aku lihat langit pacitan masih sayup..
dalam detik yang masih awal..
mengiring sisingan fajar yang berubah jingga.
yah, sebuah sambutan hangat sebuah kota di akir tahun.
pagi ini aku hendak berjalan, menuju sesuatu yang tak bisa ku bawa pulang.
hanya sebilah rasa kehidupan.
sebagai obat manisnya kerinduan.
watu kapur,hargo dalem,hargo dumilah. adalah sedikit alasan,
untuk ku habiskan tahun dalam ketinggian.
hidup terkadang tak bisa dijelaskan.
dan ku berharap ini bukan pendakian terakhir ku
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
desember dua tahun lalu adalah awal perjalanan ku menjajaki ibu kota. dua kali bulan Ramadhan, tiga kali pesta Tahun baru, dan ribuan cerita telah ku lewati dua tahun ini. dan hari ini aku memilih menjadikan hari ini yg terakir di ibu kota. Terima kasih buat semua,Keluarga,teman, dan semuanya. aku akan merindukan kalian.
Diskusi : "Selamat Jalan, Kawan !!" - Inspirasi.co
Filed Under : by tri widhiono
Jumat, 06 Desember 2013"Kehidupan" ( dari Tuhan kembali pada TUhan )
Filed Under : by tri widhiono
Minggu, 10 November 2013ada untuk cinta yang kian mendalam. setidaknya aku berharap semua ini akan terbalas. sekalipun bila waktu mau berbagi, apa status mu aku tak peduli. cinta begitu gila. kadang semua menjadi tak termuat dalam rasio dan logika. cinta memang bumbu kehidupan. dan Bumbu itu ada kadarnya agar hidup ini benar-benar nikmat. tak harus terlalu manis, dan tak mesti harus selalu pedas. tapi cinta itu musti pas. agar nikmatnya hidup terasa awet tanpa asam Benzoat. ya, itulah cinta, peracik yang handal tak harus terkenal, bahkan kadang mereka sebagian dari yang diabaikan. mungkin itu akau,hahaha. enatahlah, dari Pabrik mana cinta itu diproduksi. dan Etimolog mana yang mencetuskan kata ini pertama kali. setahu ku cinta dan manusia serta sejuta hal lainnya adalah sebuah paket Parsel untuk bumi ini yang Tuhan kirim melalui orang yang paling kita sayang. Bunda.
setelah bayi yang polos mulai terserang radiasi cinta mereka diarahkan pada satu hal. yaitu " cinta pertama". soal cinta pertama aku sendiri bingung dari mana aku mengawali kisah cinta ku dengan seorang wanita, karena hingga saat ini, belum seorang wanita mendapat gelar mantan dari ku. aku sih normal, masih bisa berdiri saat sensitih pada wanita. tapi, aku memandang mereka tak serendah itulah, wanita itu bukan sekedar teman tidur. tapi segalanya, lebih dari apapun hal yang terindah,berharga,dan dan penuh anggung Jawab. dan hingga akir aku lebih suka seperti ini. Mungkin sebentar lagi aku juga mengakiri kelajanganku dengan setatus lain. tapi itu masuk akal karena usia ku yang udah lewat dua dasawarsa. itu lebih terdengar serius, dari pada harus putus nyambung dan selingkuh sejak kalian lulus dua tahun dari SD. dan itulah seorang lelaki."
Lajang bukannya Nasib, Melainkan Prinsip"
sebenernya aku tak mencari wanita yang istimewa, apalagi sempurna. aku hanya mencari seorang wanita yang berani berkomitmen,tanggung jawab,dan yang pasti ga bakalan malu-maluin aku dihadapan Tuhan. soal status akau ga ada masalah. karena aku nyari wanita ga sekedar temen tidur,dan tukang masak ku. melaikan,.. pengibaratan terburuk adalah, dia sebuah batu yang akan aku pahat. entah bagaimana bentuknya, yang akan kita presentasikan pada Tuhan.
pada saat semua akan pergi, Hilang, Dan tak satupun arkeolog yang akan menemukan secara utuh seperti dulu kala. Meninggalkan semua yang disenangi, yang dicintai, hingga yang paling dibenci. Semua sudah ada jalannya, percumah mencoba menghindar. yang bisa, hanya sebuah persiapan besar, untuk suatu saat nanti kita berpisah tanpa adanya sebuah pesta perpisahan yang indah. Puisi, Cinta, Wanita, Dan anak-anak yang lucu yang kita bebankan harapan padanya, semua akan tinggal tiada ikut. kita memang harus pergi sendiri, lebih sendiri dari kesendirian yang pernah alami. entah apa yang akan dihadapi, tak satupun yang kembali setelah hal ini dan bercerita tentang apa nyata di alami setelah hal tersebut. semuanya seperti lingkaran. dimana kita berawal dititik itulah kita kembali. hanya kadang diameter kehidupan tak seorang yang tahu dan kebanyakan berbeda.
