Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Andai Satu Menit Itu Seratus Detik (3/-)

Ya,Alloh semua ku serahkam pada mu. beri hamba petunjuk dan keberanian....
.....
adzan magrib mulai menembus gemuruh kota ini. kelelawar mulai berterbangan walau tak sebanyak laron. aku pun coba enyah dari lamunan senja ku, bergegas ke mushola samping tempat tinggal ku. ku ambil air wudhu dan cap cus ke mushola.
setiba di depan mushola aku melihat sesuatu. Dan itu adalah seorang gadis yang duduk di serambi mushola, sepertinya menunggu iqomah. Tanpa sadar aku tertegum memandangnya dari pagar depan. sungguh indah dan sejuk di mata dan hati. Matanya berbinar indah,hidungnya mancung, dan bibirnya tipis. Sungguh anggun gadis ini.
"Jangan mengambil sesuatu yang bukan hak mu,"kata seseorang seusia ku mengejutkan ku.
"astagfirulloh"kata ku sepontan terkejut.
"Semua ada waktunya,tapi saat ini kamu belum sepantasnya memandangnya sejauh itu,ambilah air wudhu dan bergegaslah masuk"katanya sambil meletakkan tangannta di punggung ku dan berlalu masuk mushola.
aku pun hanya diam dan bergegas wudhu lagi dan masuk mushola.

Setelah Sholat magrib aku duduk duduk menikmati langit magrib yang belum sepenuhnya gelap.
"indah sekali ya langit nya mas"lagi lagi aku di kejutkan suaea orang yang sama.
"ehh,iya mas"kata ku agak terkujut
"Perkenalkan aku Dhimas,"kata mas-mas itu sambil mengulurkan tangannya.
"aku Anggo,aku tinggal di kontrakan sebelah"kata ku sambil menjawab uluran tangannya.
"maaf udah ngejutin sampean tadi"kata Dhimas sambil duduk di samping ku.
"iya mas,ga papa".kata ku
"gadis itu namanya Amira,gadis cantik dan juga terkenal santun serta cerdas di lingkungan ini."kata Dhimas sambil ikut memandang langit.
"iya mas,"kata ku singkat.
"dia tinggal di samping rumah ku,50meter dari sini. sebenarnya masih ada ikatan saudara dengan ku.kasian dia..."kata Dhimas
"lho kok kasian,kenapa??"kata ku ingin tahu.
"ya,kasian dia, di tengah kecantikan dan prestasinya selama ini,dia menyimpan penyakit serius yang sewaktu-waktu bisa membawanya pergi jauh"kata Dhimas
"haaa,beneran mas"kata ku terkejut
"yaa, begitulah,dia hanya menunggu datangnya malaikat,walaupun sebenarnya ajal rejeki dan jodoh adalah rahasia Tuhan, sejak SMA dia terus-terusan menyambung nafasnya dengan obat. dulu dia punya dua orang kakak tapi seorang diantaranya meninggal dengan penyakit yang sama."kata Dhimas
"malang sekali ya dia,.."kata ku
"ya mungkin kita melihatnya begitu, tapi dia selalu bisa tersenyum dan bersyukur seolah dia baik-baik saja.,dan ku rasa kamu tertarik padanya",katanya sambil melihat.
"apa sih,.. siapa yang tak tertarik melihat gadis secantik dia,"kata ku malu-malu
"itulah kenapa aku bercerita sejauh ini,dan kamu tau ngga?"kata Dhimas yang kemudian dian
"tahu apa Dhim, lihat aja juga barusan"kata ku
"yaa mungkin karena kamu terlalu sering melamun dan cuel pada kami,pada hal kita hampir setiap sore sholat di mushola yang sama"kata Dhimas
"masa sih Dhim,"kata ku
"dan Amira sering memperhatikan mu tapi kamu tak tahu juga kan?"kata Dhimas
"ahh,bercanda kamu Dhim"kataku sambil menyodok Dhimas malu-malu.
"yehh,beneran,kalo ngga ngapain aku cerita sejauh ini sama orang baru aku kenal. Dia masih sodara sama aku,dan sejak kecil kami selalu sama-sama. makanya aku cerita ini sama kamu,supaya kamu bisa menyikapi keadaan ini. kalau kamu suka sama dia sikapilah dengan bijak. kamu tahu kemungkinan terburuknya. dan bila kamu mau mendekatinya, dekatilah dengan cara yang benar dan santun,jika tidak,jangan beri dia harapan. kalian sudah cukup usia untuk saling mengenal,dan ingat semua ada prosedur."kata Dhimas
"okey lah Dhim,aku ngerti,"kata ku
"Baguslah kalau kamu ngerti."kata Dhimas.

