Rasanya baru kemarin hari itu berlalu. Suatu masa yang mungkin tak akan kulupakan dalam hidup ku. Di suatu tempat dimana aku di jejali ilmu, beban dan manipilasi kehidupan. Yah, lebih dari itu, semua hal ada disana.
Yang pertama adalah saat aku datang untuk menjadi bagian dari mereka. Disambut senyum manis para kakak - kakak Osis kala itu. Aku masuk dengan beberapa kawan ku. Dalam hati selalu penuh kata "Bagaimana Nanti..." jujur aku sedikit grogi di tempat yg awalnya ku anggap asing ini. Setelah ini semua ini berlalu,aku pun diterima. Dan mulailah babak baru yg dikabar akan lebih rock n roll. Dan itu adalah "MOS". Suatu ketika saat junior mungkin memandang Senior seperti PKI atau malah Belanda. Kami diberi PR-PR tolol, semisal tumis kacang panjang sejumlah 30 potong. Lho, jangan 30 satu trek juga bisa :D. Hari pertama harus nyampe sekolah pukul 6:00 WSB (waktu sekitar baturet**). Weihh, gila kali yag, rumah ku di Pacitan bos, jamsegitu enak-enaknya buat molor. Tapi okelah, kita bisa nurut. Namun 06:00 itu aku baru brangkat dari rumah loh, rindukan aku kak senior yg manis (*maksa banget ngomongnya). Aku berangkat berdua sama Af*** teman baik ku. Dan ada sedikit masalah, dia ga mau naik bis, akirnya kita naik akutan dan dapet kejutan di dalamnya. Behhh, kambing cuy. Asekk. Biarlah,ambil enaknya aja.
Tak usah ditebak, kami nyampe jam berapa. Yang jelas sinar matahari sudah bisa membuat kulit item. Begitu masuk gerbang....
"Ayo dek, cepet dek.." yah mulut para diktaktor dalam pengeras suara yang tak sehat buat kesehatan telinga dan hati anda.
Begitu datang kami masuk dalam barisan, tak ada yang aneh, topi Kerucut kami warna-warni itu pun kami anggap biasa. Tanda pengenal kami disteples, saya rasa itu juga dilakukan terhadap semua peserta.
"kemarin diberitahu engga suruh datang jam berapa?",...
Lagi telinga dan hati kami di uji.
"jawab dek,.. Apa engga punya mulut?, jawab dek",..
Mereka semakin garang, mungkin apa sarapan mereka. Arak Bali,Ciu bekonang,atau Arak tuban. Entahlah...
Setelah wejangan yang kurasa sesat itu kami telan begitu saja dan kami masuk kelas. Sebenarnya Dewa mana yg melahirkan mereka. Sehingga kami dibuat serba salah. Kami udah kaya narapidana yg terlibat kasus pencurian,pembunuhan,pemerkosaan,dan kencing di depan Presiden. Menundukan kepala dengan mengharap belas kasihan. Hahhh, kami layaknya orang paling pantas dihina kala itu. kami seperti hidup pada masalalu, saat Hamurabi berkuasa. Tapi sudahlah, hadapi dan terima saja. Penderitaan masih panjang, otak kami harus siap dengan Pr-PR aneh. Telor matasapi dengan dua mata, aku pengen tertawa,ga sekalian aja mata mereka digoreng,upsss, anggap saja kalian ga pernah baca kalimat yang tadi.
