Andai Satu menit itu seratus detik setidaknya aku bisa menikmati lebih panjang sedikit sebelum semua aku lewatkan.
hari berlahan redup, hari ini aku ada janji sama dokter Na'a buat ngambil obat. Obat ku tinggal sekali minum. Setidaknya ini ikhtiar yang bisa ku lakukan. Selagi masih bisa kita harus terus hidup.
Pintu aku kunci,dan ku kayuh sepeda ku. Tempat Dokter Na'a tak jauh dari tempat ku. Dan aku selalu datang sore gini,kurang lebih 20 menit sebelum Dokter Na'a tutup.
"sore Dokt,Assalamualaikum??", tegur ku sambil mem buka pintu.
"sore,Wallaikumsalam... Eh,kamu Nggo,masuk dan duduk yang manis ya",kata Dokter Na'a sambil merapikan dokumen di mejanya.
"sibuk amat dok, emang udah terlalu banyak orang mau mati di negeri ini dok,"kata ku.
"ya,mati sih takdir Nggo,cepat lambat kita juga lari kesana. Tapi ga ada salahnya berusaha"katanya sambil menghempaskan badannya ke kursinya.
"Obat ku habis dok,aku ke sini mau cari obat,Dokter tahukan penyakit apa,??,,jadi ga usah pake priksa-priksa dan di marahin kan",kata ku.
"okey,Anggoro Seno yang temprament, aku ga akan periksa,juga ga perlu marahin kamu.tapi aku butuh ngobrol serius sama kamu. Dan kamu harus mau itu",kata beliau sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya.
"kalau aku nya ga mau??",kata ku agak bandel
"okey,hari ini tanggal 25,5 hari lagi kamu gajian,dan 7 hari lagi kamu harus transfer uang pada ibumu,betulkan??", kata beliau
"betul Dok,..."kata ku terpotong
"ya jelas betul,kamu dah terlalu sering bercerita hal itu pada dokter,tapi intinya hari ini tanggal 25,itu berarti kalu kamu teratur minum obat setalah makan siang hari ini obat mu habis, dan kalau kamu ga mau ngobrol soal penyakit mu kamu boleh cari obat di tempat lain,dan saya pastikan dokter lain udah tutup,karena setiap kamu datang ketempat dokter pasti tak lebih cepat dari 15 menit sebelum dokter tutup. itu benar kan?"kata dokter Na'a yang semakin hafal sikap ku.
"okey deh dokter bawel,aku kalah deh,dan siap nurutin dokter"kata ku.
"nah,gitu dong,kalau gitu dong kamu jadi ganteng,tapi inget seganteng-gantengnya kamu masih lebih gantengan dokter ya??"kata dokter mulai bercanda
"okey,siap komandan,lebih cepat lebih baik,kita mulai."kata ku lirih
"baiklah tuan Anggoro Seno. Mengenai penyakit mu sejak awal dokter sudah menganjurkan kamu buat operasi.tapi kamu selalu punya alasan untuk tidak melakukannya. dan menolak di periksa secara detail saat mengambil obat. memang nya kamu pikir beli obat itu semudah beli tempe goreng di warteg apa?,dan kamu juga tahukan dosis obat kamu setidaknya tak cuma sebesar obat pilek anak TK Nggo ",kata dokter
"okey dok,aku juga tahu dok tentang semua itu,terkadang aku juga berfikir tentang hal itu. lalu apa dokter punya solusi selain oprasi"tanya ku.
"ya,kalau solusi selain oprasi,itu sama saja nyuruh dokter bermain sulap dong Nggo,dan kamu tahulan dokter sekolah terakir di Kedokteran buukan persulapan,"kata dokter.
"iyaa,dokt,lantas gimana dokt,aku denger kata operasi saja males apalagi harus menjalaninya."kataku semakin menurunkan nada bicara ku.
"itulah yang harus kamu rubah dalam diri mu. kamu harus bisa melakukan sesuatu yang tidak kamu suka demi kebaikan kamu Nggo,".kata Dokter
"Kebaikan??,kebaikan apa Dok?,cepat atau lambat setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian. Mungkin penyakit ini bisa membunuh ku dok,namun apa dokter rasa operasi akan menjamin aku bisa hidup dua puluh tahun atau lebih dok. belum juga kalau operasi itu gagal dok,dan biaya juga tak sedikit dok, tak lebih murah dari batu nisan dan kain kafan dok.",kata ku
"okey,okey,dokter ngerti,memang semua ini tak mudah,tapi kalau kamu mau Dokter punya teman lebih meyakinkan. dia lulusan salah satu sekolah kedokteran di Jerman,dan bekerja sebagai dokter 7 tahun di Singapura. dan dalam waktu dekat ini insyaallah kami akan merintis sebuah rumah sakit di Jogja. kalau kamu mau dokter bisa usahakan."kata dokter.
"tapi Dok,semua butuh biaya yang ga sedikit dok,"kata ku.
