Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
Aku Kalah dalam kisah hidupku sendiri..
Aku terlupakan dalam sejarah yang tak pernah mereka tahu..
Tak ada senja yang tak berubah malam...
Tak ada malam yang indah tanpa si bintang,
Atau sekedar rintik hujan,
Mengetuk hati mengingatkan ku akan paras mu...
Yang telah berlari jauh dalam perang rasa ini..
Meninggalkan aku yang yang mendamba mu..
Manis ku kau terlalu biru untuk lautan hati ku...
Dan terlalu merah untuk bara asmara ku..
Mungkin kau tak pernah mencintai ku...
Hanya saja aku terlalu tergoda dalam taman harapan..
Hingga aku mencintai mu dan sakit..
Ibarat bunga indah di taman,
Aku kumbang yang terlarang menghisap mu..
Walaupun untuk sekedar hinggap aku dirasa tak mampu..
.....
adzan magrib mulai menembus gemuruh kota ini. kelelawar mulai berterbangan walau tak sebanyak laron. aku pun coba enyah dari lamunan senja ku, bergegas ke mushola samping tempat tinggal ku. ku ambil air wudhu dan cap cus ke mushola.
setiba di depan mushola aku melihat sesuatu. Dan itu adalah seorang gadis yang duduk di serambi mushola, sepertinya menunggu iqomah. Tanpa sadar aku tertegum memandangnya dari pagar depan. sungguh indah dan sejuk di mata dan hati. Matanya berbinar indah,hidungnya mancung, dan bibirnya tipis. Sungguh anggun gadis ini.
"Jangan mengambil sesuatu yang bukan hak mu,"kata seseorang seusia ku mengejutkan ku.
"astagfirulloh"kata ku sepontan terkejut.
"Semua ada waktunya,tapi saat ini kamu belum sepantasnya memandangnya sejauh itu,ambilah air wudhu dan bergegaslah masuk"katanya sambil meletakkan tangannta di punggung ku dan berlalu masuk mushola.
aku pun hanya diam dan bergegas wudhu lagi dan masuk mushola.
Setelah Sholat magrib aku duduk duduk menikmati langit magrib yang belum sepenuhnya gelap.
"indah sekali ya langit nya mas"lagi lagi aku di kejutkan suaea orang yang sama.
"ehh,iya mas"kata ku agak terkujut
"Perkenalkan aku Dhimas,"kata mas-mas itu sambil mengulurkan tangannya.
"aku Anggo,aku tinggal di kontrakan sebelah"kata ku sambil menjawab uluran tangannya.
"maaf udah ngejutin sampean tadi"kata Dhimas sambil duduk di samping ku.
"iya mas,ga papa".kata ku
"gadis itu namanya Amira,gadis cantik dan juga terkenal santun serta cerdas di lingkungan ini."kata Dhimas sambil ikut memandang langit.
"iya mas,"kata ku singkat.
"dia tinggal di samping rumah ku,50meter dari sini. sebenarnya masih ada ikatan saudara dengan ku.kasian dia..."kata Dhimas
"lho kok kasian,kenapa??"kata ku ingin tahu.
"ya,kasian dia, di tengah kecantikan dan prestasinya selama ini,dia menyimpan penyakit serius yang sewaktu-waktu bisa membawanya pergi jauh"kata Dhimas
"haaa,beneran mas"kata ku terkejut
"yaa, begitulah,dia hanya menunggu datangnya malaikat,walaupun sebenarnya ajal rejeki dan jodoh adalah rahasia Tuhan, sejak SMA dia terus-terusan menyambung nafasnya dengan obat. dulu dia punya dua orang kakak tapi seorang diantaranya meninggal dengan penyakit yang sama."kata Dhimas
"malang sekali ya dia,.."kata ku
"ya mungkin kita melihatnya begitu, tapi dia selalu bisa tersenyum dan bersyukur seolah dia baik-baik saja.,dan ku rasa kamu tertarik padanya",katanya sambil melihat.
