Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

24 Januari 2015

Menjelang tengah malam, di pacitan barat.

Hari lumayan lelah. Menghabiskan matahari ahad diantara lereng-lereng gunung lawu. Jalan yang berkelok dengan tanjakan yang yang luar biasa sepanjang tawang mangu sampai telaga sarangan.serta jarak yang tak lagi dekat menghubungkan Pacitan dengan Magetan. Menurutmu, apa benar anak tangga di gerojokan sewu itu lebih dari 1000 anak tangga?, entahlah, seumur ini aku juga tak pernah menghitungnya. Menurut Pakde, hitungan tadi siang hanya mencampai angka enam ratusan. Itupun tak di hitung semua. Tentu, berlibur ke gerojokan sewu itu untuk menikmati keindahan alamnya. Yah, pokoknya hari ini menjadi hari yang bisa disebut berlibur diantara list ahadku. Hari yang melelahkan,meski berada diantara ribuan orang yang belum pernah kutemui sebelumnya. Mungkin.
Oiya, apa kabar kamu hari ini?, apa ahad mu juga melelahkanmu?,

Terlalu banyak hal yang kita "iyakan" tanpa kita pernah membuktikannya. Sesuatu yang terlalu cepat kita setujui tanpa tahu kebenaran 100% nya. Tak mungkin menyeragamkan persepsi semua orang. Yang satu bilang "iya" yang satunya lagi bilang "engga", dan lainnya mengangkat kedua telapak dan bahunya lalu bilang "entahlah" sambil mengangkat ke atas ekspresi wajahnya. Kita lahir bukan dari satu rahim dan dalam waktu bersamaan. Kita bukan produk yang diproduksi masal karena permintaan pasar. Lingkungan kita besar pun tak selalu sama. Kebutuhan jasmani dan fisik kita pun tak juga mendapatkan asupan yang sama. Jadi, peluang kita hidup dengan karakter yang saling berbedapun begitu berlipat ganda.
Well, mungkin hidup ini akan membosankan kalau semua orang benar terus. Atau yang satu selalu benar dan sarunya lagi selalu salah. Sudah suratan, jika manusia dan kebenaran itu selayaknya pantai dan gelombang laut. Kadang pasang kadang surut. Tak selalu bertemu memang, tapi karena itulah suasana tepian laut dirindukan. Karena perbedaan itu juga mungkin, kita saling dipertemukan dan melengkapi. Wakaupun pada akhirnya kita hanyalah kesementaraan yang saling meninggalkan. Selama masih di atas bumi ini, semua yang kita harap abadi hanyalah ilusi. Setidaknya, buatlah sebuah cerita yang kelak layak untuk kita ceritakan. Tentang persahabatan, kehidupan, atau percintaan yang tak melulu kearah selangkangan belaka.

Sebentar lagi hari berganti. Lekaslah lelap.
You're not superman, rest and good night.


Sebenarnya, siang tadi aku pengen sekali syal Pasoepati.

Benk_wd

0 komentar:

Posting Komentar