Masih teringat jelas hari itu, saat sebagian tersenyum dan sebagian memendan air matanya dan sisanya biasa-biasa saja. Semula aku tak akan menimbang. Ku anggap ini sebuah kelumrahan dalam jagad kehidupan. Hari itu benar-benar nampak. Mana yg berwajah peduli tapi membuli, dan siapa-siapa yg benar2 sayang. Sampai hari ini, entah sudah berapa jam itu berlalu, mungkin ratusan. Dan aku mulai merasakan anomali yg ku abaikan. Aku sakit hati. Aku tidak suka di dikte di bawah tekanan. Disuruh begini-begitu sesema orang bodoh. Aku tak tahu pasti, tapi aku hanya menebak. Sudah mulai terbuka mulut2 pengadu domba yg bicara dg menyacat dan melebihkan. Dan kebanyakan mereka menilai apa yang telah kulakukan, tapi masa bodo pada apa saja yang aku terima dan aku rasakan. Dan itu lebih perih dan nenyakitkan. Aku akan selalu mengingat akan semua karya ku yang telah memudar.
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Rabu, 07 Mei 2014
0 komentar:
Posting Komentar