"apa sih,.. siapa yang tak tertarik melihat gadis secantik dia,"kata ku malu-malu
"itulah kenapa aku bercerita sejauh ini,dan kamu tau ngga?"kata Dhimas yang kemudian dian
"tahu apa Dhim, lihat aja juga barusan"kata ku
"yaa mungkin karena kamu terlalu sering melamun dan cuel pada kami,pada hal kita hampir setiap sore sholat di mushola yang sama"kata Dhimas
"masa sih Dhim,"kata ku
"dan Amira sering memperhatikan mu tapi kamu tak tahu juga kan?"kata Dhimas
"ahh,bercanda kamu Dhim"kataku sambil menyodok Dhimas malu-malu.
"yehh,beneran,kalo ngga ngapain aku cerita sejauh ini sama orang baru aku kenal. Dia masih sodara sama aku,dan sejak kecil kami selalu sama-sama. makanya aku cerita ini sama kamu,supaya kamu bisa menyikapi keadaan ini. kalau kamu suka sama dia sikapilah dengan bijak. kamu tahu kemungkinan terburuknya. dan bila kamu mau mendekatinya, dekatilah dengan cara yang benar dan santun,jika tidak,jangan beri dia harapan. kalian sudah cukup usia untuk saling mengenal,dan ingat semua ada prosedur."kata Dhimas
"okey lah Dhim,aku ngerti,"kata ku
"Baguslah kalau kamu ngerti."kata Dhimas.
tak terasa sudah sampai adzan Isya berkumandang kami duduk ngobrol. kami pun bergegas ambil air wudhu dan sholat.
selepas isya aku bergegas pulang. ku kenakan Sandalku dan bergegas.
"Nggo,Nggo,"terdengar suara Dhimas memanggil ku
"iya,ada apa Dhim,"kata ku sambil menghentikan langlah ku.
"engga,cuma mau bilang,kalau ada waktu main lah ke tempat ku. aku tinggal di sebelah sana,samping pemancingan."kata Dhimas sambil menunjuk arah rumahnya.
"okey,gampanglah Dhim,kapan-kapan aku nain ke tempatmu."kata ku.
saat kami sedang ngobrol dari depan mushola Amira mendekati kami. dan sesaat itu juga dada ku berdebar-debar.
"kak Dhimas,buruan yuk,ditungguin ibu nih,"kata gadis itu sambil menepuk punggung Dhimas dari belakang.
"eee,iya,e iya.. astagfirulloh,kamu Ra,ngejutin aja lu"kata Dhimas terkejut.
melihat ekspresi Dhimas kami pun tertawa,dan Amira hanya senyum. sungguh wanita yang sempurna.
"eh,malah pada ketawa... o,iya Nggo kenalin ini adik ku namanya Amira,dan Amira ini Anggoro"kata Dhimas.
"Anggoro,"kata ku sambil mengulurkan untuk berkenalan.
"maaf,aku Amira,senang berkenalan dengan mu ", kata Amira sambil menolak berjabat tangan.
"oww,senang berkenalan dengan mu"kata ku sambil menarik tangan ku.
"ya udah,yo kak Dhimas,ntar ibu kalamaan nunggunya"kata Amira
"iya,iya,ya udah kita duluan ya,mainlah ke rumah",kata Dhimas
"okey,kapan-kapan insyaalloh aku main"kata ku
"yuk ah,duluan ya kak,"kata Amira sambil menarik Dhimas.
"iya Ra,"kata ku
"iya,iya,yuk Nggo duluan"kata Dhimas
"yuk,hati-hati di jalan"..
mereka pun pulang,namun baru beberapa langkah Amira menoleh dan melempar senyum pada ku. Aku pun hanya melambaikan tangan ku setinggi dada. dan amira pun melanjutkan jalannya dengan bercanda dengan Dhimas.Mereka lebih seperti saudara kandung.
dan aku pun juga melanjutkan jalan ku.
memang tak ada Jingganya senja yang tak berganti gelap dan kemudian ada bintang dan bulan dalam langit yang gelap,dan kemudian mereka juga tenggelam berganti indah nya matahari yang malu-malu membuat langit pagi berubah Jingga sebelum akirnya dia pun juga tenggelam. memang keindahan tak pernah abadi dan tergantikan akan keindahan lain sebelum akirnya semua tiba di keabadian. terimakasih ya Alloh kau masih membiri ku menjumpai sosok keindahan yang kau ciptakan ya Alloh. sekalipun mungkin tak lama semua ini aku rasakan. Ya;Alloh bolehkah aku minta Seratus detik dalam satu menit ku ya Alloh. terus dan terus hati ku pun bergejolak dalam perjalanan pula.g ku.
