Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

hey Nona,

apa kau membenciku nona?,.. kenapa kau mengangguk begitu?, itu anggukan yang tak meyakinkan. sekali lagi, apa kau membenciku nona?,hei, itu anggukan yang sama saja. buatlah aku yakin dengan anggukanmu yang lebih meyakinkan. bukannya rasa kasian begitu. rasa kasianmu hanya membuatku akan masih berani berharap.
entahlah, aku tak yakin, anggukanmu tadi sebagai perwakilan kata "ya". kalau begitu ambillah ini nona!, ambillah!, bidiklah tepat di jantungku. agar aku tak lagi mendetakkannya untuk terus mengejarmu.
"tidak"?, kata apa itu nona?, kenapa tak seiring dengan gerak dagumu tadi?, kenapa aku melihat rasa ragu dan perasaan tak bernama itu mengisi hatimu?, ayolah nona, lakukanlah!,.. setidaknya aku ingin mati di sisimu nona,di dekatmu, dan dengan tanganmu. hasyudahlah,.. lupakan saja.

aku memang bukan siapa-siapa.tak punya alasan untuk sebuah prioritas. jangankan bahasa asing, bahasa kasih sayang saja aku terbata. kau calon sarjana. dengan gelar "S.Pd." mu, kau adalah manusia dengan sejuta alasan untuk bilang "maaf". hah, kok aku malah terdengar memaksamu ya nona. tapi, itulah aku. laki-laki yang baru bisa bicara dengan keegoisan. seakan aku merasa, akulah yang berhak atas cintamu. aku aneh dan lucu ya nona?,. senyumlah!, jika tak enak hati untuk tertawa. tapi, menertawakan kebodohanku bukanlah dosa. apalagi itu kau yang melakukannya. aku akan bahagia membuatmu tersenyum atau tertawa.
kadang aku mengira; cinta itu adalah kasih sayang. ya, aku beranggapan begitu. sebuah perasaan seperti para petani pada ladang mereka, para gembala pada domba-dombanya, dan seorang ibu pada anaknya. dan itu sudah bagian prinsip yang mungkin tak akan aku ubahnya. cinta itu adalah kasih sayang, sebuah perasaan yang ada pada setiap dada manusia  untuk segala hal yang disekitarnya. tak terkecuali antara aku dan dirimu nona. dan kurasa kau begitu sebagai seorang manusia. tapi, aku melihat rasa takut pada bias cantik matamu. aku merasakan kekawatiran akan sebuah masa depan jika bersamaku. begitukah nona?, kou memang cerdas, yah, cerdas. karena kau calon sarjana. dan aku tak punya apa-apa untuk ku janjikan pada mu dan masa depanmu.

kau masih ingatkah nona. waktu itu, disuatu pagi. pagi sekali. kau pinta untuk aku buatkan puisi tentang alam. mungkin belum selesai mengerjakan PR mu hari itu. apa saat itu pesan-pesan singkatku padamu terbaca bak puisi nona?,heh, puisi tak akan membuatmu kenyang. hanya akan membuat hati berbunga dan mekayang dalam kehampaan. kosong. kau calon sarjana, mana kau jatuh cinta pada puisi jalananku.
kau pernah mendengar cerita tentang soe hog gie nona?, dia adalah orang yang seribu kali lebih puitis dariku. sampai-sampai, mahameru jatuh cinta padanya di bulan desember tahun itu. kau tahu nona?, dia pernah jatuh cinta pada seorang wanita. setiap dia bertemu ayah dari wanita itu, dia selalu dipuji dan dikagumi akan kata-kata puitis dan kritisnya. tapi, sampai dia menutup mata, bapak itu tak pernah memberikan puterinya pada Gie.
sseorang puitis tak pernah hidup dengan kekayaan. karena kami hidup dengan Tuhan, kebenaran, dan ketulusan hati kami yang jujur. puisi tak akan membuatmu kenyang nona manis.
dan sebagai akhirnya, aku ingin katakan ini padamu nona.

"Nona manis, aku sayang kamu. maukah kelak kau temaniku?. aku masih ingat betul, waktu itu usia kita masih belasan tahun. dan aku mulai jatuh hati padamu. saat itu aku belum tahu banyak tentang wanita. ibarat wanita itu teh, aku belum tahu bagaimana menyedunya. aku jatuh hati 70% pada sikap mu, dan yang 30% pada cantikmu. mungkin begitu. tapi aku lebih memilih diam. karena aku takut,aku takut membuatmu malu dengan ungkapan hatiku. secara klasis, aku kalah kelas darimu.
sampai detik ini, rasa itu masih ada dan untukmu. aku berharap besar, kelak kau adalah satu untuk yang pertama dan terakhir. aku ingin sekali lagi padamu pada maksutku ini. seperti pesan singkatku pagi itu. agar aku bisa pastikan, apakah aku harus masih berharap padamu, atau belajar mencintai wanita lain. dan itu mungkin akan ku lakukan setelah kau selesaikan urusan mu dengan pena serta bukumu. atau malah tidak sama sekali. dan biarkan itu ku bawa mati. agar tak lagi kudapati kata : "maaf, aku masih mau konsen sama sekolahku. nilai-nilaiku. maaf ya, sekali lagi maaf".... Nona,aku sayang kamu untuk dan sampai kapanpun.kapanpun."

0 komentar:

Posting Komentar