hari ini gw liat hujan membasahi Jakarta. yah, setidaknya ini bakalan bikin nih kota sedikit lebih adem setidaknya sepuluh menit atau beberapa jam kedepan. biar mengalir menghanyutkan nafsu di dada setiap laki-laki. seperti butiran pasir,entah dimana ia kan bermuara. Entah apa yang membuat laki-laki merasa senang saat melihat wanita-wanita. lebih dari senang kadang menggalaukan. tapi tak jarang menjenuhkan.
Tak semua mengerti akan arti diri dalam kehidupan.Pagi ini Tuhan membuat dada aku berdebar. entah mengapa,Tuhan memperlihat aku begitu dekat pada calon ibu, begitu dekat. sosok yang sebenarnya aku kagumi perjuangannya beberapa bulan ini.sekitar satu setengah bulan lagi bakalan jadi seorang ibu. aku mendengar langkahnya begitu penuh perjuangan. berjalan dari stasiun menuju pertigaan sebelah kiri toko ke rah barat. entahlah, kamana tujuannya. selamat ya bunda, sebentarlagi kamu jadi seorang ibu.
suatu ketika sesosok makluk harus terlahir di dunia,dengan lebel manusia kami awali kisah ini. kami lahir dari seseorang yang kami sebut "IBU". beliau membesarkan kami dengan penuh cinta, dan mengenalkan kami pada isi dunia ini. sekali lagi, dengan penuh cinta.pada saat kami mencari pintu akan dunia ini, ibu sudah mempertaruhkan nyawanya untuk kami, dan tak sedikit dari ibu kami harus merelakan waktu dan tempatnya di dunia ini untuk kami gantikan oleh kami, sungguh andai hidup ini sebuah harapan, aku tak berharap ada pilihan semacam ini, aku atau ibu yang bertahan,takkan pernah.
Aku tak bisa bayangkan, bagaimana rasanya harus mengandung selama lebih dari sembilan bulan. membiarkan perutnya nampak membesar, dan berbagi nutrisi dengan kami yang begitu ingin hidup dan mendampinginya. kecantikan, keindahan tubuh, serta setamina tak apa beliau korbankan untuk sekedar berbagi dengan kami agar tetap hidup,walalu satu kemungkinan setelah sembilan bulan nanti kami menantang ibu kami utuk bertaruh, kami atau beliau yang mampu bertahan hidup. kami selalu berharap bisa sama-sama bertahan,walau kenyataan tak selamnya begitu. ibu,untukmu, aku bisa menduakan gadis-gadis yang pernah ku kenal, tapi tak satupun yang kan membuat ku berpaling dari mu, kecuali Tuhan dan Kematian.
terimaksaih ibu, semoga Rahmat, karunia serta keridhoan Alloh SWT selalu menyertaimu. dan maafkan kami ibu bila mana tak bisa menjadi yang kau mau, mempermalukan enkau dihadapan Tuhan. Ibu, kami akan selalu berusa berubah, kami janji ibu.
"UNTUK MU IBU"
seribu tetesan air mataku mungkin tak mampu,
keluh yang mengaduh, desah yang begitu resah begitu pilu,
harta melimpah, dan segala keindahan dunia in juga tak sanggup,
andai semua bisa ku bingkis untuk menebus akan apa yang telah kau berikan.
Ibu,..
anak mu kini seorang laki-laki,
yang sedikit banyak mengerti akan wanita,
namun tak pernah ada,
yang mendekapku layaknya engkau.,
aku rindu dipelukmu,
tidur dipangkuanmu,
dan mendengarkan kidungan menjelang tidurku,
kau begitu bisa membuat ku menduakan kekasihku,
tapi untukmu ibu,
hanya Tuhan yang mampu memisahkan kita.
untuk mu ibu,
aku akan siap menangis,dan bersedih,
walau kau selalu mengajari ku akan senyum dan kebahagiaan.
untuk mu ibu,
semoga Rahmat, Keridhoan dan kasih sayang Tuhan untukmu selalu,
maafkan aku ibu ibu,bila tak selalu seperti bintang harapan mu,
sampai bumi tak tahu harus kemena dia berputar,
aku akan selalu berdoa,dan mengharap doa mu,..
