Jumat siang, diseberang singgah sana sang putri.
berteman suara permainan musik
Collaboration #1 Efek Rumah Kaca x Barasuara yang diupload Sounds From The Corner, tertanggal 14 September 2015.
bersama lagu "Sebelah Mata" apa kabarmu siang ini?, masihkah kau sibuk dengan cita-citamu?. jangan lelah, setidaknya andai tak kau temui mimpimu, setidaknya kelak dapat kau ceritakan tentang sebuah perjuangan.
hari ini hari ketiga belas selepas bulan april tahun 2016. tentu bukan lagi sebentar walau aku baru melaluinya 23 kali. sebuah rentang waktu yang membentuk durasi yang tak muat di burning pada keping dvd. itu baru aku, tentu akan panjang lagi tanggal ini dilalui bapak dan emakku, kotaku, dan negaraku. waktu yang berjalan mengantarkan pada jaman yang tak lagi semakin mudah. betapa tidak, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika mencapai belasan ribu, harga mulai naik terang ataupun dam-diam. Listrik, Air Minum, Iuran sekolah, dan ongkos apapun mulai merangkak.
Disaat kebutuhan hidup melangit, moral manusia malah berbanding terbalik. berita kriminalitas menjadi mudah ditemui diman-mana. generasi mulai terkontamnasi dengan pemikiran-pemikiran yang dalam jangka panjang tak lagi menguntungkan. merobohkan pohon besar tak melulu mematahkan batang terkuatnya. racuni saja akarnya. berlahan pohon itu akan mati mengering.
Idealisme hanyalah sampah yang tak akan memberimu makan. mungkin itu yang nampak. memang, orang-orang yang kekeh dengan Idealisme harus siap untuk tidak jadi apa-apa dimata halayak. dicap sebagai orang-orang yang ke arah kiri, atau orang -orang gila. memang tak mudah membuat orang-orang mengerti. sekarang, membuat orang berfikir tentang cara mendapatkan uang lebih menarik dan dianggap logis. ekonomi telah membuat orang sibuk memperhatikan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. semua bisa dianggap normal selama tak merugikan secara materi.
2016, bukan lagi waktu yang baru saja. dan sekarang hanya meninggalkan sisa-sisa tahun menuju akir semua cerita. masih ada waktu untuk merenung. menyadari hal-hal yang kita anggap kecil dan remeh silam kini berdampak besar. menyadari bahwa uang bisa didapatkan sekalipun kita berpegang teguh pada nilai leluhur. menyadari bahwa negeri ini sejati berada pada kepungan pangkalan militer asing dengan jumlah diatas sepuluh pangkalan militer.
Idealisme hanyalah sampah yang tak akan memberimu makan. mungkin itu yang nampak. memang, orang-orang yang kekeh dengan Idealisme harus siap untuk tidak jadi apa-apa dimata halayak. dicap sebagai orang-orang yang ke arah kiri, atau orang -orang gila. memang tak mudah membuat orang-orang mengerti. sekarang, membuat orang berfikir tentang cara mendapatkan uang lebih menarik dan dianggap logis. ekonomi telah membuat orang sibuk memperhatikan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. semua bisa dianggap normal selama tak merugikan secara materi.
2016, bukan lagi waktu yang baru saja. dan sekarang hanya meninggalkan sisa-sisa tahun menuju akir semua cerita. masih ada waktu untuk merenung. menyadari hal-hal yang kita anggap kecil dan remeh silam kini berdampak besar. menyadari bahwa uang bisa didapatkan sekalipun kita berpegang teguh pada nilai leluhur. menyadari bahwa negeri ini sejati berada pada kepungan pangkalan militer asing dengan jumlah diatas sepuluh pangkalan militer.
Filed Under : by tri widhiono
Jumat, 13 Mei 2016
0 komentar:
Posting Komentar