"soal biaya kamu bisa membayarnya kurang dari 70% nya. kebutulan dokter juga punya kenalan yang sangat peduli pada kesehatan. selama ini,kurang lebih ada 20 pasien operasi organ dalam yang dia bantu pembiayaannya. bahkan tiga diantaranya semua biaya 100% di tanggung dia, bagaimana??",kata dokter.
"baiklah dok,nanti saya pikirkan dulu."kata ku.
"semua terserah kamu,yang pasti obat mu ini hanya menekan pertumbuhan penyakit mu. tak bisa menuntaskan,dan dosisnya juga lumayan. bila kamu terus konsumsi tetap akan ada efek samping bahkan kemungkin terburuknya adalah kerusakan organ lainya.apa kamu mau minum obat terus sampai tua. nih"kata dokter sambil memberikan obatnya.
"ngga juga dok,mungkin belum sampai tua aku udah mati duluan."kata ku sambil memasukan obat kedalam tas.
"ya,semua terserah kamu,tapi satu hal yang pasti,kamu bukan mau operasi jabtung ataupun organ dalam lainnya. kamu cuma butuh pengangkatan tumor itu Nggo."kata dokter
"tapi apa dokter lupa,ada tiga titik tumbuh penyakit ini,dan salah satunya mendekati Paru-paru".kata ku
Dokter Na'a diam mendengar ucapan ku barusan.
"ya udahlah dok,aku pikirkan lagi saran dokter.dan ongkos obatnya entar aku transfer."kata ku sambil bersiap-siap pulang.
"okey-okey,siap.aku tunggu kabarnya."kata dokter
"okey dok,secepatnya aku kabari,ya udah dok aku permisi dulu,"kata ku sambil mengulurkan tangan.
"yap,hati-hati di jalan. jaga kesehatan"kata dokter
"baik dok,asssalamualaikum"kata ku sambil meninggalkan dokter berlahan.
"waalaikum salam,hati-hati,"kata dokter
"okey dok".kata ku sambil membuka pintu keluar.
"o,iya Nggo,kalau ga ada acara,besok sore mainlah ke rumah, Hamdal nanyain kamu"kata dokter
"okey,dok insyasllah aku datang,"kata ku.
aku pun bergegas pulang,hari sudah merambah magrib. langit-langit kota mulai menyala-nyala.
sementara batin ku masih terngiang-ngiang kata-kata Dokter Na'a tadi. Ya,Alloh semua ku serahkam pada mu. beri hamba petunjuk dan keberanian..
(bersambung)
hari berlahan redup, hari ini aku ada janji sama dokter Na'a buat ngambil obat. Obat ku tinggal sekali minum. Setidaknya ini ikhtiar yang bisa ku lakukan. Selagi masih bisa kita harus terus hidup.
Pintu aku kunci,dan ku kayuh sepeda ku. Tempat Dokter Na'a tak jauh dari tempat ku. Dan aku selalu datang sore gini,kurang lebih 20 menit sebelum Dokter Na'a tutup.
"sore Dokt,Assalamualaikum??", tegur ku sambil mem buka pintu.
"sore,Wallaikumsalam... Eh,kamu Nggo,masuk dan duduk yang manis ya",kata Dokter Na'a sambil merapikan dokumen di mejanya.
"sibuk amat dok, emang udah terlalu banyak orang mau mati di negeri ini dok,"kata ku.
"ya,mati sih takdir Nggo,cepat lambat kita juga lari kesana. Tapi ga ada salahnya berusaha"katanya sambil menghempaskan badannya ke kursinya.
"Obat ku habis dok,aku ke sini mau cari obat,Dokter tahukan penyakit apa,??,,jadi ga usah pake priksa-priksa dan di marahin kan",kata ku.
"okey,Anggoro Seno yang temprament, aku ga akan periksa,juga ga perlu marahin kamu.tapi aku butuh ngobrol serius sama kamu. Dan kamu harus mau itu",kata beliau sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya.
"kalau aku nya ga mau??",kata ku agak bandel
"okey,hari ini tanggal 25,5 hari lagi kamu gajian,dan 7 hari lagi kamu harus transfer uang pada ibumu,betulkan??", kata beliau
"betul Dok,..."kata ku terpotong
"ya jelas betul,kamu dah terlalu sering bercerita hal itu pada dokter,tapi intinya hari ini tanggal 25,itu berarti kalu kamu teratur minum obat setalah makan siang hari ini obat mu habis, dan kalau kamu ga mau ngobrol soal penyakit mu kamu boleh cari obat di tempat lain,dan saya pastikan dokter lain udah tutup,karena setiap kamu datang ketempat dokter pasti tak lebih cepat dari 15 menit sebelum dokter tutup. itu benar kan?"kata dokter Na'a yang semakin hafal sikap ku.
"okey deh dokter bawel,aku kalah deh,dan siap nurutin dokter"kata ku.
