Selamat sore,
Apa kabar kamu petang ini, masihkah sibuk dengan bukumu?,
Ingat, fokus dan fokus. UN sudah dekat.
Aku tulis ini sebagai penjelasan. Ya, penjelasan yang tak kamu minta dan tak pula kamu ingin tahu,mungkin. Well, biarlah. Beginilah caraku merindukan wanita.
Jika kamu mau tahu, kata "kamu" dalam tulisan-tulisan memang bukan berarti namamu saja, dan itu benar aku akui. Sebagai seorang manusia perasaan adalah kelumrahan yang akan menampakan kelembutan hati. Seorang manusia akan jatuh cinta pada apapun dan pada siapapun. Karena mahkluk diciptakan untuk saling jatuh cinta, untuk saling mencintai. Karena tak ada pembedaan atas cinta. Pada orang tua, pada sahabat, pada lawan jenis, bahkan pada benda. Kita mencintai mereka dengan perasaan dan cerita yang sama cinta. Karena kurasa, Tuhan tidak menciptakan perasaan untuk membeda-bedakan. Kita sendirilah yang mrmbodohi diri dengan menyempitkan pandangan tentang cinta hanya untuk seseorang. Hingga terkadang beranggapan tak bisa hidup tanpanya.
Berteman "November rain"nya GnR. Aku masih merangkai huruf ini di teras rumah. Entah apa detailnya maksud lagu ini. Yang jelas lagu ini nyaman di telinga.
Sebagai seorang laki-laki naif rasanya jika aku hanya jatuh pada satu wanita, dirimu saja. Jika kekasih-kekasihmu bilang begitu itu terserah mereka. Dan aku tahu, kamu sudah pada usia dewasa. Yang Tak butuh kata-kata manis yang menerbangkanmu. Dan lihatlah, mereka yang bilang tak bisa hidup tanpamu pun masih bernafas, bahkan berbahagia dengan wanita lain. Begitulah takdir manusia, jatuh hati pada siapapun dan apapun. Tak terkecuali aku dan kamu.
Playlist pun berlanjut. Masih tentang lagu-lagu GnR. Kali ini diawali siulan alex. Kau tahu judulnya?,.. Bukan sayang, bukan yang itu, satunya lagi. Judulnya "patience". Uppss.. Sory udah panggil kamu sayang tadi.
Aku akui, aku jatuh hati pada semua wanita. Ibu-ibuku, sahabatku, dan orang-orang yang ku prioritaskan menjadi teman hidupku. Dan salah satu yang kuharap jadi teman hidup itu adalah wanita yang hati itu kulihat. Ya, seorang pelajar SMA dengan kerudung yang kulihat beda dari warna kerudung teman-temannya. Warnanya putih kekuning-kuningan?, atau kuning keputih-pitihan?, entahlah, aku tak begitu pandai soal warna. Anggun, begitulah kesan yang kutangkap darinya. Terlebih, caranya berbicara paling wanita dari teman-temannya. Dan kamu tahu siapa dia?. Hey, ga usah tersenyum malu begitu. Kamu benar. Adek SMA itu yang ku maksut adalah kamu. Ya harus akui, jika jatuh hati pada setiap wanita, tapi aku ingin memiliki satu alasan keistimewaanmu. Aku ingin memperjuangkanmu menjadi satu-satunya yang menemani hari-hariku. Bukan menemaniku, tapi saling menemani tepatnya. Apa kau akan bolehkan satu hal ini?....
Kau ingat, pesta awal tahun lalu?, aku tak tahu apakah kita berkencan malam itu. Sepahamku, kita sepakat akan datang pada acara yang sama. Tapi aku tak tahu apakah kita menyepakati untuk saling bertemu. Ya, malam itu begitu indah dengan bendera SLANK dan musik dari Soloslank. Dan jujur aku terlalu sibuk hingga tak sempat untuk sekedar tahu apakah kamu ada di acara itu. Tapi menurutku kau ada disana.