Dan waktupun membawa kita pada sesuatu yang mungkin mengerikan. Gelap,dingin,buta,tuli,atau apapun yang menggambarkan sesuatu yang buruk. Hingga mungkin akan membuatmu tak mampu berpikir apa yang akan kau lakukan dalam tiga detik kedepan. Otak mu membeku,mulutpun gagu,pandangan kabur,dan berlahan serasa tersiram es dengan temperatur amat minus dari ujung kaki,naik ke hingga ubun-ubun.Mungkin melewati lutut,ke perut membekukan apa yg ada di dalamngya,semakin keatas merengkut jantung hati dan paru,semakin keatas dan memejamlan mata mu. Gelap,hitam,memilukakan.mungkin lebih buruk dari ini. Karena tak ada yang selamat dari peristiwa ini. Dan bercerita tentang susuatu yang akan membuatmu menangis,dan itu adalah "KEMATIAN". Itulah kata yang mungkin terasa lebih mengerikan dari segala bentuk rezim dan kediktaktoran. langit bisa saja terasa gelap saat itu, gerimis tipis-tibis berguguran menyapa belasungkawa detik itu. sesekali kilat menyambar menerangi sepasan gagak terbang membelah langit duka yang begitu hitam. mungkin ada satu orang yang tak meneteskan air mata kala itu, dan itu kamu,yang terlanjur kaku dalam segulung moribertabur bunga wewangian. di sisi lain saudara-saudar mu yang sebagian tengah mebangun istana terakirmu. sebuah pintu sempit yang lebih renda dari permukaan bumi yang akan kau jumpai akhirat dari sana. tanpa teman, tanpa senjata, dan tanpa apa-apa yang biasa membuat berkawan. di sana tak ada jaringan Internet, signal ponsel atupun sekedar gelombang radio.ya tak ada yang di anggap besar didunia ini yang berarti disana.dan saat itu kamu benar-benar sendiri tanpa kawan dan segala hal di dunia ini yang membuatmu besar dan berwibawa.Dan kamu benar-benar merasakan "Ngluruk tanpo bolo, Sugih tanpo bondo, Bagus tanpo rupo,lan Sekti tanpo aji-aji" pada sejatinya Hanya Tuhan dan segala urusanNya yang menjadi kawan di sana nanti. Urusan baik menjandi kawan baik, dan urusan buruk hanya akan jadi petaka yang tak ada banding,kasasi,PK, juga revisi di sana. Mungkin aku dan kamu bisa menfapati itu lebih awal. Aku tak mengharap apa-apa dari kalian. Tak usah kalian perindah kuburan ku. Aku lebih suka kuburan diratakan dengan tanah pada umumnya. Aku lebih suka kaliam toharoh(bersuci) lalu mohonkan ampun untuk ku pada Tuhan.
Dari gang-gang sempit ini kami dilahirkan. Di sebuah tempat damana gedung-gedung tinggi dapat disaksikan. Disanalah pekerjaan dijanjikan. Satu kata yang keluar akan menjadi uang di sana. Entahlah, padahal setahuku gedung itu bukan Bank pencetak uang. Katanya berkerja di sana sangat menyenangkan. Berangkat pagi,kemeja mlipis,sepatu mengkilat,dan celana elegan berikut dompet tebal yang siap membeli apapun,termasuk kehormatan,tahta,hukum dan wanita. Kerja menghadap komputer di ruang ber-AC dan berbicara dg sedikit diplomatis. Setidaknya iti akan menjadi mesin uang. Tapi sayang, semua pekerjaan itu bukan untuk kami. Kami hanyalah sampah,dan akan tetap menjadi sampah. Yang selalu was-was rumah-rumah kami akan di gusur dan diganti gedung-gedung tinggi. Dan kami harus tidur tanpa atap dan beranjang aspal. Sebuah mimpi buruk, yang selalu hadir pada pikiran kami saat hari mulai petang. Seolah mau menghibur kami yang kelelahan setelah seharian memulung sampah untuk kami mangkan. Ya,Sampah. Orang - sampah, makan sampah,dan sekedar makanan sampah saja kami harus berebut dan melangkah dengan rasa was-was akan gempuran penguasa dan perkumpulan sampah lainnya. Hidup kami kadang terasa tak adil,tapi bukan Tuhan merengkutnya, melainkan ada satu lagi sampah yang lebih sampah dari sampah-sampah seperti kami. Dan mereka menindaskami secara ekonomi,mental,dan terkadang hukum........