"hehh,andai satu menit itu seratus detik" kata ku sambil tersenyum kecil....
,...(bersambung)
hari berlahan redup, hari ini aku ada janji sama dokter Na'a buat ngambil obat. Obat ku tinggal sekali minum. Setidaknya ini ikhtiar yang bisa ku lakukan. Selagi masih bisa kita harus terus hidup.
Pintu aku kunci,dan ku kayuh sepeda ku. Tempat Dokter Na'a tak jauh dari tempat ku. Dan aku selalu datang sore gini,kurang lebih 20 menit sebelum Dokter Na'a tutup.
"sore Dokt,Assalamualaikum??", tegur ku sambil mem buka pintu.
"sore,Wallaikumsalam... Eh,kamu Nggo,masuk dan duduk yang manis ya",kata Dokter Na'a sambil merapikan dokumen di mejanya.
"sibuk amat dok, emang udah terlalu banyak orang mau mati di negeri ini dok,"kata ku.
"ya,mati sih takdir Nggo,cepat lambat kita juga lari kesana. Tapi ga ada salahnya berusaha"katanya sambil menghempaskan badannya ke kursinya.
"Obat ku habis dok,aku ke sini mau cari obat,Dokter tahukan penyakit apa,??,,jadi ga usah pake priksa-priksa dan di marahin kan",kata ku.
"okey,Anggoro Seno yang temprament, aku ga akan periksa,juga ga perlu marahin kamu.tapi aku butuh ngobrol serius sama kamu. Dan kamu harus mau itu",kata beliau sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya.
"kalau aku nya ga mau??",kata ku agak bandel
"okey,hari ini tanggal 25,5 hari lagi kamu gajian,dan 7 hari lagi kamu harus transfer uang pada ibumu,betulkan??", kata beliau
"betul Dok,..."kata ku terpotong
"ya jelas betul,kamu dah terlalu sering bercerita hal itu pada dokter,tapi intinya hari ini tanggal 25,itu berarti kalu kamu teratur minum obat setalah makan siang hari ini obat mu habis, dan kalau kamu ga mau ngobrol soal penyakit mu kamu boleh cari obat di tempat lain,dan saya pastikan dokter lain udah tutup,karena setiap kamu datang ketempat dokter pasti tak lebih cepat dari 15 menit sebelum dokter tutup. itu benar kan?"kata dokter Na'a yang semakin hafal sikap ku.
"okey deh dokter bawel,aku kalah deh,dan siap nurutin dokter"kata ku.
"nah,gitu dong,kalau gitu dong kamu jadi ganteng,tapi inget seganteng-gantengnya kamu masih lebih gantengan dokter ya??"kata dokter mulai bercanda
"okey,siap komandan,lebih cepat lebih baik,kita mulai."kata ku lirih
"baiklah tuan Anggoro Seno. Mengenai penyakit mu sejak awal dokter sudah menganjurkan kamu buat operasi.tapi kamu selalu punya alasan untuk tidak melakukannya. dan menolak di periksa secara detail saat mengambil obat. memang nya kamu pikir beli obat itu semudah beli tempe goreng di warteg apa?,dan kamu juga tahukan dosis obat kamu setidaknya tak cuma sebesar obat pilek anak TK Nggo ",kata dokter
"okey dok,aku juga tahu dok tentang semua itu,terkadang aku juga berfikir tentang hal itu. lalu apa dokter punya solusi selain oprasi"tanya ku.
