Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

02 Pebruari

Selamat pagi manisku, sudah sarapankah?, lekaslah.

Pagi gerimis bak langit tiada henti menangis. Menangisi dari setiap sudut jalan pengemis. Menangisi sikap reaktif dari pemikiran taktis. Kacau, runyam, ada apa dengan negeri ini yang konon demokratis. Kenapa dan apa yang terjadi pada para aktifis. Kemana mereka atau memang sudah habis. Mungkin benar, jangan kan manusia, malaikat saja andai masuk sistem ini bisa menjadi iblis.

Kemana perginya para parlemen jalanan?, yang mendukung penguasa terpilih dulu?. Apa kini mereka malah jadi staf dibalik singgahsana.

Manis, apa kita yang salah?, lahir dan tumbuh di bumi ini?, saling jatuh hati pada arus yang munafik. Romatis yang seperti apa yang mampu kita cipta. Apa yang indah dari kisah cinta di kubangan lumpur. Hanyut dalam kemunafikan atau dituduh ke kiri.

Well, tetap tersenyum manis. Kita nikmati suasana ini. Bertembok Kenaifan, beratap kemunafikan, berpintu doktrinasi ra mutu, bercendelakan dikte dan hoax. Kita pura-pura bahagia saja didalam rumah kita ini. Saat ini.

0 komentar:

Posting Komentar