Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

17

17 Agustus 2016.
Sudah menjadi tradisi disetiap hari ini pada setiap tahunnya kita buka kembali album kenangan. Dengan nuansa nasonalisme dan gradasi warna yang memerah-putihkan tanah ini. Upacara bendera, parade budaya dan segala uforia menenggelamkan hiruk pikuk yang biasa menyibukan para generasi "Bung Karno". Dirgayu negriku, Dirgahayu kedaulatan NKRI. 70 tahun sudah kini umurmu. Tambah tua saja dirimu, tambah sudah beban yang menempa bahumu.

Hari ini, para televisi akan menampakan wajah-wajah orang yang katanya berpotensi. Para pejabat, para politisi, purna dan paskibra, atau juga orang-orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Diwawancarai atau juga menjalankan skenario yang sudah direncanakan. Yang pasti, yang rakyat lihat beberapa hari ini akan penuh dengan orang yang menuliskan "Indonesia" pada jidat mereka. Mungkin sebentar lagi orang-orang naif juga akan bermunculan. Membicarakan tentang gagasan mereka yang mereka anggap sebagai terobosan baru yang efektif. Mengoreksi sistem dan orang-orang didalamnya. Bilang kurang ini kurang itu. Loh, bukankah yang hari ini mereka bilang gagalpun juga seperti mereka. Bicara soal yang indah-indah namun belum nampak terwujud.

Sementara, di beberapa kota-kota besar, selain upacara dan segala kegiatan peringatan, diperingati juga dengan mencari daging sapi. Kalau di kampung ini sih biasa saja. Daun singkong dan sayuran lahan kering masih bisa membuat kami hidup.

Lomba Desain T-shirt Niagahoster #unlimitedhosting


Lomba Desain T-shirt Niagahoster #unlimitedhosting.

Pada bagian atas terdapat tulisan "Don't Stop Telling and Exploring the Word" bermaksut ketidak terbatasan kita untuk menceritakan/ mengabarkan dan menjelajahi dunia. sekalipun secara domisili dan ekonomi yang tidak memungkinkan untuk melakukan keduanya secara langsung, tapi kita bisa mendapatkan kepuasan yang sama melalui jaringan internet. kalimat ini secara tidak langsung menggambarkan peran Niagahoster.

pada grafik dibawahnya jika diperhatikan dengan jeli terdapat serupa tulisan "we are Unlimited". menunjukkan profesionalisme Niagahoster sebagai penyedia hosting.

Grafik yang tak beraturn namun membentuk pola menunjukan kebebasan yang bertanggung jawab. 

dibagian belakang terdapat logo Niagahoster, alamat web, dan juga hastag #Unlimited hosting. sebagai identitas.kebapa saya taruh belakang?, karena orang lebih bisa melihat dengan jelas bagian belakang t-shirt ketimbang bagian depan.

demikian terimakasih.

Benk_wd

Kembalilah

Yang dibanggakan, yang dicintai, akan pergi meninggalkan semua. Satu persartu dan pelan-pelan. Semua sudah menjadi suratan. Yang datang akan pergi, yang hidup akan mati, dan yang mati tak akan pernah kembali. Kespian adalah kawan, kesendirian adalah nyanyian keabadian. Sayangi, hormati, dan banggakan apa-apa yang telah kau miliki. Apapun itu, siapapun itu, dan bagaimanapun itu. Sebelum semuanya benar-benar pergi dan tak perbah kembali lagi.

Kasih sayang. Karena manusia menjadi lembut. Menjadi ingin selalu ditemani. Menjadi takut kehilangan. Terkadang begitulah manusia. Menakutkan sesuatu yang akan dan sudah pasti terjadi. Menjauh dari kematian namun berlari kearahnya. Kasih sayang memang mampu membuat jiwa sekeras baja. Tapi, keputus asaan dan kekecewaan juga berawal darinya.

Hidup ini tak akan pernah menjadikan kita menjadi apa dan siapa. Pada dasarnya manusia hanyalah makluk kecil tak berdaya. Bak sebutir pasir di hamparan pantai.

Kita tak pernah memiliki apa-apa  Dan tak akan pula kehilangan apa-apa. Makluk kecil, kembalilah. Dari tiada ke tiada. Beberbahagialah dalam ketiadaan.

04 Agustus 2015

Menuju poros malam, kota Baturetno.
Bagaimana kabarmu hari ini?,

Bulan bersinar walau tak sepenuh lingkaran. Lalu malu-malu berselimut dalam awan-awan yang bergantungan. Berteman udara dingin, dan suara kendaraan yang masih sesekali menapak di jalan raya Solo-Pacitan ini. Kelelawar berterbangan kemudian hinggap di pohon-pohon talok. Sampai dunia benar-benar menyisakan sedikit saja yang terjaga, senandung lirih ini pun masih untukmu.

