Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Selepas magrib

Hari-hari pun berlalu bersama apa yang kusaksikan,
Bukalah matamu kasih,
Memanglah begini dunia tempat kita berbijak dan saling jatuh hati,
Terima sajalah kasih,
Tak ada yang terasa berat selain membuat kita semakin kuat.

Senja berlalu menjemput malam,
Mengantar mata kita pada pertunjukan bintang,
Tapi sayang,
Semua itu menjadi urung,
Mendung berziarah sendari senja tadi masih muda,

Hanya ada rintik hujan berlapis dingin,
Tapi tak mengapalah,
Apapun keadaannya,
Toh tak mengubah apa-apa dari kita,
Tetap saja,
Sepasang manusia yang saling jatuh cinta,
Namun masih juga saling diam dalam harapan.
Aku tak mengenalmu selain sebagai seorang wanita,
Tanpa harus ku sebut namamu,
Dirimu menjadi kata yang biasa antara aku dan Tuhan.
Yah,
Mungkin begitulah,

Di tepian jalan raya ini aku masih diam,
Memperhatikan namun acuh pada suasana nan gaduh,
Biarlah,
Mungkin romantisnya jalanan itu di tepian kegaduhan.
Toh kegaduhan itu tak kunjung berpengaruh pada kita.
Kau melamun dalam pandangan,
Aku pun juga,
Kita memang serasi bukan?,

Jika esok

Jika esok kau tak jumpai lagi diriku,
Bukalah jendelamu,
Rasakan apa yang akan andai kita bisa lalui bersama,
Ucapkanlah lagi doa-doamu yang untukku,
Dan senyumu yang manis memekar wangi,
Lihat manis,
Aku ada namun tiada untukmu,
Aku senandungkan lagu teromantis untukmu,
Dan usaplah air matamu manis,
Kau akan selalu baik-baik saja tanpaku,
Andai aku boleh mengibaratkan yang terindah,
Aku hanyalah setangkai bunga yang dipetik untukmu.
Yang lambat laun juga akan layu dan kering,
Kau masih bisa terbang manis,
Mencari jawaban atas segala pertanyaan yang padamu,
Manis,
Jika saja keabadian itu ada pohonnya,
Ingin ku petik agar tiada yang usang,
Tapi sayang,
Aku dan kau hanya sebuah kisah,
Yang bisa saja usang atau dibukukan.
Pada akhirnya kau pun tahu,
Sebuah alasan kenapa gerimis dan sinar matahari tak selalu sama-sama,
Dan kau akan benar -benar mengerti,
Tak ada pelangi yang abadi,
Terbanglah manis,
Jadilah yang indah diantara para awan,
Walau harus seorang diri.

jan 1st

Ini adalah hari pertama di tahun dua ribu lima belas. Sebuah hari yang didalamnya aq menyempatkan diri membuka kembali kenangan tentangmu,di sela masalah yang tak berlalu bersama dua ribu empat belas. Dari setiap sudut pasca perayaan, menyisakan kenangan berkesan dari pesta semalam. Juga beberapa sampah, yang luput dari sapuan panitia. Yah, Selalu ada sisa dari setiap peristiwa. Tak luput, begitu juga munculnya masalah. Dan itu hal biasa. Bagaimana kita menyelesaikan masalah adalah yang terbaik ketimbang lari dan menghindri masalah. Karena masalah tak pernah dicari. Karena masalah datang dari limbah peristiwa yang kita ambil sari baiknya. Mungkin begitu.