melimpah, dan segala keindahan dunia in juga tak sanggup,
andai semua bisa ku bingkis untuk menebus akan apa yang telah kau berikan.
Ibu,..
anak mu kini seorang laki-laki,
yang sedikit banyak mengerti akan wanita,
namun tak pernah ada,
yang mendekapku layaknya engkau.,
aku rindu dipelukmu,
tidur dipangkuanmu,
dan mendengarkan kidungan menjelang tidurku,
kau begitu bisa membuat ku menduakan kekasihku,
tapi untukmu ibu,
hanya Tuhan yang mampu memisahkan kita.
untuk mu ibu,
aku akan siap menangis,dan bersedih,
walau kau selalu mengajari ku akan senyum dan kebahagiaan.
untuk mu ibu,
semoga Rahmat, Keridhoan dan kasih sayang Tuhan untukmu selalu,
maafkan aku ibu ibu,bila tak selalu seperti bintang harapan mu,
sampai bumi tak tahu harus kemena dia berputar,
aku akan selalu berdoa,dan mengharap doa mu,..

28 oktober 2013



Terkadang pagi membawa kita pada pemandangan di jalanan. Seorang pak tua dengan grobak tua mulai menyusuri sisa-sisa dari sebagian yang berharga. Adalgi seorang bapak dengan dandanan klemis dan tas kulit segi empat,yang mungkin tengah menuju kantor, ada juga seorang bapak – bapak degan pakaian biasa celana kolor dan sandal jepit berjalan ditepian jalan menuju kea rah ATM di seberang jalan sana. Dan mungkin sebentar lagi ada mbak-mbak yang hamil yang kemungkinan berangkat menuju salon di barat kios sana. Dari se,ua itu seperti memberikan tanda Tanya di jidat ku yang lumayan besar. Untuk apa, atas dasar apa,dan untuk siapa semua ini. Entahlah manusia hidup harus penuh usaha, soal hasil serahkan semua pada sang Maha Pemberi. dariNya semua berasal, atas kehendaknya semua berjalan, dan padaNya semua akan berpulang.
                Hari ini kalender di toko menunjukan angka 28 Oktober pada tahun 2012. Mungkin  tak ada ayng menganggap istimewa hari ini. Sebagian orang hanya tahu hari ini hari senin, senin kliwon lebihnya. Tapi mungkin di berbagai sudut Indonesia para mahasiswa turun berorasi di jalanan. Ya bertepatan tanggal hari ini pada tahun 1928 lalu, para pemuda Indonesia berkumpul dalam kongres yang melahirkan sumpah pemuda.

"Nasionalis ga harus nulis INDONESIA di Jidat Lu, tapi lebih ke attitude dan pemikiran kalian yang kritis dan bermanfaat serta peduli"

Selamat hari sumpah pemuda,