ahad terakir di bulan mei semakin menua saja. tinggal beberapa jam lagi biru langitnya akan tenggelam pada warna jingga ataupun orange. sebelum akhirnya menjadi hitam dan gelap dalam malam.
Apa kabar kamu hari ini?, baik-baik selalu doaku.
Pada akhirnya Mei pun akan segera berakhir tahun ini. berganti Juni, lalu kemudian dan kemudian. Hari berlalu semakin cepat saja,bagiku. tanpa ada perubahan yang mencolok dalam lingkungan sosial selain semakin buruknya moral manusia. hukum yang berlaku dalam era ini lebih bertitik berat pada Etisme. sebuah hukum dari kebiasaan dan kepantasan pada pola hidup manusia yang tak lagi berarah. Apalagi sejak era kebebasan diperkenalkan dan diterima karena lebih memuaskan nafsu manusiawi. sebuah keinginan yang semua makluk pada dasarnya memilikinya. kau tahu manisku, tanpa adanya pikiran dan hati kita tak ubahnya sapi ataupun anjing atau lainnya.
sebagai seorang makluk, aku masih meyakini bahwa hukum-hukum dalam kitab suci adalah yang benar. yang tak kuragukan satu katapun. dan sebagai warga negara aku juga meiyakan patuh pada Undang-undang dasar dan dasar negara. dan menurutku tak ada jalur bertabrakan dua dasar-dasar hukum tersebut. hanya saja, sebuah paham-paham baru mempercabangkan hingga membuat hukum Agama dan Negera seperti bertentangan pada titik tertentu. kau tahu, para leluhur yang merumuskan segala aturan bukanlah orang-orang yang takut kewibawaan dan kekayaannya terganggu. dasar-dasar itu dibuat berdasarkan kepentingan dan keseimbangan bersama. begitu menurutku.
jika Komunis adalah najis dan sampah di bumi Pancasila, maka seharusnya Liberalism dan kapitalism adalah berada pada tempat yang sama. karena manamungking dalam satu konstitusi menganut paham-paham yang berjumlah.
sistem-sistem Liberalism dan Kapitalism belakangan menjadi akrab sekali dengan masyarakat. dengan propaganda yang sarat akan hipokrasi masyarakat dibuat mengangguk menganggap logika mereka begitu benar. pada bagian-bagian hidup, sejatinya ada yang tak mampu diuraikan logika manusia.
Masyarakat lebih mengenal Bankir ketimbang Koperasi. Lebih menyambut kebebasan ketimbang keteraturan. Membuat opini bahwa hukum adalah suatu upaya mempersulit kelangsungan hidup yang diinginkan. karena itu, hukum-hukum baru di keluarkan sebagai tandingan dan dianggap mewakili suara mayotoritas.
Apa kabar kamu hari ini?, baik-baik selalu doaku.
Pada akhirnya Mei pun akan segera berakhir tahun ini. berganti Juni, lalu kemudian dan kemudian. Hari berlalu semakin cepat saja,bagiku. tanpa ada perubahan yang mencolok dalam lingkungan sosial selain semakin buruknya moral manusia. hukum yang berlaku dalam era ini lebih bertitik berat pada Etisme. sebuah hukum dari kebiasaan dan kepantasan pada pola hidup manusia yang tak lagi berarah. Apalagi sejak era kebebasan diperkenalkan dan diterima karena lebih memuaskan nafsu manusiawi. sebuah keinginan yang semua makluk pada dasarnya memilikinya. kau tahu manisku, tanpa adanya pikiran dan hati kita tak ubahnya sapi ataupun anjing atau lainnya.
sebagai seorang makluk, aku masih meyakini bahwa hukum-hukum dalam kitab suci adalah yang benar. yang tak kuragukan satu katapun. dan sebagai warga negara aku juga meiyakan patuh pada Undang-undang dasar dan dasar negara. dan menurutku tak ada jalur bertabrakan dua dasar-dasar hukum tersebut. hanya saja, sebuah paham-paham baru mempercabangkan hingga membuat hukum Agama dan Negera seperti bertentangan pada titik tertentu. kau tahu, para leluhur yang merumuskan segala aturan bukanlah orang-orang yang takut kewibawaan dan kekayaannya terganggu. dasar-dasar itu dibuat berdasarkan kepentingan dan keseimbangan bersama. begitu menurutku.
jika Komunis adalah najis dan sampah di bumi Pancasila, maka seharusnya Liberalism dan kapitalism adalah berada pada tempat yang sama. karena manamungking dalam satu konstitusi menganut paham-paham yang berjumlah.
sistem-sistem Liberalism dan Kapitalism belakangan menjadi akrab sekali dengan masyarakat. dengan propaganda yang sarat akan hipokrasi masyarakat dibuat mengangguk menganggap logika mereka begitu benar. pada bagian-bagian hidup, sejatinya ada yang tak mampu diuraikan logika manusia.
Masyarakat lebih mengenal Bankir ketimbang Koperasi. Lebih menyambut kebebasan ketimbang keteraturan. Membuat opini bahwa hukum adalah suatu upaya mempersulit kelangsungan hidup yang diinginkan. karena itu, hukum-hukum baru di keluarkan sebagai tandingan dan dianggap mewakili suara mayotoritas.
Filed Under : by tri widhiono
Minggu, 29 Mei 2016
0 komentar:
Posting Komentar