adakah tanya apa yang kau takutkan,
dari kesementaraan hidup dan gemerlap dunia mu,
adakah yang kau takutkan dari hari mu...
petang yang usang dan pagi yang belum tentu kamu dapati,
hidup ini begitu singkat
tak banyak untuk mu berfikir dan merasa kecil berjalan,
kita terlahir tanpa apa-apa,
dan matipun tak jua kehilangan apa-apa,
kita terlahir tanpa siapa siapa
dan kesendirianlah milik mu yang berharga..
setelah kita tak tahu tentang arti sebuah problema..
setelah kita bosan akan kemunafikan..
saat saat Tuhan menyapa dan melambai,
waktunya berpulang dan lupakan semua...
tak ada yang berharga dari yang kita punya..
selain cinta yang kau bawa,
saat kau buka mata hingga menutupnya..
kita tak jauh berbeda dalam konsep dunia..
hanya saja terkadang kau yang tak mau merasa sama..
terlalu lama beralasan..
saat ku tanya adakah ruang untuk cinta..
namun tak apa..
semua berhak untuk kata cinta..
ya atau tidak itu cukup jelas..
sekalipun kau bilang tidak.
adakah dosa untuk mencoba dan menunggu..
sampai tiada lagi urusan antara kau tinta dan buku..
tak ada hati untuk ku berharap..
membuat berubah tentang rasa ku rasa mu...
karena kata mu saat itu cukup jelas bagi ku..
kau tak mau..
namun aku mantapkan rasa ini..
tiada rasa ku merugi..
tuk mencoba bertanya lagi..
maukah kau jadi menantu ibu ku..
walau harus dua tahun nanti..
ku coba berlapang hati..
karna ku mau,
kau pertama untuk terakir..
Filed Under : by tri widhiono
Jumat, 21 September 2012
0 komentar:
Posting Komentar