Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Mari bicara

apakah anda percaya akan adanya Tuhan.?,,
apakah anda yakin setelah hidup anda berakir anda akan kembali pada SangPencipta anda?..

maka tak perlu berfikir panjang untuk menjawabnya..
"Saya Percaya akan semua itu"

kawan, tak semua dapat terselesaikan dengan rumus dan kesimpulan. apalagi yang berhubungan dengan sebuah keyakinan, tak sedikit nyawa yang melayang di jalan keyakinan. Terutama Moeslem. 
saya seorang muslim sejak kecil. dengan segala problema, saya tumbuh besar. namun harus saya akui saya bukanlah  seorang muslim yang baik. sayapun tumbuh dan besar dari lingkungan  di sekitar saya. namun sebenarnya hati saya terkadang merenung. Apa mungkin kelak saya berada di kemulian SangPencipta jagad raya ini.

kawan pernahkah anda melanggar yang menyebabkan anda kena sanksi?... pernahkah anda kena tilang polisi hingga harus membayar denda.  pernahkah anda merasakan ketidaknyamanan karena merasa bersalah.
Pernahkah anda mendengarkan tentang orang yang di hukum seumur hidup dan terhukum mati. Menurut anda apakah mereka perbuat???.. Menantang atau menghina Tuhan kah?,
Entahlah apa salah mereka pada Tuhan,tapi yang jelas satu salah yang pasti mereka lakukan, melanggar peraturan negara dan dinyatakan salah dalam persidangan,yang kadar keadilannya dapat kawan sekalian timbang sendiri. Masabodo soal keadilan negeri ini,cuma saya ingin tegaskan itu baru se-kelas negara, yang mengadilipun juga manusia yang punya hati dan kilaf. Lalu pernahkah kawan berfikir "Jika peradilan sekelas manusia saja sampai pada kurungan seumur hidup bahkan hukuman mati,yang itu saya pastikan itu sangat menyiksa, pernahkah terbayang si benak kawan sekalian bagaimana dengan peradilan Tuhan,yang jauh lebih tinggi kedudukan negara, yang mengadili urusan sekecil apapun dan sebesar apapun. dan juga terdapat malaikat di dalam prosesnya. dan anda tahu perbedaan manusia dan malaikat. ?,. setahu saya malaikat tidak memiliki perasaan hati dan nafsu.
Dan apa jawab kawan sekalian seandainya saya bertanya
" Seandainya Satu Jam  lagi anda akan dihadapkan pada Peradilan Tuhan, kira-kira bagaimana nasib anda?... okey, berbagai ekspresi mungkin mewarnai wajah kita. bagaimana tidak,selain kesalahan yang jelas-jelas kita perbuat masih ada kesalahan yang kita lakakukan karena kita abaikan. cara kita berpakaian,makan,bicara dan hal hal kecil yang sering kita abaikan. mungkin  saat kita melanggarnya kita berfikir "ahh,itu cuma kesalahan kecil" dan lama-kelamaan kita pun lupa jika itu sebuah kesalahan. setiap apa yang kita lakukan ada aturan dan konsekwensinya,dosa or pahala. dan mulailah berhenti meniriakkan kebebasan dan hak azasi untuk menutupi kesalahan anda. toh, seandainya tiba waktunya,alasan itu ibarat memakai hukum hamurabi era obama(ra jaman tur kedaluwarso). mungkin setiap harinya kita berrisiko melakukan dosa. Bayngkan saja kawan,jika setiap harinya kita melakukan 3 samapai 5 kesalahan dosa ringan,ibarat dosa itu sebutir pasir, sampai hari ini sudah berapa banyak pasir yang terkumpul. kira-kira sudah cukupkah  pasir itu untuk membuat Nisan kita?, tak ada yang bisa banyak kita perbuat, selain bertaubat dan menekan sekecil mungkin kesalahan. dan biasakan  berfikir "Taubat itu hanya ibarat sebuah undian hadiah. tak semua undian yang kita masukan dapat tembus, dan tidak  menutup kemungkinan tak satu pun hadiah kita dapatkan.

"apabila seseorang berdiam diri dalam rumah,jika telah sampai ajalnya niacaya ia akan keluar ke tempat itu"..
"seandainya kamu sedang menangisi jenazah,dan jenazah itu bangun lalu bercerita pada mu tentang apa yang di alaminya niscaya kamu akan melupakan jenazah tersebut dan menangisi akan nasibmu sendiri "
demikian kawan yang ingin aku ungkapkan dari apa yang ada di hati,jika bermanfaat silahkan ambil ilmunya. hiraukan  tentang saya, karena saya sendiripun masih pendosa. tapi soal manfaat bukan datang dari pribadi saya..
tnx atas kunjungan kawan sekalian.

Published with Blogger-droid v2.0.6

0 komentar:

Posting Komentar