Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

29 Mei 2016

ahad terakir di bulan mei semakin menua saja. tinggal beberapa jam lagi biru langitnya akan tenggelam pada warna jingga ataupun orange. sebelum akhirnya menjadi hitam dan gelap dalam malam.

Apa kabar kamu hari ini?, baik-baik selalu doaku.

Pada akhirnya Mei pun akan segera berakhir tahun ini. berganti Juni, lalu kemudian dan kemudian. Hari berlalu semakin cepat saja,bagiku. tanpa ada perubahan yang mencolok dalam lingkungan sosial selain semakin buruknya moral manusia. hukum yang berlaku dalam era ini lebih bertitik berat pada Etisme. sebuah hukum dari kebiasaan dan kepantasan pada pola hidup manusia yang tak lagi berarah. Apalagi sejak era kebebasan diperkenalkan dan diterima karena lebih memuaskan nafsu manusiawi. sebuah keinginan yang semua makluk pada dasarnya memilikinya. kau tahu manisku, tanpa adanya pikiran dan hati kita tak ubahnya sapi ataupun anjing atau lainnya.

sebagai seorang makluk, aku masih meyakini bahwa hukum-hukum dalam kitab suci adalah yang benar. yang tak kuragukan satu katapun. dan sebagai warga negara aku juga meiyakan patuh pada Undang-undang dasar dan dasar negara. dan menurutku tak ada jalur bertabrakan dua dasar-dasar hukum tersebut. hanya saja, sebuah paham-paham baru mempercabangkan hingga membuat hukum Agama dan Negera seperti bertentangan pada titik tertentu. kau tahu, para leluhur yang merumuskan segala aturan bukanlah orang-orang yang takut kewibawaan dan kekayaannya terganggu. dasar-dasar itu dibuat berdasarkan kepentingan dan keseimbangan bersama. begitu menurutku.

jika Komunis adalah najis dan sampah di bumi Pancasila, maka seharusnya Liberalism dan kapitalism adalah berada pada tempat yang sama. karena manamungking dalam satu konstitusi menganut paham-paham yang berjumlah.

sistem-sistem Liberalism dan Kapitalism belakangan menjadi akrab sekali dengan masyarakat. dengan propaganda yang sarat akan hipokrasi masyarakat dibuat mengangguk menganggap logika mereka begitu benar. pada bagian-bagian hidup, sejatinya ada yang tak mampu diuraikan logika manusia.

Masyarakat lebih mengenal Bankir ketimbang Koperasi. Lebih menyambut kebebasan ketimbang keteraturan. Membuat opini bahwa hukum adalah suatu upaya mempersulit kelangsungan hidup yang diinginkan. karena itu, hukum-hukum baru di keluarkan sebagai tandingan dan dianggap mewakili suara mayotoritas. 

13 Mei 2016

Jumat siang, diseberang singgah sana sang putri.

berteman suara permainan musik

Collaboration #1 Efek Rumah Kaca x Barasuara yang diupload Sounds From The Corner, tertanggal 14 September 2015.


bersama lagu "Sebelah Mata" apa kabarmu siang ini?, masihkah kau sibuk dengan cita-citamu?. jangan lelah, setidaknya andai tak kau temui mimpimu, setidaknya kelak dapat kau ceritakan tentang sebuah perjuangan.

hari ini hari ketiga belas selepas bulan april tahun 2016. tentu bukan lagi sebentar walau aku baru melaluinya 23 kali. sebuah rentang waktu yang membentuk durasi yang tak muat di burning pada keping dvd. itu baru aku, tentu akan panjang lagi tanggal ini dilalui bapak dan emakku, kotaku, dan negaraku. waktu yang berjalan mengantarkan pada jaman yang tak lagi semakin mudah. betapa tidak, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika mencapai belasan ribu, harga mulai naik terang ataupun dam-diam. Listrik, Air Minum, Iuran sekolah, dan ongkos apapun mulai merangkak. 

Disaat kebutuhan hidup melangit, moral manusia malah berbanding terbalik. berita kriminalitas menjadi mudah ditemui diman-mana. generasi mulai terkontamnasi dengan pemikiran-pemikiran yang dalam jangka panjang tak lagi menguntungkan. merobohkan pohon besar tak melulu mematahkan batang terkuatnya. racuni saja akarnya. berlahan pohon itu akan mati mengering.

Idealisme hanyalah sampah yang tak akan memberimu makan. mungkin itu yang nampak. memang, orang-orang yang kekeh dengan Idealisme harus siap untuk tidak jadi apa-apa dimata halayak. dicap sebagai orang-orang yang ke arah kiri, atau orang -orang gila. memang tak mudah membuat orang-orang mengerti. sekarang, membuat orang berfikir tentang cara mendapatkan uang lebih menarik dan dianggap logis. ekonomi telah membuat orang sibuk memperhatikan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. semua bisa dianggap normal selama tak merugikan secara materi.

2016, bukan lagi waktu yang baru saja. dan sekarang hanya meninggalkan sisa-sisa tahun menuju akir semua cerita. masih ada waktu untuk merenung. menyadari hal-hal yang kita anggap kecil dan remeh silam kini berdampak besar. menyadari bahwa uang bisa didapatkan sekalipun kita berpegang teguh pada nilai leluhur. menyadari bahwa negeri ini sejati berada pada kepungan pangkalan militer asing dengan jumlah diatas sepuluh pangkalan militer.

06 Mei 2016

Dada ini pun mudah terbakar. Seketika tertawa seketika pula menjadi serupa pisau yang siap merobek apapun.
Orang-orang yang tak mengerti mudah saja menertawakan. Menganggap salah begitu cepat apa-apa yang tak se"iya" dengan mereka. Mulut-mulut manis yang tajam, tak ada yang tahu bika pada akhirnya mentakiti, mematahkan anggapan hati bahwa mereka adalah orang-orang yang tak mungkin melakukan itu.
Selamat malam kekasih, apa kabarmu?.
Aku bukan pribadi yang mudah menjadi orang lain. Aku tak bisa se-"wah" dia ataupun mereka. Namun juga tak mudah sebajingan mereka. Seperti ini aku, kalaupun harus berubah tak jauhlah dari yang hari ini kau kenal. Dan satuhal yang harus kau tahu, mengenal dan mempersepsikan itu bukan hal yang sama.
Bukanlah hal yang menyenangkan mendiskripsikan diri. Menjelaskan tentang diri sendiri. Tapi, kita aku diam dalam kata, tak berarti aku setuju. Aku hanya tak suka pada perbedaan yang dilebihkan.