Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Selamat Jalan Kebanggaan

Sebelas Januari,
Selamat pagi manisku, apa kabar? Sudahkah makan pagi kah?, lekaslah,

Sungguh tak terduga suratan sang Maha Esa. Tak disangka-sangka. Tak terkira. Semua semula nampak begitu lumrah, namun lebih ketika disimpulkan.
Menuju penghujung liga kopi, liga yang digulirkan pasca ketidak pecusan pengelola sepak bola negeri ini. Liga penghibur pecinta sepak bola setelah pertandingan resmi haram untuk persepakbolaan Negeri ini. Ya, kau tentu ingat. Federasi sepak bola dunia menjatuhkan sanksi pafa federasi tanah air. Kisruh di kalangan elit federasi di tambah campur tangan pemerintah pemicunya. Sepak bola kita koma sementara waktu. Walau kini sudah kembali bernafas.

Di laga-laga akhir liga kopi. Arema, harus memainkan kiper ke-3 mereka. Kurnia Meiga dipanggil untuk membela timnas, Kadek dalam kondisi yang kurang fit. Hingga tersisa AK sebagai pawang bola di bawah mistar Arema. Semula itu nampak biasa. Lumrah dengan alasan-alasan yang masuk akal. Tapi, sore kemarin, 10 Januari. Semua menjadi seolah tak seperti kelumrahan. Alloh menjadikan penampilan AK sebagai penampilan-penampilan terakhirnya. Ya, sang kebanggaan telah berpulang pada ke-Roqiman Tuhannya. Laga terakhirnya begitu menawan. Penyelamatan-penyelamatan yang diberikan seolah menyampaikan salam perpisahan, menoreh kan kenangan, sebuah pesan agar tak pernah terlupakan. Memang, diatara kiper-kiper Arema yang notabennya kiper-kiper terbaik tanah air, AK adalah kiper yang memiliki jiwa sepak bola Ngalaman paling kuat. Mental dan keberanian di atas rumput stadion tak tertandingi. Hingga usia yang tak lagi muda, AK masih siggap menjaga gawang Arema. Jiwa singanya terpatri kuat padanya.

Dan itu pun menjadi laga terakhir. Penutup liga kopi, penutup sanksi Federasi sepak bola dunia, penutup karirnya sebagai pemain bola. Penutup usianya yang nyaris kepala empat. Ya, dia kini benar-benar pensiun. Menjadi seorang legenda sepak bola negeri ini. Yang selalu akan dikenang.

Selamat Jalan kebanggaan, selamat jalan sang legenda, Rest In Pride AK 47.

0 komentar:

Posting Komentar