Sebuah jati diri, kepribadian, dan nafas. Mungkin itulah komponen-komponen kontruksi dari sesosok pribadi yang ku sebut "AKU".yah,aku. Sedang cita-cita yang dulu sering ditanyakan guru TK ku,sudah mulai kuhapus pelan-pelan walau belum mampu semua. Buat ku kata Mimpi itu lebih berharga walau tak se elit dan se mahal cita-cita. Cita-cita buat ku adalah hal yang mahal. Kebanyakan orang di masa kecil ku bilang mengatakan "Gantungkanlah cita-cita setinggi langit"... Hehh,langit,sampai hari ini saja aku tak pernah mendengar berita seorang mampu mengukur berapa tinggi langit dari permukaan laut ataupun permukaan bumi. Mungkin jika ada katak menjadi seekor profesor,baru ada kata penanggal akan ketinggian langit. Namun saat itu aku benar-benar cita ku di langit sana. Dan entah berapa jumlah yang ku gantungkan. Dan setelah aku dewasa dan hendak mengambil cita-cita itu,sebuah harga yang melebihi langit di patok untuk semua. Jangankan langit,untuk ke everest saja tak dengan 200 ribu rupiah. Yah,200 ribu rupiah untuk mensedekahi pengemis dari Pacitan sampai Himalaya masih kurang,apalagi meraih cita-cita di langit. Bagiku Cita-cita itu hanya pembodohon masal,yang senantiasa dijejalkan pada bocah-bocah polos anak-anak para buruh. Yang dipaksa patah dan onani akan satu hal yang mereka inginkan.
Dan bagi ku,kalian yang punya nafas tak perlu punya cita-cita. Tapi satu hal yang akan menggatikannya, yaitu MIMPI. Sebuah hal yang besar tanpa orbit yang jelas menuju kesana.hanya butuh komitmen,ke uletan,kerja keras,dan lapang dada. Sebuah hal besar yang kita pertaruhkan Harga diri dan Pamor.
aku berharap anda membaca ini dan membayangkan saat anda berada di dekat ku pada 10 Agustus 2013 silam.
Saat itu Matahari benar-benar masih tersenyum lagi mengantarkan pagi pada ku. yaa, sesuai jadwal aku hendak menghabiskan dua hari ini di gunung Lawu, gunung yang akan aku daki untuk ketiga kalinya ini. kali ini aku berancana datang ke sana tanpa sesorang yang ku kenal sebelumnya. well, tak ada masalah, pendaki alam itu saudara dan kawan nya sangat banyak di basecame sana.Cariel ku udah siap dengan segala isinya. dan itu lumayan berat buat punggungku yang udah kaku karena udah lama ga gendong Cariel.
![]() |
| Lawu sore itu |
![]() |
| Di Perbatasan J.Timur-Tengah |
sekitar adzan duhur aku dah nyampe di solo.dan kemudian adzan Ashar aku nyampe terminal Tawang mangu, dan Sekitar Adzan Magrib Nyampe di Cemoro. Turun dari angkutan di cemoro kandang, kemudian mampir sejenak di basecame kandang. menikmati Aroma senja begitu menyenangkan, ditambah lagi bergeser ke arah timur menuju Perbatasan dan Cemoro sewu. sungguh kamu akan lebih bangga lagi pada Tuhan mu saat kau berada di sini :D . Akhirnya malam ini aku ga naik sendirian. ada temanku yang akirnya mau menemani ku. namanya Dian Bayu, seorang pemuda sebaya dengan ku dengan perawakan sehat :D, tapi kali ini aku harus menunggu sampai dia datang.
