Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

14 Januari 2016

14 Januari 2016.
Apa kabarmu hari ini?,

Sinar matahari kembali memberi warna jagad raya setelah tadi sebentar tertutup mendung. Hujan yang tak begitu deras namun membasahkan itu setidaknya telah menjadi jeda. Menjadi spasi diantara rangkaian kalimat yang sibuk ditata hari ini.

O,iya manis, apa kau juga mendengar dentuman beberapa jam lalu?. Entah dari mana asalnya. Yang jelas, tidak mungkin kalau bom yang medak disekitar MH Thamrin siang tadi terdengar sampai ke pelosok Baturetno raya. Entah dari mana asalnya, tapi hal itu bukanlah pertama. Tiga atau empat kali lah hal itu terjadi beberapa tahun belakangan ini. Bahkan, menurut obrolan di warung kopi, pernah ada rumor kalau suatu dentuman yang pernah terjadi berasal pesawat jatuh. Ya, namun semua berita itu bersumber dari "jarene". Sampai saat aku tulis ini, tak ada berita ditemukan bangkai pesawat.

Entah bagaimana mulanya. Menurutku, kata Islam menjadi sering muncul sesaat setelah terjadi aksi teror dengan bomnya. Pun tak mengacu ke arah judge pada agama Islam. Tetap saja, teror bisa dilakukan siapa saja. Seorang yang terlalu teropsesi dengan film-film keren luar negeri mungkin bisa saja, mungkin,heehee.

Mendunianya jejaring sosial, membuat berita-berita bisa disebar luaskan begitu cepat dan bisa dilakukan siapa saja. Entah apa tujuan utamanya, yang pasti penyebar menyampaikan berita itu banyak orang walau kadang ditumpangi "X". Kadang ada yang hoax ga jelas. Sampai lupa menutupi sebagian yang tak patut dikonsumsi publik. Hal-hal yang disensor oleh media berita resmi, menjadi mentah-mentahan dan "telanjang" di jejaring sosial. Ada memang aturan yang resmi tentang dunia maya, tapi hanya beberapa dan sisanya hanya soal keetisan publik. Yang biasanya dilakukan reaksi mayoritas netizen. Ya, memang tak segarang KUHP, tapi jika kesadaran akan kepentingan bersama dan kepatutan dijunjung, itu lebih berpengaruh. Ya, biar bagaimanapun, dunia maya ya dunia MAYA. Penafsiran kata maya setidaknya mampu menjelaskan ketidak terbatasan netizen. Mungkin begitu.

Well, semoga kesadaran akan toleransi dan keetisan adalah cerminan setiap pribadi.

#Benk_wd

0 komentar:

Posting Komentar