"nah,gitu dong,kalau gitu dong kamu jadi ganteng,tapi inget seganteng-gantengnya kamu masih lebih gantengan dokter ya??"kata dokter mulai bercanda
"okey,siap komandan,lebih cepat lebih baik,kita mulai."kata ku lirih
"baiklah tuan Anggoro Seno. Mengenai penyakit mu sejak awal dokter sudah menganjurkan kamu buat operasi.tapi kamu selalu punya alasan untuk tidak melakukannya. dan menolak di periksa secara detail saat mengambil obat. memang nya kamu pikir beli obat itu semudah beli tempe goreng di warteg apa?,dan kamu juga tahukan dosis obat kamu setidaknya tak cuma sebesar obat pilek anak TK Nggo ",kata dokter
"okey dok,aku juga tahu dok tentang semua itu,terkadang aku juga berfikir tentang hal itu. lalu apa dokter punya solusi selain oprasi"tanya ku.
"ya,kalau solusi selain oprasi,itu sama saja nyuruh dokter bermain sulap dong Nggo,dan kamu tahulan dokter sekolah terakir di Kedokteran buukan persulapan,"kata dokter.
"iyaa,dokt,lantas gimana dokt,aku denger kata operasi saja males apalagi harus menjalaninya."kataku semakin menurunkan nada bicara ku.
"itulah yang harus kamu rubah dalam diri mu. kamu harus bisa melakukan sesuatu yang tidak kamu suka demi kebaikan kamu Nggo,".kata Dokter
"Kebaikan??,kebaikan apa Dok?,cepat atau lambat setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian. Mungkin penyakit ini bisa membunuh ku dok,namun apa dokter rasa operasi akan menjamin aku bisa hidup dua puluh tahun atau lebih dok. belum juga kalau operasi itu gagal dok,dan biaya juga tak sedikit dok, tak lebih murah dari batu nisan dan kain kafan dok.",kata ku
"okey,okey,dokter ngerti,memang semua ini tak mudah,tapi kalau kamu mau Dokter punya teman lebih meyakinkan. dia lulusan salah satu sekolah kedokteran di Jerman,dan bekerja sebagai dokter 7 tahun di Singapura. dan dalam waktu dekat ini insyaallah kami akan merintis sebuah rumah sakit di Jogja. kalau kamu mau dokter bisa usahakan."kata dokter.
"tapi Dok,semua butuh biaya yang ga sedikit dok,"kata ku.
"soal biaya kamu bisa membayarnya kurang dari 70% nya. kebutulan dokter juga punya kenalan yang sangat peduli pada kesehatan. selama ini,kurang lebih ada 20 pasien operasi organ dalam yang dia bantu pembiayaannya. bahkan tiga diantaranya semua biaya 100% di tanggung dia, bagaimana??",kata dokter.
"baiklah dok,nanti saya pikirkan dulu."kata ku.
"semua terserah kamu,yang pasti obat mu ini hanya menekan pertumbuhan penyakit mu. tak bisa menuntaskan,dan dosisnya juga lumayan. bila kamu terus konsumsi tetap akan ada efek samping bahkan kemungkin terburuknya adalah kerusakan organ lainya.apa kamu mau minum obat terus sampai tua. nih"kata dokter sambil memberikan obatnya.
"ngga juga dok,mungkin belum sampai tua aku udah mati duluan."kata ku sambil memasukan obat kedalam tas.
"ya,semua terserah kamu,tapi satu hal yang pasti,kamu bukan mau operasi jabtung ataupun organ dalam lainnya. kamu cuma butuh pengangkatan tumor itu Nggo."kata dokter
"tapi apa dokter lupa,ada tiga titik tumbuh penyakit ini,dan salah satunya mendekati Paru-paru".kata ku
Dokter Na'a diam mendengar ucapan ku barusan.
"ya udahlah dok,aku pikirkan lagi saran dokter.dan ongkos obatnya entar aku transfer."kata ku sambil bersiap-siap pulang.
"okey-okey,siap.aku tunggu kabarnya."kata dokter
"okey dok,secepatnya aku kabari,ya udah dok aku permisi dulu,"kata ku sambil mengulurkan tangan.
"yap,hati-hati di jalan. jaga kesehatan"kata dokter
"baik dok,asssalamualaikum"kata ku sambil meninggalkan dokter berlahan.
"waalaikum salam,hati-hati,"kata dokter
"okey dok".kata ku sambil membuka pintu keluar.
"o,iya Nggo,kalau ga ada acara,besok sore mainlah ke rumah, Hamdal nanyain kamu"kata dokter
"okey,dok insyasllah aku datang,"kata ku.
aku pun bergegas pulang,hari sudah merambah magrib. langit-langit kota mulai menyala-nyala.
sementara batin ku masih terngiang-ngiang kata-kata Dokter Na'a tadi. Ya,Alloh semua ku serahkam pada mu. beri hamba petunjuk dan keberanian..
(bersambung)
Filed Under : by tri widhiono
Sabtu, 05 Januari 2013
0 komentar:
Posting Komentar