Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

26 maret 2016

Ternyata benar, raport ku tentang wanita bernilai merah. Sudah itu saja.

18 maret 2016

Selamat sore,
Apa kabar kamu petang ini, masihkah sibuk dengan bukumu?,
Ingat, fokus dan fokus. UN sudah dekat.

Aku tulis ini sebagai penjelasan. Ya, penjelasan yang tak kamu minta dan tak pula kamu ingin tahu,mungkin. Well, biarlah. Beginilah caraku merindukan wanita.

Jika kamu mau tahu, kata "kamu" dalam tulisan-tulisan memang bukan berarti namamu saja, dan itu benar aku akui. Sebagai seorang manusia perasaan adalah kelumrahan yang akan menampakan kelembutan hati. Seorang manusia akan jatuh cinta pada apapun dan pada siapapun. Karena mahkluk diciptakan untuk saling jatuh cinta, untuk saling mencintai. Karena tak ada pembedaan atas cinta. Pada orang tua, pada sahabat, pada lawan jenis, bahkan pada benda. Kita mencintai mereka dengan perasaan dan cerita yang sama cinta. Karena kurasa, Tuhan tidak menciptakan perasaan untuk membeda-bedakan. Kita sendirilah yang mrmbodohi diri dengan menyempitkan pandangan tentang cinta hanya untuk seseorang. Hingga terkadang beranggapan tak bisa hidup tanpanya.

Berteman "November rain"nya GnR. Aku masih merangkai huruf ini di teras rumah. Entah apa detailnya maksud lagu ini. Yang jelas lagu ini nyaman di telinga.

Sebagai seorang laki-laki naif rasanya jika aku hanya jatuh pada satu wanita, dirimu saja. Jika kekasih-kekasihmu bilang begitu itu terserah mereka. Dan aku tahu, kamu sudah pada usia dewasa. Yang Tak butuh kata-kata manis yang menerbangkanmu. Dan lihatlah, mereka yang bilang tak bisa hidup tanpamu pun masih bernafas, bahkan berbahagia dengan wanita lain. Begitulah takdir manusia, jatuh hati pada siapapun dan apapun. Tak terkecuali aku dan kamu.

Playlist pun berlanjut. Masih tentang lagu-lagu GnR. Kali ini diawali siulan alex. Kau tahu judulnya?,.. Bukan sayang, bukan yang itu, satunya lagi. Judulnya "patience". Uppss.. Sory udah panggil kamu sayang tadi.

Aku akui, aku jatuh hati pada semua wanita. Ibu-ibuku, sahabatku, dan orang-orang yang ku prioritaskan menjadi teman hidupku. Dan salah satu yang kuharap jadi teman hidup itu adalah wanita yang hati itu kulihat. Ya, seorang pelajar SMA dengan kerudung yang kulihat beda dari warna kerudung teman-temannya. Warnanya putih kekuning-kuningan?, atau kuning keputih-pitihan?, entahlah, aku tak begitu pandai soal warna. Anggun, begitulah kesan yang kutangkap darinya. Terlebih, caranya berbicara paling wanita dari teman-temannya. Dan kamu tahu siapa dia?. Hey, ga usah tersenyum malu begitu. Kamu benar. Adek SMA itu yang ku maksut adalah kamu. Ya harus akui, jika jatuh hati pada setiap wanita, tapi aku ingin memiliki satu alasan keistimewaanmu. Aku ingin memperjuangkanmu menjadi satu-satunya yang menemani hari-hariku. Bukan menemaniku, tapi saling menemani tepatnya. Apa kau akan bolehkan satu hal ini?....

