Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

30 Maret "14

Aku suka pagi ini,
Pagi indah yang tak berpelangi.
tak buruk namun dingin terasa.
Laki-laki selalu punya cara dan alasan untuk jatuh cinta.
Tak peduli pada wanita mana,
Karena satu alasan laki-laki jatuh cinta.
ketika seorang wanita rebahan.
Sedang kata indah lainnya adalah omong kosong.
Semua akan tumbuh secara manusiawi setelah hal itu.
Apapun itu, wanita itu indah seperti di pagi ini

satu hal

biarkan mimpi terbang tanpa sayap,
diantara mendung-mendung nan kelam
dan cinta-cinta yang kelam saat daun berguguran.
aku cinta lukisan alam,
nafas sejuk dari rahmat dan kasih sayang,
yang Tuhan ciptakan untuk mu sayang,
aku rindu dingin mu,
aku rindu hembus cemburu angin mu,
aku rindu semua tentang mu.
dari mu aku banyak belajar,
bahwa setiap manusia itu semestinya sama.
tak ada yang lebih hebat dan kuat,
tak ada yang lebih suci di hati dan mata sesamanya.
Manusia punya Tuhan,
dan padaNyalah semua ini patut di pilah-pilah.
sedang sesama,tak lain selain mereka yang merasa lain.
tak beda diantara yang merasa beda.
seragamlah segala perbedaan.
setiap manusia bebas akan haknya.
tak terkecuali saat diantara berkata.
"kita tak sama"
maka hargailah,
bukankah semua berhak untuk berbeda.
lalu tetap kan diri mu pada satu hal,
sesuatu yang cukup kau tanamkan pada jiwa mu.
"hanya aku dan Tuhan dan cukup aku dan Tuhan"
saat semua berbeda, maka seragamkanlah dengan cinta,
namun jika tak pernah ada sepakat,
maka ingatlah,
"hanya aku dan Tuhan,dan cukuplah hanya aku dan Tuhan"
dan tak indah kalimat itu terlukis dengan darah.

#akurapopo

Buang saja rasa iba mu,
Buang saja nama ku di selokan mana yang kau suka.
Aku hanya lelaki sebatas biasa.
Seperti layaknya manusia pada umumya.
Dan beginilah Tuhan memberiku kehidupan,
Yang tak bisa membuatmu mengerti,
Dan menyambut ini layaknya pinta ku.
Dan aku harus kuat menikmati kau bersama yang kau suka.
Aku terima dan aku syukuri
Semenjak aku mulai mengenal mu.
Seorang wanita yang untuk tersenyum saja menunggu musim,
Beruntunglah mereka yang bisa melihatmu tersenyum,
Dan aku pun adalah orang tersial yang bercita-cita melihat kau tersenyum.
Dan perasaan itu pun semakin liar,memaksaku menanam nama mu di sebelah bintang di hatiku.
Kalian berdua rak jauh beda soal sikap,
Dan tak jauh beda juga dalam memberi jawaban atas hati ku.
"Maaf, aku tak bisa"
Apa pun itu,
aku  terlanjur menanam nama kalian di dalam hati.
Sebelah kanan Bintang,
Dan sebelah kiri Bunga.
Aku belum siap sakit teramat perih,
Bila harus menjabut hingga akar.
Dan aku pun tak juga tahu caranya.
Walau sebenarnya terkadang ini pun juga menyakit kan.
Eeippsss,..
Sudahlah, ini urusan ku sendiri dengan hatiku.
Tak ada hubungan dengan Bintang atau Bunga.
Aku laki- laki dan #akurapopo

