Makan malam kali ini mungkin agak seru. Menu sih biasa, soto disebelah utara kos-kosan yg mantap dan sedapnya malam-malam.
Ditemani obrolan nostalgia orang-orang lama tentang kondisi politik di jamannya. Mereka mengucapkan tanpa terdengar nada-nada propaganda. Dan dalam keadaan yg santai. Agak terdengar cerita kerusuhan-kerusuhan pada era-nya yang sudah mulai agak-agak mereka lupa. Mereka adalah polisi di wilauah ini. Katanya mereka berkerja untuk apa mereka di bayar."Kerjo nunggang borang". Terutama saat mereka bercerita tentang teman-teman yg menangani para demonstran. Tidak menyalahkan demonstran,namun juga tidak juga menyalahkan pekerjaannya. Memang mereka dibayar untuk menuruti komando. Akan menjadi sebuah kesalahan jika mereka lari dari komando. Akupun semakin terpancing ikut pembicaraan saat mereka mulai mengucapkan kata-kata candaan. Salah satunya soal data stastik indonesia pada masanya, katanya laki-laki dibanding perempuan mencapai 2:3 atau lebih. Katanya jika seorang laki-laki mendapatkan seorang wanita saja, maka bayangkan, berapa banyak wanita yang tak mendapatkan laki-laki. Jadi wajar bila para koruptor memiliki banyak simpanan," hahahaha", kamipun tetawa, memang pembicaraan kami hhanya sebatas candaan, pelepas penat setelah cape kerja seharian. Hidup ini kadang ini penuh candaan, dan kadang dalam candaan ada kebenaran yang disamarkan dalam tawa-tawa yang lepas. Dan banyak hal yang bisa ditertawakan dalam hidup ini, sekalipun itu dilakukan kaum cendekiawan sekalipun. Keegoisanlah yang membuat muka mereka cemong, tapi sayang,terkadang kita harus bersembunyi dulu untuk tertawa, atau tertawa dengan sebuah pantonim. Kecuali masih ada ruang kosong di kepala mu untuk sebatang peluru ataupun batu. Tertawalah!!!,
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
@benkwidhiono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Selasa, 18 Maret 2014
0 komentar:
Posting Komentar