Pada akhirnya kau lebih memilih pergi. Tak apa. Aku tak akan menghalangi kau yang beranjak. Setidaknya itu jawaban lugas dari bahwa kau tak inginkan untuk tinggal. Untuk ku genggam tanganmu melalui jarak yang membentang. Kejujuran tak selalu manis. Tapi, apa ada yang lebih manis dari sebuah realistis. Aku tahu, dan aku maklumi itu.
Kau tahu, bukan aku tak mau mengejar. Memperjuangkan. Hanya saja aku tak mau memaksakan apa yang tak kau rasakan.
Mencoba melabuhkan hati ke selain Bintang bukanlah mudah bagiku. Dan aku lakukan itu padamu. Belum sempurna memang, dan kau menjawab begitu lugas. Kau tak mau.
Dibumi biru sana semoga kau dapati seseorang benar-benar mengimbangimu. Orang-orang yang bisa menjanjikan hidup padamu. Sedang aku, tak ada apapun yang bisa kuyakinkan padamu kecuali soal rasa. Yang tak cukup untukmu selalu hidup.
Kukira tak adanya hadir kabarmu karena satu hal yang memaksa. Tapi, aku tahu. Kau pergi tak bersama rasa hati yang sama.
Terima kasih untuk segala rasa yang tak sengaja kau ajarkan. Selebihnya hanya maaf.
Filed Under : by tri widhiono
Sabtu, 19 November 2016
0 komentar:
Posting Komentar