Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Coba Hapus satu kata

Sebuah jati diri, kepribadian, dan nafas. Mungkin itulah komponen-komponen kontruksi dari sesosok pribadi yang ku sebut "AKU".yah,aku. Sedang cita-cita yang dulu sering ditanyakan guru TK ku,sudah mulai kuhapus pelan-pelan walau belum mampu semua. Buat ku kata Mimpi itu lebih berharga walau tak se elit dan se mahal cita-cita. Cita-cita buat ku adalah hal yang mahal. Kebanyakan orang di masa kecil ku bilang mengatakan "Gantungkanlah cita-cita setinggi langit"... Hehh,langit,sampai hari ini saja aku tak pernah mendengar berita seorang mampu mengukur berapa tinggi langit dari permukaan laut ataupun permukaan bumi. Mungkin jika ada katak menjadi seekor profesor,baru ada kata penanggal akan ketinggian langit. Namun saat itu aku benar-benar cita ku di langit sana. Dan entah berapa jumlah yang ku gantungkan. Dan setelah aku dewasa dan hendak mengambil cita-cita itu,sebuah harga yang melebihi langit di patok untuk semua. Jangankan langit,untuk ke everest saja tak dengan 200 ribu rupiah. Yah,200 ribu rupiah untuk mensedekahi pengemis dari Pacitan sampai Himalaya masih kurang,apalagi meraih cita-cita di langit. Bagiku Cita-cita itu hanya pembodohon masal,yang senantiasa dijejalkan pada bocah-bocah polos anak-anak para buruh. Yang dipaksa patah dan onani akan satu hal yang mereka inginkan.

Dan bagi ku,kalian yang punya nafas tak perlu punya cita-cita. Tapi satu hal yang akan menggatikannya, yaitu MIMPI. Sebuah hal yang besar tanpa orbit yang jelas menuju kesana.hanya butuh komitmen,ke uletan,kerja keras,dan lapang dada. Sebuah hal besar yang kita pertaruhkan Harga diri dan Pamor.

0 komentar:

Posting Komentar