![]() | ||||
| Dian Bayu H |
kurang dari pukul 09:00 WCS(waktu bagian Cemoro Sewu) Bayu sampe di Cemoro Sewu. dan sekitar 09:00 WCS kami go dari basecame menuju langit :D. menyusuri Gelap taanjakan yang kadang juga bersemak, bersama cerita - cerita lirih aku dan Bayu akan kesibukan masing-masing dan kabar akan teman - teman kami semasa SMA dulu.10,20,dan 30 m3nit berlalu, tak terasa waktu dan dinginnya malam membawa kami pada POS 1 pada pukul (+/-) 09:30. kerlap kerlip lampu kota Magetan mulai nampak di sepanjang jalan mendekati Pos 1. dan udara di sini bertambah dingin lagi. angin juga terdengar angker di atas sana.dan perjalanan kami lanjutkan untuk mengejar sunrise di Hargo Dumilah esok. melangkah lagi dengan kaki-kaki kami yang akan selalu membuat jejak, membuat cerita yang kelak akan menjadi sebuah sejarah yang bisa di banggakan,setidaknya buat diri kami masing-masing. 02:44 kami hadir di tengah kerumunan udara malam yang semakin lembab di POS 2. dan disinilah menjadi awal pertemuan kami dengan teman-teman baru kami, setelah tadi di bawah ada Rombongan mas Bram dari semarang, sepasang pendaki dari Tegal,dan Sepasang lagi dari purwodadi yang tadi sempat melintas bersama menuju POS 1, dan banyak lagi di bawah tadi. Kali ini kami bertemu dengan Rombongan dengan Dua Tenda di dalam Pos 2, entah berapa jumlah mereka. yang jelas ada pak Becak dan anaknya alib,mas Jangkung, dan seorang wanita mengenakan Syal Bonek,serta ada beberapa lagi di dalam tenda. di Pos 2 ternyata masih ada jaringan dan GPRS. disini aku sempat upload foto Api unggun dari Instagram dan mengucapkan selamat ulang tahun pada teman ku melalui facebook. Pukul 1:15, setelah menikmati pergantian hari di Pos 2 kami menyambang langkah kami mengejar sunrise.dan sekitar lima belas menit kami berjalan kami sampai di Pos 3. dan disini lah sisi terberat dari pendakian yang pernah aku lakukan. aku mulai merasakan dingin dan kantuk yang begitu hebat,dan tak ada SB untuk tidur. Aku minta break dulu di sini. ku gelar matlas dan mulai pejamkan mata berselimut sarung hijau dan dinginnya udara yang kian lembat yang bisa membekukan tubuh ku kapan saja.sama seperti tahun kemarin,aku harus break di tempat ini. dan hari ini pun juga. tak ada Sunrise di hargo dumilah buat ku. karena sekitar pukul 6:00 kami baru go dari Pos3.dan sampai di Pos 4 watu kapur atau aku menyebutnya Tebing Putih ini Matahari sudah meninggi. inilah tempat yang menajubkan,indah dan luar biasa, "Ciptane Tuhane sopo sek,Tuhan ku og".
![]() |
| POS 4 watu kapur/ Tebing Putih 11 Agt 2013 at 7:33AM |
lepas dari Pos 4 kita temui Pos 5 yang kondisinya lumayan landai. hamparan Edelwayse membentang hingga ujung-ujung mata. tapi sayang kali ini tak bermekaran seperti tahun Kemarin.08:00 kami tiba di Sendang Derajat, salah satu tempat yang konon dari sini lah sunrise paling indah dinikmati setelah tempat mbok Yem. dan selanjutnya sebuah jalan yang keras dengan kemiringan yang curam menuju Hargo Dumilah menantang kami. sekitar pukul 09 : 00 kami tiba di Hargo dumilah. di sini kami bertemu dengan Rombongan mas Bram dan rombongan lainnya. santai sejenak di puncak dengan menikmati mie instan dan seduan teh tawar dan manisnya gula jawa. refresh pikiran sejenak,hapus semua cacian, dendam dan hutang mu kawan, ini tempat yang menyenangkan dan sayang untuk di lewatkan.11:15 kami turun dari puncak dan tidur siang di tempat mbok Yem. Tempat yang jarang dilewatkan oleh kebanyakan pendaki Hargo dumilah.
Sekitar pukul 2:00 kami turun dan sampai di sendang drajat kami bertemu kembali dengan rombongan pak becak,dan kami turun bersama. Sampai di basecame pukul 08:00,dan sudah tak ada lgi angkutan ke solo,dan kami pun memilih ngecamp di cemoro sewu dengan tawa ria. Dan kembali esok pagi-pagi. Ya,semua menjadi hal yang tak terlupakan. Dan akan selalu ku rindukan. Setiap orang lumrah bermimpi,Gede Pangrango,kentheng Songo Merbabu,Kawah Merapi,Mahameru,serta Makah Al-Mukharomah,Suatu saat nanti,.. Yup,Semoga.. Tuhan maha pemberi jalan. Subbhanalloh wal hamdulillahu Allohhuakbar!!
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.





































































































































