tak terasa sudah sampai adzan Isya berkumandang kami duduk ngobrol. kami pun bergegas ambil air wudhu dan sholat.
selepas isya aku bergegas pulang. ku kenakan Sandalku dan bergegas.
"Nggo,Nggo,"terdengar suara Dhimas memanggil ku
"iya,ada apa Dhim,"kata ku sambil menghentikan langlah ku.
"engga,cuma mau bilang,kalau ada waktu main lah ke tempat ku. aku tinggal di sebelah sana,samping pemancingan."kata Dhimas sambil menunjuk arah rumahnya.
"okey,gampanglah Dhim,kapan-kapan aku nain ke tempatmu."kata ku.
saat kami sedang ngobrol dari depan mushola Amira mendekati kami. dan sesaat itu juga dada ku berdebar-debar.
"kak Dhimas,buruan yuk,ditungguin ibu nih,"kata gadis itu sambil menepuk punggung Dhimas dari belakang.
"eee,iya,e iya.. astagfirulloh,kamu Ra,ngejutin aja lu"kata Dhimas terkejut.
melihat ekspresi Dhimas kami pun tertawa,dan Amira hanya senyum. sungguh wanita yang sempurna.
"eh,malah pada ketawa... o,iya Nggo kenalin ini adik ku namanya Amira,dan Amira ini Anggoro"kata Dhimas.
"Anggoro,"kata ku sambil mengulurkan untuk berkenalan.
"maaf,aku Amira,senang berkenalan dengan mu ", kata Amira sambil menolak berjabat tangan.
"oww,senang berkenalan dengan mu"kata ku sambil menarik tangan ku.
"ya udah,yo kak Dhimas,ntar ibu kalamaan nunggunya"kata Amira
"iya,iya,ya udah kita duluan ya,mainlah ke rumah",kata Dhimas
"okey,kapan-kapan insyaalloh aku main"kata ku
"yuk ah,duluan ya kak,"kata Amira sambil menarik Dhimas.
"iya Ra,"kata ku
"iya,iya,yuk Nggo duluan"kata Dhimas
"yuk,hati-hati di jalan"..
mereka pun pulang,namun baru beberapa langkah Amira menoleh dan melempar senyum pada ku. Aku pun hanya melambaikan tangan ku setinggi dada. dan amira pun melanjutkan jalannya dengan bercanda dengan Dhimas.Mereka lebih seperti saudara kandung.
dan aku pun juga melanjutkan jalan ku.

memang tak ada Jingganya senja yang tak berganti gelap dan kemudian ada bintang dan bulan dalam langit yang gelap,dan kemudian mereka juga tenggelam berganti indah nya matahari yang malu-malu membuat langit pagi berubah Jingga sebelum akirnya dia pun juga tenggelam. memang keindahan tak pernah abadi dan tergantikan akan keindahan lain sebelum akirnya semua tiba di keabadian. terimakasih ya Alloh kau masih membiri ku menjumpai sosok keindahan yang kau ciptakan ya Alloh. sekalipun mungkin tak lama semua ini aku rasakan. Ya;Alloh bolehkah aku minta Seratus detik dalam satu menit ku ya Alloh. terus dan terus hati ku pun bergejolak dalam perjalanan pula.g ku.
"hehh,andai satu menit itu seratus detik" kata ku sambil tersenyum kecil....
,...(bersambung)

0 komentar:

Posting Komentar