Ada baiknya kita menjadi bisu,
Membukam kemunafikan diantara kesempatan,
Saat sayup- sayup lirih tedengar,
Antara tambur dan genderang perang,
Dan para wibawan berjalan tanpa celana dan muka,
Menuju mimbar orasi di sebuah sudut lapangan kedustaan,
mengumbar cinta namun berbisa,
Sedang hati tiada yang tahu,
Setan mana yang telah mengguruinya.
aku benci saat manusia tiba-tiba jatuh cinta,
aku benci saat manusia tiba-tiba Peduli.
Cinta itu soal rasa,
bukan kepentingan dan keegoisan.
dan bukan pula kemunafikan.
kecuali andai kau berharap suatu nanti,
kau lihat cangkul dan parang akan berterbangan.
menagih kemubafikan yang kau sendiri melupakan.
jangan kau robek bendera ku,
jangan kau pula kau ganti kecuali kau mampu membuat api dan air pada jiwa kami.
aku pasti mati,dan ku rasa kaupun juga.
tapi jangan mati meninggalkan srjarah kelam,
para wibawawan yang saling berebit kekuasaan.
selama semua berhak berbeda,
maka selama itu juga kita berhak seragam
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
@benkwidhiono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Sabtu, 15 Maret 2014
0 komentar:
Posting Komentar