18 maret "14

Makan malam kali ini mungkin agak seru. Menu sih biasa, soto disebelah utara kos-kosan yg mantap dan sedapnya malam-malam.
Ditemani obrolan nostalgia orang-orang lama tentang kondisi politik di  jamannya. Mereka mengucapkan tanpa terdengar nada-nada propaganda. Dan dalam keadaan yg santai. Agak terdengar cerita kerusuhan-kerusuhan pada era-nya yang sudah mulai agak-agak mereka lupa. Mereka adalah polisi di wilauah ini. Katanya mereka berkerja untuk apa mereka di bayar."Kerjo nunggang borang". Terutama saat mereka bercerita tentang teman-teman yg menangani para demonstran. Tidak menyalahkan demonstran,namun juga tidak juga menyalahkan pekerjaannya. Memang mereka dibayar untuk menuruti komando. Akan menjadi sebuah kesalahan jika mereka lari dari komando. Akupun semakin terpancing ikut pembicaraan saat mereka mulai mengucapkan kata-kata candaan. Salah satunya soal data stastik indonesia pada masanya, katanya laki-laki dibanding perempuan mencapai 2:3 atau lebih. Katanya jika seorang laki-laki mendapatkan seorang wanita saja, maka bayangkan, berapa banyak wanita yang tak mendapatkan laki-laki. Jadi wajar bila para koruptor memiliki banyak simpanan," hahahaha", kamipun tetawa, memang pembicaraan kami hhanya sebatas candaan, pelepas penat setelah cape kerja seharian. Hidup ini kadang ini penuh candaan, dan kadang dalam candaan ada kebenaran yang disamarkan dalam tawa-tawa yang lepas. Dan banyak hal yang bisa ditertawakan dalam hidup ini, sekalipun itu dilakukan kaum cendekiawan sekalipun. Keegoisanlah yang membuat muka mereka cemong, tapi sayang,terkadang kita harus bersembunyi dulu untuk tertawa, atau tertawa dengan sebuah pantonim. Kecuali masih ada ruang kosong di kepala mu untuk sebatang peluru ataupun batu. Tertawalah!!!,

18 maret "14

Kami terlanjur besar tanpa skripsi,
Mencari sesuap nasi dari setiap tetes keringat yang kami miliki.
Dengan setiap nada keras dan cacian orang-orang yang membutuhkan kami.
Bagi kami hidup ini tetap adil,
Walau terkadang teramat diskriminasi,
Percumah juga kami salahkan takdir,
Karena takdir bukanlah undang-undang yang mampu direvisi.
Bila memang takdir itu pahit,
Maka pahit itulah kami anggap kebenaran.
Apalah arti segala materi,
Memiliki segala dengan secuil usaha,
Menikmati kehidupan yang palsu.
menjadi sesosok pendusta yang terdustai.
Hidup atau mati mereka sama saja,
Hanya terkadang namanya tak enak dibaca dalam buku sejarah,
Hidup jadi penipu, matipun masih menipu,
Ada baiknya mereka dilupakan.

Bakal-bakal sampah april

Sebenarnya saya enggan dan ngga tahu banyak tentang politik. Segala sesuatu yg berhubungan dg kepentingan orang banyak itulah politik. 2014 telah semakin laju, suatu tahun dimana seorang SBY meletakkan mahkota kepresidenannya. Kampanye juga mulai digelar sana-sini. Tapi herannya saya belum lihat calon pengganti SBY. Yang saya lihat hanya orang-orang yg berjualan gambar dan slogan. Berorasi tanpa muka. Saling berjuang untuk kepentingan diri dan partainya. Sekejap, masyarakat yang engga bisa baca,tulis,bahkan tuli dan buta dibuatnya mengetahui, "saya seorang Purna, saya pengusaha sukses, saya suka blusukan, saya cinta produk dalam negeri..." bla,bla,bla.
Yang baru-baru saja salah satu partai mencalonkan kadernya yang sukses memimpin daerahnya. Menurut saya ini adalah sebuah "blunder" sama seperti salah seorang anggota dewan memilih mundur dg segala alasan, yang bagi saya dia cuma berharap menjadi orang terpenting dalam partainya. Partai hanya mencari kemenangan. Memperkosa kader yang lebih berpotensi di daerah. Menenurut saya tahun ini tahta tak akan lagi berpulang pada militer. Saya rasa kita lebih merindukan seorang yang mengerti hukum, dan berani dalam keputusan. Seorang yang mengerti kami, dan egois dalam mengambil kebijakan. Itulah yang terbaik

Untuk yang wibawawan

Ada baiknya kita menjadi bisu,
Membukam kemunafikan diantara kesempatan,
Saat sayup- sayup lirih tedengar,
Antara tambur dan genderang perang,
Dan para wibawan berjalan tanpa celana dan muka,
Menuju mimbar orasi di sebuah sudut lapangan kedustaan,
mengumbar cinta namun berbisa,
Sedang hati tiada yang tahu,
Setan mana yang telah mengguruinya.
aku benci saat manusia tiba-tiba jatuh cinta,
aku benci saat manusia tiba-tiba Peduli.
Cinta itu soal rasa,
bukan kepentingan dan keegoisan.
dan bukan pula kemunafikan.
kecuali andai kau berharap suatu nanti,
kau lihat cangkul dan parang akan berterbangan.
menagih kemubafikan yang kau sendiri melupakan.
jangan kau robek bendera ku,
jangan kau pula kau ganti kecuali kau mampu membuat api dan air pada jiwa kami.
aku pasti mati,dan ku rasa kaupun juga.
tapi jangan mati meninggalkan srjarah kelam,
para wibawawan yang saling berebit kekuasaan.
selama semua berhak berbeda,
maka selama itu juga kita berhak seragam

