Hari-hari pun berlalu bersama apa yang kusaksikan,
Bukalah matamu kasih,
Memanglah begini dunia tempat kita berbijak dan saling jatuh hati,
Terima sajalah kasih,
Tak ada yang terasa berat selain membuat kita semakin kuat.
Senja berlalu menjemput malam,
Mengantar mata kita pada pertunjukan bintang,
Tapi sayang,
Semua itu menjadi urung,
Mendung berziarah sendari senja tadi masih muda,
Hanya ada rintik hujan berlapis dingin,
Tapi tak mengapalah,
Apapun keadaannya,
Toh tak mengubah apa-apa dari kita,
Tetap saja,
Sepasang manusia yang saling jatuh cinta,
Namun masih juga saling diam dalam harapan.
Aku tak mengenalmu selain sebagai seorang wanita,
Tanpa harus ku sebut namamu,
Dirimu menjadi kata yang biasa antara aku dan Tuhan.
Yah,
Mungkin begitulah,
Di tepian jalan raya ini aku masih diam,
Memperhatikan namun acuh pada suasana nan gaduh,
Biarlah,
Mungkin romantisnya jalanan itu di tepian kegaduhan.
Toh kegaduhan itu tak kunjung berpengaruh pada kita.
Kau melamun dalam pandangan,
Aku pun juga,
Kita memang serasi bukan?,
Filed Under : by tri widhiono
Senin, 19 Januari 2015