Apa kabar kamu petang ini, masihkah sibuk dengan bukumu?,
Ingat, fokus dan fokus. UN sudah dekat.
Aku tulis ini sebagai penjelasan. Ya, penjelasan yang tak kamu minta dan tak pula kamu ingin tahu,mungkin. Well, biarlah. Beginilah caraku merindukan wanita.
Jika kamu mau tahu, kata "kamu" dalam tulisan-tulisan memang bukan berarti namamu saja, dan itu benar aku akui. Sebagai seorang manusia perasaan adalah kelumrahan yang akan menampakan kelembutan hati. Seorang manusia akan jatuh cinta pada apapun dan pada siapapun. Karena mahkluk diciptakan untuk saling jatuh cinta, untuk saling mencintai. Karena tak ada pembedaan atas cinta. Pada orang tua, pada sahabat, pada lawan jenis, bahkan pada benda. Kita mencintai mereka dengan perasaan dan cerita yang sama cinta. Karena kurasa, Tuhan tidak menciptakan perasaan untuk membeda-bedakan. Kita sendirilah yang mrmbodohi diri dengan menyempitkan pandangan tentang cinta hanya untuk seseorang. Hingga terkadang beranggapan tak bisa hidup tanpanya.
Berteman "November rain"nya GnR. Aku masih merangkai huruf ini di teras rumah. Entah apa detailnya maksud lagu ini. Yang jelas lagu ini nyaman di telinga.
Sebagai seorang laki-laki naif rasanya jika aku hanya jatuh pada satu wanita, dirimu saja. Jika kekasih-kekasihmu bilang begitu itu terserah mereka. Dan aku tahu, kamu sudah pada usia dewasa. Yang Tak butuh kata-kata manis yang menerbangkanmu. Dan lihatlah, mereka yang bilang tak bisa hidup tanpamu pun masih bernafas, bahkan berbahagia dengan wanita lain. Begitulah takdir manusia, jatuh hati pada siapapun dan apapun. Tak terkecuali aku dan kamu.
Playlist pun berlanjut. Masih tentang lagu-lagu GnR. Kali ini diawali siulan alex. Kau tahu judulnya?,.. Bukan sayang, bukan yang itu, satunya lagi. Judulnya "patience". Uppss.. Sory udah panggil kamu sayang tadi.
Aku akui, aku jatuh hati pada semua wanita. Ibu-ibuku, sahabatku, dan orang-orang yang ku prioritaskan menjadi teman hidupku. Dan salah satu yang kuharap jadi teman hidup itu adalah wanita yang hati itu kulihat. Ya, seorang pelajar SMA dengan kerudung yang kulihat beda dari warna kerudung teman-temannya. Warnanya putih kekuning-kuningan?, atau kuning keputih-pitihan?, entahlah, aku tak begitu pandai soal warna. Anggun, begitulah kesan yang kutangkap darinya. Terlebih, caranya berbicara paling wanita dari teman-temannya. Dan kamu tahu siapa dia?. Hey, ga usah tersenyum malu begitu. Kamu benar. Adek SMA itu yang ku maksut adalah kamu. Ya harus akui, jika jatuh hati pada setiap wanita, tapi aku ingin memiliki satu alasan keistimewaanmu. Aku ingin memperjuangkanmu menjadi satu-satunya yang menemani hari-hariku. Bukan menemaniku, tapi saling menemani tepatnya. Apa kau akan bolehkan satu hal ini?....
Kau ingat, pesta awal tahun lalu?, aku tak tahu apakah kita berkencan malam itu. Sepahamku, kita sepakat akan datang pada acara yang sama. Tapi aku tak tahu apakah kita menyepakati untuk saling bertemu. Ya, malam itu begitu indah dengan bendera SLANK dan musik dari Soloslank. Dan jujur aku terlalu sibuk hingga tak sempat untuk sekedar tahu apakah kamu ada di acara itu. Tapi menurutku kau ada disana.
Filed Under : by tri widhiono
Jumat, 18 Maret 2016
0 komentar:
Posting Komentar