Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

sexy to the "Sepi"

"tuk kesekian kali aku jatuh cinta, jatuh cinta pada pandangan pertama. cinta dari dalam dada, pada setiap wanita-wanita cantik. dan yakin dia yang terbaik. dia yang tercantik,dia yang terindah,dia yang tersantun, dan dia yang termalang bila percaya akan kata-kata ini."

Yah,begitulah. Itu adalah kata-kata yang mudah di rangkai. oleh laki-laki manapun. dan wanita tak jauh beda dari kami yang suka mengobral kata itu bila percaya dan mempertimbangkan kami dari kata-kata itu. tak usah dipungkiri, kalau laki-laki memprioritas kehangatan dari tubuh indah wanita. lalu membingkainya dengan kata-kata cintai,dan cuss,si putri malu pun masuk perangkap. entah masuk perangkap atau mereka pun sama punya pikiran jorok. hah,entahlah. dunia ini semakin tua,dan kita juga semakin munafik. semakin tak bisa di bedakan tentang ketulusan atau kebohongan yang sistimatis. semua senakin samar. sepasang manusia yang tampak mesra dan mesum di tempat umum juga makin marak. si cwe berpakain sexi biar di bilang modis,dan si cwo megandeng cwe sexi biar di bilang laki atau sekedar naikin status wah di suatu kelompok,entah keluarga atau temen2 jalan. hasss,sexi itu bukan berarti ngobral badan coy. menurut gua cwe kaya gitu tuh ga jauh lebih hebat dari wanita-wanita yang mereka bilang aneh karena cadar atau pakaiannya. percumah dibilang sexi,kalau diobral pasti juga di tawar put. liku kehidupan bisa lebih tajam dari tikungan-tikungan di gunung akira. pemikiran yang mereka anggap lurus bisa saja itu ilusi belaka. yang menjajikan jalan baru yang tak pernah ada dalam sekema.dan brakkk,jalan itu mungkin bisa membawa mereka lebih cepat sampai bawah sana,tapi mungkin setan yang mengatakan mereka kan baik-baik saja. padahal, mungkin kalkulasi sains akan meletakkan mereka pada kehancuran bila sebuah benda jatuh dengan kecepatan tinggi dan keluar dari koridor. sebenarnya tak mengejutkan kalau cwe semakin banyak berpakaian super sexi tapi marah ketika diingatkan,dipandangi apalagi di toel. atas dasar kebebasan dan hak asasi mereka merasa bebas melakukannya dan menyakahkan sikap respinsif lingkungan. dalam kontek seperti ini kebebasan itu hanya omong kosong,dan hak asasi itu ketololan serius. semua ga lebih dari imperialisme barat yang sukses menodai pancasila. tapi well, semua sudah di jelaskan. sebagian besar penghuni beraka itu kaum wanita. mereka ga bakalan dapat pujian,cinta,kasih sayang yang tulus dari tampilan seksi mereka. mungkin mereka hanya dapat stand kuat buat " sluku-sluku bathok" di kehancuran dan meraka. dan laki-laki hanya mengharap kehangatan dan kenyalnya tubuh kalian.

0 komentar:

Posting Komentar