"ya,kalau solusi selain oprasi,itu sama saja nyuruh dokter bermain sulap dong Nggo,dan kamu tahulan dokter sekolah terakir di Kedokteran buukan persulapan,"kata dokter.
"iyaa,dokt,lantas gimana dokt,aku denger kata operasi saja males apalagi harus menjalaninya."kataku semakin menurunkan nada bicara ku.
"itulah yang harus kamu rubah dalam diri mu. kamu harus bisa melakukan sesuatu yang tidak kamu suka demi kebaikan kamu Nggo,".kata Dokter
"Kebaikan??,kebaikan apa Dok?,cepat atau lambat setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian. Mungkin penyakit ini bisa membunuh ku dok,namun apa dokter rasa operasi akan menjamin aku bisa hidup dua puluh tahun atau lebih dok. belum juga kalau operasi itu gagal dok,dan biaya juga tak sedikit dok, tak lebih murah dari batu nisan dan kain kafan dok.",kata ku
"okey,okey,dokter ngerti,memang semua ini tak mudah,tapi kalau kamu mau Dokter punya teman lebih meyakinkan. dia lulusan salah satu sekolah kedokteran di Jerman,dan bekerja sebagai dokter 7 tahun di Singapura. dan dalam waktu dekat ini insyaallah kami akan merintis sebuah rumah sakit di Jogja. kalau kamu mau dokter bisa usahakan."kata dokter.
"tapi Dok,semua butuh biaya yang ga sedikit dok,"kata ku.
"soal biaya kamu bisa membayarnya kurang dari 70% nya. kebutulan dokter juga punya kenalan yang sangat peduli pada kesehatan. selama ini,kurang lebih ada 20 pasien operasi organ dalam yang dia bantu pembiayaannya. bahkan tiga diantaranya semua biaya 100% di tanggung dia, bagaimana??",kata dokter.
"baiklah dok,nanti saya pikirkan dulu."kata ku.
"semua terserah kamu,yang pasti obat mu ini hanya menekan pertumbuhan penyakit mu. tak bisa menuntaskan,dan dosisnya juga lumayan. bila kamu terus konsumsi tetap akan ada efek samping bahkan kemungkin terburuknya adalah kerusakan organ lainya.apa kamu mau minum obat terus sampai tua. nih"kata dokter sambil memberikan obatnya.
"ngga juga dok,mungkin belum sampai tua aku udah mati duluan."kata ku sambil memasukan obat kedalam tas.
"ya,semua terserah kamu,tapi satu hal yang pasti,kamu bukan mau operasi jabtung ataupun organ dalam lainnya. kamu cuma butuh pengangkatan tumor itu Nggo."kata dokter
"tapi apa dokter lupa,ada tiga titik tumbuh penyakit ini,dan salah satunya mendekati Paru-paru".kata ku
Dokter Na'a diam mendengar ucapan ku barusan.
"ya udahlah dok,aku pikirkan lagi saran dokter.dan ongkos obatnya entar aku transfer."kata ku sambil bersiap-siap pulang.
"okey-okey,siap.aku tunggu kabarnya."kata dokter
"okey dok,secepatnya aku kabari,ya udah dok aku permisi dulu,"kata ku sambil mengulurkan tangan.
"yap,hati-hati di jalan. jaga kesehatan"kata dokter
"baik dok,asssalamualaikum"kata ku sambil meninggalkan dokter berlahan.
"waalaikum salam,hati-hati,"kata dokter
"okey dok".kata ku sambil membuka pintu keluar.
"o,iya Nggo,kalau ga ada acara,besok sore mainlah ke rumah, Hamdal nanyain kamu"kata dokter
"okey,dok insyasllah aku datang,"kata ku.
aku pun bergegas pulang,hari sudah merambah magrib. langit-langit kota mulai menyala-nyala.
sementara batin ku masih terngiang-ngiang kata-kata Dokter Na'a tadi. Ya,Alloh semua ku serahkam pada mu. beri hamba petunjuk dan keberanian..
(bersambung)
(bersambung)
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Sabtu, 19 Januari 2013
