Jika esok kau tak jumpai lagi diriku,
Bukalah jendelamu,
Rasakan apa yang akan andai kita bisa lalui bersama,
Ucapkanlah lagi doa-doamu yang untukku,
Dan senyumu yang manis memekar wangi,
Lihat manis,
Aku ada namun tiada untukmu,
Aku senandungkan lagu teromantis untukmu,
Dan usaplah air matamu manis,
Kau akan selalu baik-baik saja tanpaku,
Andai aku boleh mengibaratkan yang terindah,
Aku hanyalah setangkai bunga yang dipetik untukmu.
Yang lambat laun juga akan layu dan kering,
Kau masih bisa terbang manis,
Mencari jawaban atas segala pertanyaan yang padamu,
Manis,
Jika saja keabadian itu ada pohonnya,
Ingin ku petik agar tiada yang usang,
Tapi sayang,
Aku dan kau hanya sebuah kisah,
Yang bisa saja usang atau dibukukan.
Pada akhirnya kau pun tahu,
Sebuah alasan kenapa gerimis dan sinar matahari tak selalu sama-sama,
Dan kau akan benar -benar mengerti,
Tak ada pelangi yang abadi,
Terbanglah manis,
Jadilah yang indah diantara para awan,
Walau harus seorang diri.
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
@benkwidhiono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Kamis, 15 Januari 2015
0 komentar:
Posting Komentar