Sebuah Kisah Abadi 1 ( Level Junior )

Rasanya baru kemarin hari itu berlalu. Suatu masa yang mungkin tak akan kulupakan dalam hidup ku. Di suatu tempat dimana aku di jejali ilmu, beban dan manipilasi kehidupan. Yah, lebih dari itu, semua hal ada disana.
Yang pertama adalah saat aku datang untuk menjadi bagian dari mereka. Disambut senyum manis para kakak - kakak Osis kala itu. Aku masuk dengan beberapa kawan ku. Dalam hati selalu penuh kata "Bagaimana Nanti..." jujur aku sedikit grogi di tempat yg awalnya ku anggap asing ini. Setelah ini semua ini berlalu,aku pun diterima. Dan mulailah babak baru yg dikabar akan lebih rock n roll. Dan itu adalah "MOS". Suatu ketika saat junior mungkin memandang Senior seperti PKI atau malah Belanda. Kami diberi PR-PR tolol, semisal tumis kacang panjang sejumlah 30 potong. Lho, jangan 30 satu trek juga bisa :D. Hari pertama harus nyampe sekolah pukul 6:00 WSB (waktu sekitar baturet**). Weihh, gila kali yag, rumah ku di Pacitan bos, jamsegitu enak-enaknya buat molor. Tapi okelah, kita bisa nurut. Namun 06:00 itu aku baru brangkat dari rumah loh, rindukan aku kak senior yg manis (*maksa banget ngomongnya). Aku berangkat berdua sama Af*** teman baik ku. Dan ada sedikit masalah, dia ga mau naik bis, akirnya kita naik akutan dan dapet kejutan di dalamnya. Behhh, kambing cuy. Asekk. Biarlah,ambil enaknya aja.
Tak usah ditebak, kami nyampe jam berapa. Yang jelas sinar matahari sudah bisa membuat kulit item. Begitu masuk gerbang....
"Ayo dek, cepet dek.." yah mulut para diktaktor dalam pengeras suara yang tak sehat buat kesehatan telinga dan hati anda.
Begitu datang kami masuk dalam barisan, tak ada yang aneh, topi Kerucut kami warna-warni itu pun kami anggap biasa. Tanda pengenal kami disteples, saya rasa itu juga dilakukan terhadap semua peserta.
"kemarin diberitahu engga suruh datang jam berapa?",...
Lagi telinga dan hati kami di uji.
"jawab dek,.. Apa engga punya mulut?,  jawab dek",..
Mereka semakin garang, mungkin apa sarapan mereka. Arak Bali,Ciu bekonang,atau Arak tuban. Entahlah...
Setelah wejangan yang kurasa sesat itu kami telan begitu saja dan kami masuk kelas. Sebenarnya Dewa mana yg melahirkan mereka. Sehingga kami dibuat serba salah. Kami udah kaya narapidana yg terlibat kasus pencurian,pembunuhan,pemerkosaan,dan kencing di depan Presiden. Menundukan kepala dengan mengharap belas kasihan. Hahhh, kami layaknya orang paling pantas dihina kala itu. kami seperti hidup pada masalalu, saat Hamurabi berkuasa. Tapi sudahlah, hadapi dan terima saja. Penderitaan masih panjang, otak kami harus siap dengan Pr-PR aneh. Telor matasapi dengan dua mata, aku pengen tertawa,ga sekalian aja mata mereka digoreng,upsss, anggap saja kalian ga pernah baca kalimat yang tadi.
Masuk kelas,dan ada wajah melas selain kami junior. Mereka adalah PK (pendamping kelas), bisa jadi mereka ikut di-MOS kagi oleh "DH" Dalam sekenario MOS,upss,tunggu dulu emang MOS ada skenario ya?, tapi kurang lebihnya seperti itu dan anggap saja begitu. Mereka adalah orang yang akan dipersalagkan oleh "DH" untuk memancing keluar kita-kita yang berbuat salah. Biasanya ini terjadi ketika sekmen "Evaluasi" namun terkadang banyak hal yang kita duga dari sekenario ini. Misal, sehabis cekcok antara DH dan PK mereka tertawa bersama diluar, menceritakan wajah goblok kita para Junior.namun ada juga PK ataupun senior lain yang tidak terima dan tulus belain kami saat DH atau pun lain memarahi kami berlebihan. mereka juga punya hati juga loh. dan senang berkenalan dg kami. setelah mengobrak-abrik kelas selesai ada beberapa senior dg wajah bijak masuk. Mengeluarkan kata-kata bijak dan permohonan maaf. weisshh, mereka kaya pahlawan gitu deh. biasanya MOS diakiri dg Pentas seni. yah, MOS itu gatheli abis, tapi tanpa itu, kosah SMA kalian ga akan seru. dan di akir semua ini saya menyimpulkan

