17 Agustus 2016.
Sudah menjadi tradisi disetiap hari ini pada setiap tahunnya kita buka kembali album kenangan. Dengan nuansa nasonalisme dan gradasi warna yang memerah-putihkan tanah ini. Upacara bendera, parade budaya dan segala uforia menenggelamkan hiruk pikuk yang biasa menyibukan para generasi "Bung Karno". Dirgayu negriku, Dirgahayu kedaulatan NKRI. 70 tahun sudah kini umurmu. Tambah tua saja dirimu, tambah sudah beban yang menempa bahumu.
Hari ini, para televisi akan menampakan wajah-wajah orang yang katanya berpotensi. Para pejabat, para politisi, purna dan paskibra, atau juga orang-orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Diwawancarai atau juga menjalankan skenario yang sudah direncanakan. Yang pasti, yang rakyat lihat beberapa hari ini akan penuh dengan orang yang menuliskan "Indonesia" pada jidat mereka. Mungkin sebentar lagi orang-orang naif juga akan bermunculan. Membicarakan tentang gagasan mereka yang mereka anggap sebagai terobosan baru yang efektif. Mengoreksi sistem dan orang-orang didalamnya. Bilang kurang ini kurang itu. Loh, bukankah yang hari ini mereka bilang gagalpun juga seperti mereka. Bicara soal yang indah-indah namun belum nampak terwujud.
Sementara, di beberapa kota-kota besar, selain upacara dan segala kegiatan peringatan, diperingati juga dengan mencari daging sapi. Kalau di kampung ini sih biasa saja. Daun singkong dan sayuran lahan kering masih bisa membuat kami hidup.
Filed Under : by tri widhiono
Rabu, 19 Agustus 2015
0 komentar:
Posting Komentar