Selamat pagi manisku, apa kabar?. Sudah mandikah?, atau malah sudah sibuk dengan buku dan disiplin-disiplin ilmu mu?, apapun, jalani semua dengan penuh semangat, optimisme, dan totalitas. Semoga hari-harimu menyenangkan. Semoga.
Dua puluh dua Agustus. Cerah, hangat dan... ramah. Tiga kata itu setidaknya menjelaskan awal hari ini. Sepasang roti tawar, kopi dan rokok serta suara dunia yang mulai pelan-pelan sibuk dengan rutinitas. Menu sarapan yang tehidang pagi ini. O,ya. Sudah sarapan pagi ini?, jangan lupa, sempatkanlah sarapan. Mengejar dunia butuh tenaga lebih. Karena kau tahu?, iya, betul. Dunia tak akan berhenti untuk sekedar menunggumu sarapan. Tapi terus berlari tanpa memperhatikan kondisi badan, itu juga gila. Baik-baik ya disana.
Kopi. K-o-p-i. Ko-pi. Boleh saja orang mendiskripsikan kopi bagaimana. Tapi, kopi tetaplah kopi. Karisma aroma yang begitu memesona dari buih-biih pahitnya. Menjadikan kopi tak pernah tunduk pada siapapun. Barista-barista ternama pun ku rasa tak pernah selesai menerangkan tentang kopi. Kau ingat, Ben. Seorang tokoh dalam novel filosofi kopi karya Dee lestari. Iya, yang menciptakan Ben Perfecto, katanya. Susah payah iya menimbang takaran kopi yang akhirnya merasa kalah dengan kopi tiwus. Sebuah kopi yang di sajikan bukan oleh seorang Barista dari bar ternama. Lagi-lagi bubuk-bubuk pahit itu memberikan pelajaran pada hidup ini. Kata jodi, tak sempurna tapi indah begini adanya. Behitulah hidup.
Kopi minuman yang menurut tak bisa disajikan dengan apapun. Kopi itu bisa di katakan egois bisa juga dibilang murni. Mungkin yang bisa beriringan hanyalah rokok. Itupun dalam cita rasa tertentu. Sedikit yang ku tahu, nikmati setiap teguk pahitnya dalam suasana santai, disuatu tempat yang beraromakan alam. Barangkali hal itu juga yang membuat kopi tiwus mengalahkan Ben perfecto. Karena pertama Ben meminum di suatu tempat di pedasaan di dekat kebun kopi itu. Tentu suasana yang sangat jauh berbeda dengan suasana bar ataupun kedai kopi.
Bunga mangga nampak cerah kekuning-kuningan. Mengisyaratkan matahari mulai merangkak naik. Okey, baik-baik disana manisku,
Have nice day :)
Filed Under : by tri widhiono
Kamis, 22 September 2016
0 komentar:
Posting Komentar