setelah penjajah tiba, kita hidup dalam tanda tanya...
darimana mereka, dan dengan bahasa apa mereka bicara..
kita mengulurtangan mereka todongkan bedil.
kita lempar senyuman mereka melempar granat..
kita merendah mereka menginjak...
lalu,
hari -hari kita penuh dengan pemberontakan,
putra-putra terbaik dikumpulkan,
dan bahu membahu melempar mereka pulang...
17 Agustus 45'
secarik kertas yang dibaca bung Karno,
menjadi pembatas masa kelam,kemudian berharap indah. ..
kita tak pernah dijajah,
karena kita selalu melawan...
kecuali para penjilat, para sengkuni yang lepas dari tatanan brantayuda jaya binangun..
50.000 nyawa melayang sia-sia,
dibantai, dipaksa mati para saudaranya yang fasis.
ditimbun dalam tempat-tempat rahasia,
mungkin mereka takut andau malaikat banyak tanya.
apa mereka hanya tumbal saudara-saudaranya?,
lupakanlah, tiada guna bicara keadilan di republik ini.
selepas merdeka, apa yang bisa diperbuat..
memperbudak tetangga,
atau menyewa isteri-isterinya,
untuk semalam saja atau beberapa dalam rahasia..
Agama itu hanya tameng lemah,
tak mampu berbuat banyak untuk yang menindas..
melecehkan,
dan dusta..
anggapnya mungkib begitu..
sedang hukum adalah pedang bermata dua..
kekanan memotong,ke kiri menyembelih..
mungkin lebih baik kau sewa orang yang mahir memainkannya..
potonglah,..
potonglah leher saudaramu,
kemudian ambillah isterinya dan setubuhilah..
agar aku melihat setan pujaanmu tertawa..
melihat jelakuanmu yang seperti anjing jalanan.
apa kau lupa dosa, seperti panitera yang menutup mata dg gambar bung Karno-Hatta.
taukah tentang hal terbangsat di bumi ini?,
1). orang yg menganggap Tuhannya lemah dan melas..
2). seorang anak yang mengawini ibu-ibunya.
3). seorang pemimpin yang buta, tuli,dan bisu pada keadilan dan kebenaran.
4). seorang penguasa yang menculik dan memaksa mati orang-orang jelanta dan pengkritiknya.
5). seorang berbuat kejahatan atas nama Tuhan.
6). Seorang yang merasa paling cerdas dan nenganggap remeh dan rendah lainnya.
7). Guru yang mengharap habya upah tanpa memikirkan nasib putra didik bangsanya.
Pemuda -Pemudi dilucuti jubah malunya.
ditekanjangi puberitas..
dengan ritual menyembah cinta..
atas nama cinta, kau boleh segalanya..
menelanjangi gadis-gadis dengan kata-kata bertema cinta.
cinta itu tak pernah ada,
yang dimaksut hanyalah kasih sayang...
seperti ibu pada anaknya,..
seperti penggembala pada para dombanya.
dan petani pada sawah dan ladangnya..
seperti manusia pada alam semesta..
tak ada laki-laki yang mampu merendahkan wanita,
karena yang merendahkan, hanyalah sikap mereka sendiri..
wanita tercantik bukanlah yang mampu membuat semua laki-laki memujinya,
melainkan hanya ada dua orang yang mengataka dia cantik.
satu, bapaknya, dan berikutnya suaminya.
wanita itu dinikahi karena nafsu belaka..
maka pilihlah satu diantara laki-laki yang mampu menjaga martanbatnmu.
sampai akhirnya semua lelah,
dan dari segala kehidupan sebenarnya hanya ada satu hal..
Mahkluk dan Tuhannya..
bukan pahala dan dosa,
bukan pula surga dan neraka,
melainkan "aku dan Tuhan"
selebihnya fana...
kenapa lebih takut neraka ketimbang Tugan?
kenapa lebib merindu surga daripada Pencipta...
manusia itu tak perlu apa-apa..
tak lagi pula akan kehilangan ala-apa..
karena manusia selalu punya Tuhan dari membuka mata hingga terpejam..
pahamilah..
terimalah,..
hadapilah...
dan kembalilah..
tiada apa untuk apa untuk apa..
tiada siapa-siapa untuk berkawan,
dan tak pula kebencian atasnama apapun..
wallohirobilalamin..
Filed Under : by tri widhiono
Kamis, 03 Juli 2014
0 komentar:
Posting Komentar