Benar dan salah adalah yang terancu dari banyak hal yang pernah ada. Terlebih lagi tak ada satuan resminya, untuk menentukan besar kecil kadar kebenaran. Terlebih lagi semua menentukan benar salah berdasar persepsi.

Wewutun #3 ( Cinta dan Prioritas )

~ " Tidak masalah kita berteman dengan siapa saja. Tidak mengapa kita jatuh cinta pada siapa saja. Manusia dilahirkan untuk saling mengenal dan jatuh cinta. Bertemanlah dengan siapa saja. Jatuh cintalah dengan siapa saja. Karena dengan keduanya kita akan merasakan bagaimana menjadi manusia seutuhnya." ~

Cinta. Satu kata berjuta makna. Cinta adalah sebuah kekuatan yang mampu menguraikan hal-hal diluar logika. Yang selalu menggunakan logika akan lebih tampak cerdas. Tapi, yang bicara dengan cinta akan selalu mudah diterima sekalipun yang dibicarakan hal-hal yang tak masuk akal.

Cinta akan melahirkan seni. Dan seni akan melahir cinta. Begitupun keduanya, saling mencipta satu akan satunya hingga timbul keseimbangan. Seni, sebuah rangkaian unsur - unsur yang mewujudkan estetika. Dari seorang menjadi persahabatan. Dari kesendirian menjadi pasangan. Karena pada dasarnya, manusia, cinta, dan seni dilahirkan pada satu garis lurus.

Namun terkadang Cinta dikambing hitamkan dalam asmara. Menjadi "payung kuning"   untuk saling melukai. Katanya, suatu hubungan sepasang manusia lahir karena saling mencintai. Lalu ketika ditanya; "bagaimana dengan orang tuamu?". Katanya; "itu juga cinta, cinta ada jenis-jenisnya". Shitt... Cinta itu bukan batu akik. Yang beraneka macam jenis batu dan namanya yang mempengaruhi kadar dan harganya. Cinta ya cinta. Sebuah perasaan ingin menyayangi dan melindungi. Cinta hanyalah istilah populernya saja. Intinya cinta itu ya kasih sayang. Tuhan, Orang tua, pimpinan, alam sekitar, sampai lawan jenis yang kamu harapkan bisa tidur bersama, kamu jatuh cinta pada mereka semua dalam perasaan yang sama dan satu. Kasih sayang a.k.a Cinta.

Waktu membawa kita pada kedewasaan. Mengenalkan botol pada tutupnya. Mengenalkan usb pada port-nya. Mengenalkan api pada asap. Mengenalkan siang pada malam. Mengenalkan kita pada lawan jenis. Yah, intinya pada pasanganya masing-masing. Lalu munculah Prioritas-prioritas yang menimbang-nimbang. Yang kadang prioritas inilah yang disebut-sebut cinta. Prioritas itu kebutuhan. Sesuatu sisi serakah kita pada gemerlapnya dunia. Sedang cinta itu naluri bukan keserakahan.

Ketika kita akan menjalin hubungan dengan lawan jenis, tak masalah memprioritaskan suatu hal dari dia. Tapi ingat, yang terpenting adalah keberanian dalam berkomitmen. Karena komitmen akan mengakar pada pondasi sebuah hubungan. Kalau mengutamakan prioritas?, hah sudahlah, sudah kubilang itu sisi keserakahan kita. Sudah pasti kita mengharap manusia yang seperti malaikat ataupun para Nabi. kita bukan dalang yang menjalankan arah pertunjukan wayang. Kita tak akan menjumpainya. Orang-orang yang kadar kemuliannya melebihi 24 karat mungkin sudah punah.

Ketika sepasang manusia berani berkomitmen dan mencoba saling memahami, saat itulah mereka akan saling merasa memiliki. Dua nyawa itu pun serasa menjadi satu. Dan tak ada yang berharap buruk terjadi pada dirinya. Begitupun pada pasangannya yang telah menjadi satu pada dirinya. Segala perselisihan yang terjadi, hanya karena tak mampu memahami. Tak mampu saling mengerti. Jika masih begitu pertanyakanlah lagi komitmenmu. Prioritas hanya akan membesarkan ego, ego akan selalu menimbang-nimbang, mengambil keuntungan untuk dirinya sekalipun itu dalam sebuah hubungan. Hubungan bukan perdagangan, bukan soal untung rugi, tapi soal keberanian menghadapi dan melengkapi apa yang akan terjadi. Bahkan sebuah keberanian untuk jatuh bersama. Tak membiarkan pasangan kita merasa sendiri dan tak berkawan.

~ " Tidak masalah kita berteman dengan siapa saja. Tidak mengapa kita jatuh cinta pada siapa saja. Manusia dilahirkan untuk saling mengenal dan jatuh cinta. Bertemanlah dengan siapa saja. Jatuh cintalah dengan siapa saja. Karena dengan keduanya kita akan merasakan bagaimana menjadi manusia seutuhnya." ~

Benk_wd