Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Sesaat setelah detik ini.

Dan waktupun membawa kita pada sesuatu yang mungkin mengerikan. Gelap,dingin,buta,tuli,atau apapun yang menggambarkan sesuatu yang buruk. Hingga mungkin akan membuatmu tak mampu berpikir apa yang akan kau lakukan dalam tiga detik kedepan. Otak mu membeku,mulutpun gagu,pandangan kabur,dan berlahan serasa tersiram es dengan temperatur amat minus dari ujung kaki,naik ke  hingga ubun-ubun.Mungkin melewati lutut,ke perut membekukan apa yg ada di dalamngya,semakin keatas merengkut jantung hati dan paru,semakin keatas dan memejamlan mata mu. Gelap,hitam,memilukakan.mungkin lebih buruk dari ini. Karena tak ada yang selamat dari peristiwa ini. Dan bercerita tentang susuatu yang akan membuatmu menangis,dan itu adalah "KEMATIAN". Itulah kata yang mungkin terasa lebih  mengerikan dari segala bentuk rezim dan kediktaktoran. langit bisa saja terasa gelap saat itu, gerimis tipis-tibis berguguran menyapa belasungkawa detik itu. sesekali  kilat menyambar menerangi sepasan gagak terbang membelah langit duka yang begitu hitam. mungkin ada satu orang yang tak meneteskan air mata kala itu, dan itu kamu,yang terlanjur kaku dalam segulung moribertabur bunga wewangian. di sisi lain saudara-saudar mu yang sebagian tengah mebangun istana terakirmu. sebuah pintu sempit yang lebih renda dari permukaan bumi yang akan kau jumpai akhirat dari sana. tanpa teman, tanpa senjata, dan tanpa apa-apa yang biasa membuat berkawan. di sana tak ada jaringan Internet, signal ponsel atupun sekedar gelombang radio.ya tak ada yang di anggap besar didunia ini yang berarti disana.dan saat itu kamu benar-benar sendiri tanpa kawan dan segala hal di dunia ini yang membuatmu besar dan berwibawa.Dan kamu benar-benar  merasakan  "Ngluruk tanpo bolo, Sugih tanpo bondo, Bagus tanpo rupo,lan Sekti tanpo aji-aji" pada sejatinya Hanya Tuhan dan segala urusanNya yang menjadi kawan di sana nanti. Urusan baik menjandi kawan baik, dan urusan buruk hanya akan jadi petaka yang tak ada banding,kasasi,PK, juga revisi di sana. Mungkin aku dan kamu bisa menfapati itu lebih awal. Aku tak mengharap apa-apa dari kalian. Tak usah kalian perindah kuburan ku. Aku lebih suka kuburan diratakan dengan tanah pada umumnya. Aku lebih suka kaliam toharoh(bersuci) lalu mohonkan ampun untuk ku pada Tuhan.

0 komentar:

Posting Komentar