Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

18 Januari 2016

18 Januari 2016.
Apa kabar kau pagi ini,manis?.
Sudahah kau bersantap pagi?, lekaslah,..

Suatu saat mungkin kita akan mengerti, hidup bukanlah sekedar lembaran kosong. Yang dengan pena kita, kita tulis cerita-cerita indah. Tak ada pelangi yang lebih indah selain pelangi yang datang selepas mendung dan hujan. Tak ada kebahagian yang lebih bahagia selain kebahagian yang kita dapat dengan kerja keras.

Semakin hari, semakin aku melihat, wajah-wajah yang tertawa kemarin itu mendadak lesu. Setiap rautnya seperti ada rasa kwatir akan hari esok. Bibir yang biasa merangkai senyum itu pun manyun. Berucap "bagaimana?" berulang. Memang beginilah, dan begitulah berulang -ulang,manis. Memang beginilah dunia kita. Dunia yang menjunjung tinggi pluralitas namun naif menuntut keseragaman. Tak mudah memang.

Mungkin, orang aku yang seperti ini tak memiliki banyak masalah. Tapi, bukankah masalah itu juga suatu kebutuhan?, sama halnya dengan air, udara, dan makanan. Sebagai suatu titik lumrah sebagai makluk yang hidup dimuka bumi ini. Ya, seperti pepatah jawa bilang ; "urip iku wang sinawang". Sama saja, akupun hidup bergelimang masalah. Jika hidupku tak ada masalah, mungkin hari ini aku sudah duduk bercanda denganmu.
Harus kuakui, aku tak cukup besar nyali bermain-main denganmu. Ya, serius. Ini bukan sekedar gombalan ataupun alasan seorang tak punya nyali untuk membela diri. Karena semua tentangmu adalah serius bagiku. Setiap sejengkal langkah mendekatmu, beban itu juga bertambah. Sebuah pertanyaan-pertanyaan yang menuntutku sebagai seorang laki-laki. Aku takut, apa yang kau cari tak kau temui bersamaku. Aku tak mau, pada akhirnya kecewa ditengah jalan. Karena bagiku, kau bukanlah sekedar lawan bbm'an, teman jalan-jalan, atau pelipur lelah selepas aku bekerja. Tapi lebih dari semua itu, aku ingin kau menjadi sesuatu yang tak mampu ternilai dalam hidupku, Teman hidup, dan alasan mendasar atas semua keputusan dan cucuran keringatku.

Yah, mungkin aku terlalu mengkhawatirkan hari esokku. Sebenarnya aku benci mendiskripsikan diri sendiri. Lepas dari semua itu, andai kau baca ini, satu hal yang ku ingin darimu ; aku bukanlah suatu kesempurnaan hidup, bukanlah pula suatu jaminan atas kebahagiaanmu, bukan juga yang mampu memberimu kebebasan yang tak terbatasi aturan. Hanya ada satu hal, aku akan berusaha keras untuk bisa, setidaknya menjadi teman hidup yang terbaik bagimu. Itu saja.

Semoga kau membacanya,

benk_wd

0 komentar:

Posting Komentar