"MOS adalah bagian dari hidup gua di SMA. tanpa MOS bagaikan masak tanpa resep. I love U MOS, I love kak Senior,kami harap kesempatan membawa kami pada pembalasan buat kalian :D "

lepas dari MOS masih ada satu jembatan lagi buat Masuk keluarga besar SMA. kami menyebutnya "Perpegak"atau ada juga "Persami". lebih buruk dari MOS, dan eksekutornya adalah Pra**** sebuah organisasi yg tak pernah aku sukai selama sekolah. ga cwo ga cwe kalo ngomong kenceng-kenceng macam preman batak. udah gitu mulutnya deket banget sama muka. muncrat sana sini. tapi kisimpulan sih sama ma MOS i like it.

setelah resmi dan bergabung dg keluarga besar SMA, kami mulai menata hidup kami, yang sempat di acak-acak senior. kami mulai berkenalan satu akan satunya. aq masuk kelas "X-7", yang menanggung kutukan kelas bandel dan ribet katanya. selama di kelas ini tak ada hari tanpa diomongin guru. paling buruk adalah guru seni yg punya kepala unik. dia terang-terangan ngajakin beberapa dari kami berantem. memang usianya masih muda. dan masih labil. tapi kami sadari itu dan kami juga sadari kami ini muridnya. keseharian kami unik, asik, dan hebat. beberapa dari kami terlibat kasus perkelahian. dan itu sering kali. tak tanggung - tanggung, tak hanya seangkatan saja senior juga disikat. selain itu kami juga kelas yang gaduh. kelas kami pernah penuh kertas-kertas peluru "jepretan karet" atap kelas kami juga pernah penuh bubur kertas yang kami kunyah lebih dahulu. behhhh... jika jam kosong kelas kami menjadi lapangan bola.
kami juga pernah dipanggil satu kelas, sama salah satu geng senior  sekolah kami. kami dimaki-maki, di tantangin berantem, dan ada juga yang ditampol. nama hewan begitu mereka hafal,mungkin mereka adalah petugas kebun binatang sebelumnya. bukan nama hewan saja, kata kotor asal usul manusia juga keluar semua. semua itu begitu mencekang. sampai akir bel berbunyi, dan itu kami akiri dg berjabat tangan. udah kaya lebaran aja.haahaahaa.
semua ini mungkin terdengar buruk, tapi satuhal yang harus diketahui, sekolah itu luas. ga mungkin kita tahu semua yang terjadi dalam satu waktu bersamaan. begitu juga dg para beliau, pahlawan tanpa tanda jasa. mungkin "lain dulu lain sekarang"

sampai akirnya, kami naik kelas dan mengambil jurusan. X-7 angkatan kami pun berakir. sebagian masuk IPA dan sebagian masuk IPS. itu pun tak semuanya menjadi satu kelas. apapun, suatu kebanggaan bisa menjadi bagian dari kalian. dan itu adalah sebuah kisah abadi yang tak terlupakan.

yah, itu baru cerita level Junior. masih banyak lagi kisah dan semua akan menjadi "KISAH ABADI"
to be continued,

