Tutur lembut melantun lirih,
Menyapa kehampaan suara yang mulai muram,
Lalu adakah alasan untuk sebuah jawaban,
Akan sebercak pertanyaan yang tak ingin ku mengerti,
Aku ini laki-laki gagu,
Tak pandai merayu seindah biru,
Apa yang ku kata ku rasa hanyalah biasa,
Seperti yang terbisik dari hujan pada dinginnya malam,
Menggoyang-goyang cemara kesepian.
Sedang awan-awan di sana cemburu hati,
Dan kilat-kilat melesat menegur rasa,
Terkadang hidup ini lucu,
Yang patut ditertawakan sampai mendendam,
Tanpa perlu alasan tanpa banyak pilihan,
"Abaikan sajalah"
Aku suka orang yang tak terlalu mengerti ku dengan hati,
Berbicara apa adanya,
Dan tak terbata-bata mengeja mau ku.
Bukannya prioritas yang bebas namun terbatas,
Yang manusiawi tapi penuh diskriminasi,
Susah hati untu mengerti,
Akan tak berarti bila memilih satu hal:
"Abaikan sajalah"
Karena apa yang kau nikmati tak harus kau mengerti,
Seperti gerimis pada pada pelangi,
Seperti fajar pada langit pagi,
Datang dan pergi, tanpa yakin kan terulang kembali.
"Abaikan sajalah"
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
@benkwidhiono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Senin, 12 Mei 2014
0 komentar:
Posting Komentar