Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Gang Sempit (1)

Dari gang-gang sempit ini kami dilahirkan. Di sebuah tempat damana gedung-gedung tinggi dapat disaksikan. Disanalah pekerjaan dijanjikan. Satu kata yang keluar akan menjadi uang di sana. Entahlah, padahal setahuku gedung itu bukan Bank pencetak uang. Katanya berkerja di sana sangat menyenangkan. Berangkat pagi,kemeja mlipis,sepatu mengkilat,dan celana elegan berikut dompet tebal yang siap membeli apapun,termasuk kehormatan,tahta,hukum dan wanita. Kerja menghadap komputer di ruang ber-AC dan berbicara dg sedikit diplomatis. Setidaknya iti akan menjadi mesin uang. Tapi sayang, semua pekerjaan itu bukan untuk kami. Kami hanyalah sampah,dan akan tetap menjadi sampah. Yang selalu was-was rumah-rumah kami akan di gusur dan diganti gedung-gedung tinggi. Dan kami harus tidur tanpa atap dan beranjang aspal. Sebuah mimpi buruk, yang selalu hadir pada pikiran kami saat hari mulai petang. Seolah mau menghibur kami yang kelelahan setelah seharian memulung sampah untuk kami mangkan. Ya,Sampah. Orang - sampah, makan sampah,dan sekedar makanan sampah saja kami harus berebut dan melangkah dengan rasa was-was akan gempuran penguasa dan perkumpulan sampah lainnya. Hidup kami kadang terasa tak adil,tapi bukan Tuhan merengkutnya, melainkan ada satu lagi sampah yang lebih sampah dari sampah-sampah seperti kami. Dan mereka menindaskami secara ekonomi,mental,dan terkadang hukum........

0 komentar:

Posting Komentar