Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

The Lands #1


Maka aku jelaskan seberapa sakit hidup dinegeri ini. negeri makmur yang di idamkan oleh semua orang, semua kubu dan kelompok-kelompok berkepentingan. Alasannya pun jelas. Adanya sebuah tujuan konfrontasi idealism dan sumberdaya. Negiriku bernama Indonesia. Sebuah tanah yang luan dari kepulauan asia sebelah tenggara.
Selama perang dingin antara Komunis-sosialis dan Liberal-kapitalis masih terus berlangsung, maka jangan harap ada kedamaian di negeri manapun kalian berpijak. Termasuk dinegeriku. Pada dasarnya tak ada idealism yang diciptakan dengan tujuan kerusakan, ketegangan ataupun distabilitas. Setiap idealism adalah wujud dari nilai luhur dari sebuah kebudayaan ataupu peradaban di suatu tempat tertentu. Yang ruang lingkupnya berupa bangsa ataupun antar bangsa. Tidak ada kekacauan yang direncanakan. Termasuk dengan fasisme. Fasisme bagiku tak lebihnya dari penggaris tebalan dari kontur idealism manapun. Dimana para penganutnya mengusung kejayaannya masing-masing. Mereka mengabaikan geografis dan etnis yang terpisah-pisah. Yang tentu tak akan mudah menerima idealism disuatu tempat untuk tempat yang lain.
Indonesia adalah negeri yang tak bisa dijelaskan dengan selembar kertas. Bahkan butuh waktu seumur hidup untuk seorang peneliti untuk mengkaji pola peradaban yang ada di negeri ini. itupun tak member jaminan mereka akan menyelesaikannya. Itulah yang melatar belakangi kaum-kaum berkepentingan terus melakukan percobaan-percobaan politik-sosial yang menimbul gejolak di masyarakat. Yang pada akhirnya mereka sendiri hanyut didalamnya dan melupakan eksperimen mereka. Eksperimen memang tak pernah berakhir. Karena pengambilan kesimpulan mereka selalu gagal untuk mendiskripsikan negeri ini dalam satu paragraph yang jelas dan universal.
Culture kebudayaan Indonesia yang beragam dan selalu dinamis. Tak bisa ditebak arah dan pergerakanya. Sebenarnya beberapa dari keberanian kaum berkepentingan menembus lapis-lapis terluar yang vital, namun selalu ada lapisan berikutnya. Kerapatan system keamanan politik –sosial diindonesia tak pernah direncanakan. Terbentuk dengan sendirinya sebagai wujud kristalisasi nilai-nilai peradaban dari sejarah besar negeri ini. baik yang dianggap lugas atau pun yang masih tabu karena tak ada keotentikan pendukung sejarah tersebut.  
Sebagai pasar, Indonesia punya daya jual yang tinggi. Sebagai produsen Indonesia mempunyai sumberdaya manusia yang mumpuni, dan sebagai pertahanan Bangsa ini meiliki darah kesatria yang mengalir dari militer hingga sipilnya. Yang tak dimiliki adalah Naluri menghancurkan. Bangsa ini mengedepankan jalan tengah sebagai kedamaian abadi. Kami tak menyukai perang tapi kami tak pernah takut mati di medan perang.
Hal itu dapat dibaca pada catatan-catatn sejarah Indonesia dari masa ke masa. Dimana titik kelemahan terbesar bangsa ini adalah pada penipuan-penipuan perundingan. Perang dunia kedua hingga era agresi militer belanda pasca proklamasi kemerdekaan ada kodisi yang teramat genting. Dan satu hal yang perlu digaris bawahi, di mata bangsa kami hal itu bukan masalah terbesar dalam perjalanan menuju pengakuan dunia pada kemerdekaan kami. Kami masih bisa diajak berunding. Itu artinya kami masih menganggap disstabilitas yang terjadi bukanlah yang terparah. Kami masih melihat ada celah perdamaian untuk manusia. Jika ingin melihat seperti apa kesiapan perang sesungguhnya bagi bangsa ini, kalian bisa membaca perang-perang besar yang pernah berkobar. Missal perang Pangeran Diponegoro, Jendral besar Sudirman, atau pertempuran Surabaya, Bandung lautan api, Puputan Margarana, pertempuran ambarawa dan masih banyak lagi. Dimana semuanya menceritakan sebuah peperangan yang maha dsyat. Dengan hanya menyisakan dua pilihan saja. Menang atau mati?. Jadi selama bangsa Indonesia masih bisa diajak duduk berunding, maka yakinlah perdamaian masih bisa diupayakan.
Dunia mungkin lebih popular mengenal Soekarno dari Indonesia. Dialah pemimpin besar revolusi. Kalian harus membaca hal-hal besar yang telah dia lakukan. Soekarno adalah orang yang akan dikagumi diseluruh dunia. Dibawah kepemimpinanya, kami pernah keluar dari keanggotaan Perserikatan bangsa-bangsa. Sebagai sikap tegas kami terhadap situasi yang tak berpihak pada kami. Soekarno juga mendirikan gerakan Non-blok. Juga mendukung kemerdekaan atas bangsa-bangsa di efrika dan lainnya. Tentu hal semacam itu tak pernah disukai oleh kaum penjajah. Dan sukarno tak pernah bernegosiasi atas sikap suka atau tidaknya bangsa manapun akan sikap yang diambilnya. Inilah sokerno, inilah Indonesia. Negeri yang mencintai perdamaan abadi.
Maka aku memberikan saran kepada kaum-kaum yang bermaksud melancarkan konfrontansi halus mereka terhadap kami untuk berhenti saat ini juga. Jangan menunggu sampai perang sebagai solusi atas tekanan-tekanan terhadap kami. Atau sebagai akibatnya akan merka tanggung, bahkan hingga anak cucu dan tujuh keturunan mereka.

0 komentar:

Posting Komentar