Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

26 oktober

Selamat malam manisku, apa kabarmu?, semoga kesehatan, rahmat dan kasih sayangNya senantiasa menyertaimu. Meneduhimu.

Satu pintu menuju padamu tertutup belakangan ini. Mimpimu membawamu jauh entah kemana. Kini, kabarmu pun terbang bersama angin selepas hujan belakangan ini.

Entahlah, ada banyak hal yang ingin bagi padamu. Tapi aku sendiri tak tahu. Harus bagaimana. Mungkin aku hanya butuh waktu untuk sendiri. Mediamkan kehangatan yang sudah semakin dingin saja. Sedingin wajahmu, yang aku ingat, lalu aku rindu.

Selamat malam manis, jaga kesehatanmu.

21 oktober

Apa kabarmu manis, lama tak kau sampaikan kabar dan rindumu. Lama kau buat rasa takut itu bangkit akan ketiadaanmu. Kepergianmu. Yang entah kemana.

Kerinduan ini masih begitu hangat dalam sepi. Mengisi kekosongan disetiap sudut ruang hati. Kau yang biasa terdiam disudut sana, tak nampak walau sekedar bayangmu. Kau yang biasa berpijar di atap sana, sengaja menghitamkan dunia malam. Sedang aku mencari datangnya cahaya. Sedang aku sepi dalam sunyinya malam. Sedang apa kau di jauh sana?. Aku hirup sekali lagi cangkirku, aku rindu sekali lagi padamu. Kasih. Tersenyumlah.

200001

Suatu saat nanti, bukan lagi batu-batu bertulis yang akan menjadi situs. Manusia-manusia masa depan akan mengais data-data postingan dunia maya. Yang sistem dan perangkatnya keras hancur oleh perang besar. Tak menyisakan apapun kecuali benda rongsokan yang antik. Mereka akan mengais catatan-catatan sejarah dari server raksasa yang menjadi mesteri. Yang berada di satelit luar angkasa. Mulailah, manusia-manusia masa depan melakukan percobaan-percobaan untuk menggapai server itu. Membuat perangkat-perangkat dan sistem yang selayaknya kita gunakan hari ini. Saat semua nyaris sempurna, dan mulai bisa mengakses data dari satelit yang luput hancur dalam perang, mereka akan menyebutnya penemuan terbesar sepanjang masa. Perangkat dan sistem yang biasa kita gunakan hari ini, kelak akan menjadi penemuan sepanjang masa. Namun, peradapan manusia akan mengalamu kemunduran. Dimana dunia global memalingkan internet dari kepentingan umum. Konspirasi. Hanya segelintir mafia yang akan menggunakannya. Sedang dunia yang umum akan disibukan dengan barter dan bepergian. Berlayar dan menunggang kuda. Tak ada lagi pesawat. Tak ada lagi kendaraan berbahan bakar fosil dan sumber daya alam lainnya. Semua untuk habis dan hancur untuk perang besar itu. Dunia akan kembali pada peradapan jauh sebelum abad 21.

Mungkin begitu. Karena itulah aku tulis ini untukmu. Agar kelak manusia masa depan menjadikan tulisanku sebagai kajian. Menjadi sastra yang mereka baca dan ceritakan turun-tenurun. Tentang kisah aku dan kau yang entah bagaimana ujungnya.

Selamat pagi manis, tersenyumlah.

16 Nopember

Selamat malam, apa kabar.

Udara dingin begitu kental sekali malam ini. Begitu erat membuat syal warna biru bercorak hitam erat membelit leher. Apa kau jauh disana juga merasakan hal yang sama?.

Ya, terkadang cuaca lebih bisa memposisikan kita pada ruang yang sama ketimbang hati. Tanpa sengaja, kita berucap udara dingin, langit hitam, dan sepi. Tidak(belum) sekalipun kita sama berucap aku butuh kau, aku adalah kau, dan kita adalah aku dan kamu yang bersatu. Belum pernah. Kita masih saling sombong untuk mengakui, kita ini (saling) jatuh hati. Dan kau tahu?, hati tak akan jatuh pada ruang hampa. Hati jatuh karena memang ada tempat untuk dia jatuh. Jatuh hati itu tak pernah salah dan dipersalahkan. Dia akan jatuh pada tempatnya, seburuk apapun itu.