Kau ingat, pesta awal tahun lalu?, aku tak tahu apakah kita berkencan malam itu. Sepahamku, kita sepakat akan datang pada acara yang sama. Tapi aku tak tahu apakah kita menyepakati untuk saling bertemu. Ya, malam itu begitu indah dengan bendera SLANK dan musik dari Soloslank. Dan jujur aku terlalu sibuk hingga tak sempat untuk sekedar tahu apakah kamu ada di acara itu. Tapi menurutku kau ada disana.

aku ingin pulang



Pijar mentari dihari itu. Kini telah usang berserta waktu. Entah senja atau apa, yang jelas, kabut kerinduan itu menutup cerahnya yang gemilang cahaya dihari itu. Hari-hari yang begitu kita buat begitu gaduh,kini telah remsi menjadi sebuah kenangan. Aku dan kamu yang menari didalam gerimis senja itu, kini menjadi senyuman yang rasa-rasanya ingin ku ulang kembali. Padahal, kamu ingat kawan, setelah itu kita harus so kuat menahan pahit obat dan sakitnya jarum suntik dokter. Biarlah, pegangan tanganku tak akan kulepaskan dari telapak tanganmu,walau kulakukan semua lewat angan. Kamu tetaplah sahabatku.
            Lagu cinta inipun masih untukmu teman. Paying teduh masalalu menguatkan langkahku dalam hujan cobaan. Aku akan tetap melaju. Bukan sebagai seorang pelawan takdir, bukan pula sebagai seorang penantang hidup, apalagi untuk mepredikatkan diri sebagai seorang juara. Bukan untuk itu semua. Karena kamu pun tahu, aku dan kamu tak butuh itu semua. Sebuah cerita sederhana saja yang ingin ku buat. Tentang seorang sahabat, yang berjuang menjaga kisah persahabatannya. Mengajarkan nilai persahabatan pada generasi. Atau setidaknya generasi –generasi itu dapat tertawa mendengar cerita kita. Itu saja. Karena, jika aku menyerah hari ini, kamu tahukan, kisah kitapun akan berakhir hari ini juga. Dan kisah-kisah kita hanya bisa dinikmati aku dan kamu saja.
            O,ya. Hari ini sudah berada ditengah penghujan. Aku rindu menjadi bocah nakal bersamamu seperti waktu itu. Dikejar paman-paman petani. Lalu diam-diam penuh lebel-lebel nakal pada kita. Heh, sekarang aku tahu, kenapa seseorang bisa marah hanya karena beberapa buah jagung saja. Satu hal yang tak mengerti waktu itu. Tapi, apa mereka juga tak pernah berada pada masa-masa kita waktu itu. Kenapa tak memaklumi layaknya kita yang kini dewasa dan mengerti alasan mereka marah waktu itu?, entahlah…
            Disini, kerinduan itu terjaga untukmu. Tapi, aku ingin bercerita padamu. Disini ada orang-orang sepertimu danteman-teman yang lain. Dengan wajah yang berbeda, kalian merasuk dalam jiwa mereka. Tempat inipun menjadi indah. Menjadi latar cerita yang menulis kisa-kisah baru. Mungkin akupun akan merindukan tempat dan orang-orang sini kelak. Walau tak kupungkiri, aku ingin pulang bersama setiap detik yang berdetak. Tik.. tokk… tikk.. tok.. aku rindu kalian semua.
            Mungkin beginilah scenario hidup. Kita tak akan pernah asing. Kita hanya saling merindukan. Disetiap tempat selalu ada saja orang-orang lucu sepertimu. Ada juga yang pemarah, penghasut, orang over idealis, ramah, pendiam, naïf, pokoknya lengkap. Dan bersama keragaman karakter itulah sebuah kisah ditulis dan dikenangkan lalu dirindukan. Kawan, aku masih bisa hidup tanpamu, tapi jujur ku akui, ada kegelisahan saat kita jauh. Aku ingin pulang. Aku ingin mewujudkan cita-cita kita yang mungkin naïf.
            Untuk sementara, biarlah begini. Biar kita saling berusaha saling menjadikan kebanggaan satu sama lain. Karena dunia pertemanan itu bukan sekedar menghabiskan waktu bersama. Melainkan, saling menjaga kisah, kerinduan dan berusaha saling membanggakan.  


sahabatmu,