Masuk kelas,dan ada wajah melas selain kami junior. Mereka adalah PK (pendamping kelas), bisa jadi mereka ikut di-MOS kagi oleh "DH" Dalam sekenario MOS,upss,tunggu dulu emang MOS ada skenario ya?, tapi kurang lebihnya seperti itu dan anggap saja begitu. Mereka adalah orang yang akan dipersalagkan oleh "DH" untuk memancing keluar kita-kita yang berbuat salah. Biasanya ini terjadi ketika sekmen "Evaluasi" namun terkadang banyak hal yang kita duga dari sekenario ini. Misal, sehabis cekcok antara DH dan PK mereka tertawa bersama diluar, menceritakan wajah goblok kita para Junior.namun ada juga PK ataupun senior lain yang tidak terima dan tulus belain kami saat DH atau pun lain memarahi kami berlebihan. mereka juga punya hati juga loh. dan senang berkenalan dg kami. setelah mengobrak-abrik kelas selesai ada beberapa senior dg wajah bijak masuk. Mengeluarkan kata-kata bijak dan permohonan maaf. weisshh, mereka kaya pahlawan gitu deh. biasanya MOS diakiri dg Pentas seni. yah, MOS itu gatheli abis, tapi tanpa itu, kosah SMA kalian ga akan seru. dan di akir semua ini saya menyimpulkan
"MOS adalah bagian dari hidup gua di SMA. tanpa MOS bagaikan masak tanpa resep. I love U MOS, I love kak Senior,kami harap kesempatan membawa kami pada pembalasan buat kalian :D "
lepas dari MOS masih ada satu jembatan lagi buat Masuk keluarga besar SMA. kami menyebutnya "Perpegak"atau ada juga "Persami". lebih buruk dari MOS, dan eksekutornya adalah Pra**** sebuah organisasi yg tak pernah aku sukai selama sekolah. ga cwo ga cwe kalo ngomong kenceng-kenceng macam preman batak. udah gitu mulutnya deket banget sama muka. muncrat sana sini. tapi kisimpulan sih sama ma MOS i like it.
setelah resmi dan bergabung dg keluarga besar SMA, kami mulai menata hidup kami, yang sempat di acak-acak senior. kami mulai berkenalan satu akan satunya. aq masuk kelas "X-7", yang menanggung kutukan kelas bandel dan ribet katanya. selama di kelas ini tak ada hari tanpa diomongin guru. paling buruk adalah guru seni yg punya kepala unik. dia terang-terangan ngajakin beberapa dari kami berantem. memang usianya masih muda. dan masih labil. tapi kami sadari itu dan kami juga sadari kami ini muridnya. keseharian kami unik, asik, dan hebat. beberapa dari kami terlibat kasus perkelahian. dan itu sering kali. tak tanggung - tanggung, tak hanya seangkatan saja senior juga disikat. selain itu kami juga kelas yang gaduh. kelas kami pernah penuh kertas-kertas peluru "jepretan karet" atap kelas kami juga pernah penuh bubur kertas yang kami kunyah lebih dahulu. behhhh... jika jam kosong kelas kami menjadi lapangan bola.
kami juga pernah dipanggil satu kelas, sama salah satu geng senior sekolah kami. kami dimaki-maki, di tantangin berantem, dan ada juga yang ditampol. nama hewan begitu mereka hafal,mungkin mereka adalah petugas kebun binatang sebelumnya. bukan nama hewan saja, kata kotor asal usul manusia juga keluar semua. semua itu begitu mencekang. sampai akir bel berbunyi, dan itu kami akiri dg berjabat tangan. udah kaya lebaran aja.haahaahaa.
semua ini mungkin terdengar buruk, tapi satuhal yang harus diketahui, sekolah itu luas. ga mungkin kita tahu semua yang terjadi dalam satu waktu bersamaan. begitu juga dg para beliau, pahlawan tanpa tanda jasa. mungkin "lain dulu lain sekarang"
sampai akirnya, kami naik kelas dan mengambil jurusan. X-7 angkatan kami pun berakir. sebagian masuk IPA dan sebagian masuk IPS. itu pun tak semuanya menjadi satu kelas. apapun, suatu kebanggaan bisa menjadi bagian dari kalian. dan itu adalah sebuah kisah abadi yang tak terlupakan.
yah, itu baru cerita level Junior. masih banyak lagi kisah dan semua akan menjadi "KISAH ABADI"
to be continued,
next>>
Filed Under : by tri widhiono
Kamis, 13 Maret 2014
0 komentar:
Posting Komentar