Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Dek

Selamat malam manisku. Entah mengapa, malam ini aku rindu begitu. Overdosis, sesak menenuhi ruang hati. Ruangan yang penuh mural abstrak. Tapi masih kubaca namamu.

Aku tak tahu dan tak yakin akan pengertian cinta yang selama ini kudengar. Kedok-kedok munafik dari banyak muda-mudi masa kini.

Tinggalkan sejenak soal cinta. Sebab, aku tak pernah tahu, aku mencintaimu yang seperti apa. Aku memang bodoh soal itu manisku. Benar-benar bodoh.

Kau masih ingat, beberapa tahun belakangan. Saat aku mulai mengenalmu dari deretan aksara di layar sekian inci ini. Sesederhana itu aku mengenalmu. Bahkan, saat pertama bertemupun tak ada jabatan tangan atau saling menyebutkan nama. Bertatap sebentar, senyum yang masih gagu, kemudian.. Entahlah, apa itu layak disebut perkenalan.

Sederhana, malam ini entah apa yang membuat kuat hati ingin berkata ; "dek, dadio alasanku berusaha. Dadio alasan seng tak usahakno. Dadi harapanku, pentemangatku, ibu seko anak-anakku. Dek, purun?"

O,ya kamu pernah bilang kalau mungkin aku tak menyebut semua gadis dg sebutan "manis".
Tapi, jarang-jarang aku panggil dg sebutan "dek", itu hanya beberapa. Adik sepupuku, adik angkatku, dan satu lagi,... Kamu.

0 komentar:

Posting Komentar