Tapi sudahlah, bagiku aku tahu kabarmu itu saja sudah lebih dari menyenangkan ketimbang memaksakan pengakuanmu tentang perasaanmu. Tahu keadaanmu itu mencukupi kesenanganku. Tapi tak ada salahnya aku meminta lebih. Mendengarmu yang selalu tersenyum, bahagia dan sehat. Ga dikit-dikit sakit dan sedih.

Selamat malam manis, have nice night.

08 Oktober (yang hujan perbuat)

Selamat malam, Manis,
Apa kabar?
Apa hujan juga turun seharian di situ?

Hari ini nyaris tak berjeda. Hujan. Ladang-ladang kering mulai tergenangi. Mulai bisa ditanami beberapa hari lagi.

Hujan. Tetesan air yang penuh misteri. Entah muatan apa yang terkandung di dalamnya, senyawa apa. Hingga setiap tetes mengalunnya membuat wajah manusia bereaksi rupa-rupa.

Ada yang merasa dingin. Sepi. Merasa menjadi makluk asing di planetnya sendiri. Duduk termenung, bercerita pada setiap tetes air yang turun. Tentang hari-hari itu. Hari indah yang penuh kebahagian. Tawa, senyum yang berselingan. Bergantian, berlarian bergandengan. Dunia yang senampak sempurna.abadi. Sebelum akhirnya luluh lantah oleh kenyataan. Dan kini, setiap tetes yang turun hanyalah kenangan. Kesedihan. Menyakitkan malah.

Ada yang merasa hangat. Menyederhanakan segala problema. Bersanding dengan belahan jiwa yang mengerti. Teduh namun hangat. Terus begitu hingga hujan reda. Hingga semua kembali nampak. Masalah-masalah antre berderet selayaknya halaman sekolah di senin pagi.

Banyak lagi. Banyak lagi yang hujan perbuat pada hati manusia. Yang pasti kulihat, bocah-bocah ceria berlarian diantara rinai. Diantara berserakannya material proyek jalan raya. Yang masih semrawut hingga kini. Padahal sudah setahun berjalan. Ditepi urug -urug magrok itu terdapat galian saluran air. Mungkin sekitar satu meteran. Nampak beberapa kabel optik yang teramuk alat berat. Hujan yang tanpa ampun telang menggenangi galian tadi. Hingga penuh meluber, mengalir di jalanan. Disepanjang jalan disekitar kecamatan, kearah utara, sekitar Widya 45. Disitu tadi segerombolan bocah berenang. Tak hanya sekali. Setelah pergi kembali lagi. Tepat diperempatan jalan menuju...,
ahh.. Jadi menurutmu,apa yang ada di dalam hujan?, apa yang hujan lakukan padamu?,manisku.

07 Oktober

hari ketujuh, bulan oktober. sepekan pertama bulan ini dalam tahun tanpa kemarau.

Selamat pagi, apa kabar?...
Matahari nampak sumringah, melesat diantara celah langit yang tersaput awan. Kesibukan-kesibukan mulai bangun. gaduh-mengaduh. Ini-itu. Apa dan apa.

Semua bergerak. Menggulingkan rotasi kehidupan yang berjeda sejak semalam. Sejak langit menjadi hitam. Gelap. Sunyi. Sepi. Sejak dingin menjadi kawan. Sejak hayalan-hayalan itu indah adanya. Menari -nari dalam angan yang lelah. Yang puas dipermainkan kenyataan.

Hidup ini...?, ya begini. Penuh masalah. Ya, sadar atau tidak memang begitu seharusnya. Semuanya. Tak satupun yang bukan masalah. Mendengarkan Give Me Novacaine dan ngopi, bisa saja itu sebuah masalah. Ya, mungkin. Tapi, setidaknya itu pasangan teromantis pagi ini. Romantis praktis, manis. Semanis senyummu yang juga jadi satu masalah.

Hidup ini adalah masalah. Butuh penyelesaian. Tidak untuk dihindari, ditolak ataupun diterima sebagai beban. Masalah adalah satu fase dalam hidup ini. Bagian dari siklus kehidupan. Tanpa masalah dunia ini akan menjadi surga. Dan cita-cita manusia tidak untuk merubah bumi ini dengan tempat indah itu. Tidak ada sungai Rajab yang mengalir dibawah tanah tempat kita bepijak. Tak ada bidadari-bidadari. Tidak ada istana-istana indah.

Selamat pagi manisku, have nice day.