Ada saat kita menjadi diam. Menjadikan diri bukan siapa-siapa. Memendam rasa sombong dan hebat. Karena selalu saja bisa jadi, apa yang kita tidak bicarakan itu lebih berharga dari yang kita bicarakan. Menyimak dan mengerti. Kapan kita harus bicara, diam, tertawa ataupun diam tanpa ekspresi.
Selamat malam kekasih, bersama tengah malam yang lewat, dan udara yang nyaris tanpa ekspresi ini, mata ini urung terpejam. Belakangan ini, makin saja marak masalah yang aku lihat, dengarkan, atau kutemui langsung. Memang sih, aku tak selalu terlibat, tapi semua yang terjadi ini membuat kecemasan dalam hati ini. Kekasih, bagaimanakah kita dan anak-anak kita kelak akan menjalani kehidupan. Tak ada yang memimpikan kehidupan yang berantakan. Tapi, sanggupkah kita untuk hidup dalam masyarakat yang menurutku semakin sakit. Tak ada yang bercita-cita menjadi apatis. Tak ada, kekasih.
Entahlah kekasih,
Aku hanya punya sebuah harapan, kelak kita akan hidup bahagia. Hidup yang membuat kita damai sampai sedalam hati.
Kekasih, selamat malam. Kapan kita akan saling berjabat tangan dan saking menyebutkan nama.
Selamat malam..
Selamat malam kekasih, bersama tengah malam yang lewat, dan udara yang nyaris tanpa ekspresi ini, mata ini urung terpejam. Belakangan ini, makin saja marak masalah yang aku lihat, dengarkan, atau kutemui langsung. Memang sih, aku tak selalu terlibat, tapi semua yang terjadi ini membuat kecemasan dalam hati ini. Kekasih, bagaimanakah kita dan anak-anak kita kelak akan menjalani kehidupan. Tak ada yang memimpikan kehidupan yang berantakan. Tapi, sanggupkah kita untuk hidup dalam masyarakat yang menurutku semakin sakit. Tak ada yang bercita-cita menjadi apatis. Tak ada, kekasih.
Entahlah kekasih,
Aku hanya punya sebuah harapan, kelak kita akan hidup bahagia. Hidup yang membuat kita damai sampai sedalam hati.
Kekasih, selamat malam. Kapan kita akan saling berjabat tangan dan saking menyebutkan nama.
Selamat malam..
Filed Under : by tri widhiono
Rabu, 21 Oktober 2015
0 komentar:
Posting Komentar