next>>

Bunga,Bintang... Terimakasih


Bukan tanpa alasan Tuhan mencipta mu penuh kilauan,
Bukan kebetulan Tuhan menganugrahimu penuh kewangian,
Dan juga bukan kesalahan waktu membawaku kenal kalian.
Semua itu adalah bagian dari suratan,
Dalam sebuah siklus yang disebut kehidupan.
Bila harus beralasan,
Kalian adalah alasan untuk setitik rasa mengagumkan,
Kalian diam saja telah membuat orang jatuh cinta.
Mengagumi setulus hati,
Dan berharap seindah pelangi.
Baik bunga ataupun Bintang selalu ada dalam kerinduan.
Terkadang aku hanyut pada hayal ku.
Kita berjalan bersama diantara ombak yang berdeburan.
Menyusuri pasir putih,
bersama angin yang kian mesra.
Bercanda ria bersama alam dalam tiga warna.
Biru, putih dan hijau.
Yang akan selalu menemanemani sampai datangnya jingga.
Mungkinkah ini sebuah kesalahan,
Saat angan ku berandai seperti itu.
Jika ini sebuah kesalahan untuk apa manusia punya rasa dan cinta.
Apapun ini kalian adalah segala atas estetika.
Bunga..
Bintang..
Terimakasih untuk semua..
Akan ku coba puas dengan sekedar rasa di dada.
Walau sebenarnya ku harap lebih…
Terimakasih,
 

09 Maret 2014

Biar hujan deras mengalir,
Menyejukkan setiap hati yang kian gundah.
Terusik titik-titik kerinduan di setiap sudut.
Bercerita sebuah nama yang pernah ada,
Dan akan selalu ada untuk selamanya.
Apa kau masih seindah dan semanis dulu bintang ku.
Senyuman manis dan tutur yang lembut,
Yang selalu menemani detik waktu di setiap detak jantungku.
Yang melantunkan nyanyian lembut setiap dengung pendengaran ku.
Apakah kau juga merasa seperti rasa ku.
Setelah kian lama tak ku dapati jumpa mu.
Bintang,
Suatu saat nanti ku pastikan semua layaknya dulu.
Setelah kau tak lagi berurusan dengan pena dan buku.
Dan semua langkah mu usai menuntut ilmu.
Bintang,
Biar aku terpendam dalam kerinduan ini.
Sesak menahan himpitan jarak dan waktu.
Maaf kan aku yang tak selalu menemani mu.
Mendengar keluh kesah mu selepas belajar,
Dan bercerita tentang kita untuk beberapa waktu yang akan datang,
Betapun itu,
Aku akan selalu menati mu.
Menunggu sampai waktunya nanti.
Kita nyata bersama-sama dalam setiap suasana.
Berbagi cerita dan cinta,
Dan semua tentang kita berdua,
Rumah kita,
Anak-anak kita,
Masa depan kita,
Bintang,
Biarlah kini kita terhampar dalam suasana ini,
Sumoga kau baik-baik saja,
Seiring doa dan kerinduan ku pada mu.
Dan aku akan selalu menyayangi mu.
Dan selalu..
Sampai istilah waktu terlama yang belum sempat diberi istilah.

March 9th '14

Bila harus begini aku pun cuma bisa begini.
Bila harus merubah langit menjadi hijau, mana sanggup aku ini.
Terimalah saja apa yang ada,
Dan nikmati setiap putaran detik walau kau bosan.
Lupakan mimpi mu tentang menangkap pelangi.
Keindahan hanyalah tipuan.
Yang akan membuat manusia lupa dimana ia berpijak.
Merapat dalam barisan kelumrahan.
Berhaluan dalam satu nada.
Terima saja dan hormati lainnya.
Karena pelangipun hilang saat gerimis lalu.
Karena pelangi tak juga diizinkan malaikat menemani mu,
Pada suatu ketika saat kau harus benar benar sendiri.
Sepi..
Sunyi...
Tanpa apapun..
Tanpa siapapun..

Klayar 2 maret 14

Aku dengar debur ombak mu begitu riang,
Menghempas karang menyapu pasir pantai,
Menghembus angin yang teramat mesra,
Membirukan segala dalam pelukan mu.
Entah dengan apa Tuhan menciptakan mu,
Yang jelas,
Aku menatap mu dengan cinta dan keguman.,
Yang membuat ku hanyut dalam peluk mu,
Dan bermanja ria dalam nyanyian alam mu.
Hingga semua yang kulihat serupa menari,
Dan apa yg ku dengar lanyaknya nyanyian.
Yang akan merangkai sebuah simponi indah mesra.
Biar aku disini,
Bersama nyanyian abadi mu,
Sampai nanti,sampai aku ingin kembali.
Sebenarnya aku berharap ad bintang atau pun bunga di sini,
Tapi sudahlah,
Mungkin kini mereka tengah bahagia di sana,
Dan aku coba nikmati kesendirian ini.
Dan terlelap dalam pesona indah wajah ayu mu.