cinta tak pernah salah. cinta adalah satuan rasa dari sesuatu bernama hati. menyayangi, mengayomi, menjaga, menguja segala pinta dari setiap apa yang dicintai. cinta adalah anugrah sang Maha. ditanam dalam hati setiap manusia. untuk sesama, untuk semesta raya, Untuk menjadi penuntun jalan kembali pulang pada-Nya yang Esa, sang Maha Pengayom jagad semesta raya. begitupun kecintaanku padamu. agar tak kurasa sendiri menyusuri jalan kembaliku pada-Nya. kekasih, selamat pagi. tersenyumlah.
Cinta tak pernah pilih kasih. tak pernah hati tahu yang terbaik untuk dan atas ujung cerita. jika hari ini aku mencintaimu, hari ini juga aku akui aku mencintai wanita lain bahkan seluruh manusia dan semesta. karena aku yakini, cinta tak seperti wahyu, yang digariskan turun kebumi untuk seorang nabi. jadi aku mencintaimu seperti kecintaanku pada yang lain. tak istimewa tak berlimpah. karena aku tak pernah tau akan satu cara. menjadikannya istimewa dan berlimpah. hanya saja, ada harapan, kekaguman, rasa takut kehilangan, dan sebaris rasa yang menjadikanmu prioritas. menjadi nomer satu sebagai pemegang dayung disisi lain dayungku mengarungi jeram kehidupan. aku butuh kau, sebagai teman, penyeimbang, pemberi rasa damai di jagad raya hingga ke alam keabadian. aku butuh kau sebagai harta berharga untuk aku jaga. untuk ku selimuti dari dingin sikap jaman yang semakin tak jelas, arogan, egois. dunia yang semakin lucu. dihasut modernisasi dan liberalisasi. aku butuh kau sebagai ikatan yang akan selalu kuperjuangkan. jadi, maukah kau bersama-samaku, mengarungi jalan untuk kembali pulang, kekasih?. terimakah kau dengan rasa cinta yang sederhana ini, manis?.
langit berlahan cerah. pijar harapan dari hari yang melulu hujan. menyingsingkan cahaya terang, agar kau bisa melihat jelas aku disini. menantimu sampai kau mengerti. sampai kau menepi dari kefanaan duniawi.
dari penghujung segala negeri, yang dingin ataupun panas. yang hujan ataupun terik. kekasih, maukah kau menjadi seseorang yang mendengar ceritaku tentang penghianatan, kasih sayang, dan harapan, mula-mula sekali?.
dunia semakin gila saja. perang dan perang. penghasutan, penghianatan, memanfaatkan, dan segala sikap pengecut lainnya. seolah sudah lazim dalam kehidupan " mencari kawan ". persekutuan palsu, tipu-tipu. penjajahan tak pernah berakhir. akan selalu ada sampai dunia benar-benar melupakan bendera. dewasa ini, kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan individu. menjadi diri-sendiri yang mengalir namun tak hanyut. aku berharap, mencintaimu adalah atas dasar kemerdekaan individu. bukan karena standar paras estetika dari para penggila wanita, bukan pula penjajahan dari tangkapan indrawi akan dunia telanjang yang marak belakangan. bahkan, kau pernah dengar,manis?, sebuah papan iklan berteknologi dipersimpangan jalan di kota besar menayangkan atraksi memalukan itu. memang bukan resmi, ulah orang-orang tak bertanggung jawab.
o,ya manis. selamat beraktifitas di senin redup ini. tetap tersenyum.
Filed Under : by tri widhiono
Senin, 13 Februari 2017
0 komentar:
Posting Komentar