Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

29/04/2014 poros rapuh

Masih terlalu banyak orang-orang tolol bekerja pada negara ini.
Menduduki poros dari  senayan hingga penarik pajak kecil di pasar-pasar.
Orang-orang seperti mereka seharusnya diberi sebidang tanah saja,
Lalu seperangkat cangkul dan benih-benih unggul,
Bukannya gaji dan tunjangan serta jaminan hari tua yg menjanjikan,
Yang membuat mereka terpandang dan bersenang-senang di lokalisasi bermacam kelas.

Masih banyak orang-orang kompeten di bumi ini,
Lontang-lantung dianggap sampah yang malang,
Yang tersisihkan karena tak beruntung karena bapak ibunya hanya buruh,
Tak ada uang lebih untuk memberi para penentu uang jajan,
Dan harus terima disisihkan dari para "titipan",
Walau sebenarnya tak sedikitpun hati mereka bisa,

Negara ini adalah begara yang hebat,tapi juga lucu,
Para pegawai negeri sangatlah dihargai,
Diberi tunjangan ini itu agar menghasilkan pendidikan unggul.
Yang akan membuat masa depan bangsa ini biasa saja,
aku kasian pada para penerima tunjangan itu,
Mereka harus terima dengan lapang dada,
Saat para generasi baru masuk dalam sistem,
Mereka kalah hebat, dari pegawai-pegawai WB.
Yg hanya menerina sedekah di setiap bulannya.
Padahal para generasi baru itu besar dari saripati abad 21.
Yg ku rasa lebih kompeten dari pada penerima tunjangan.
Yang terkadang membujuki rekannya berdemo untuk kenaikan gaji.

Mungkin kita lahir pada sistem yg lucu,
Demokrasi tak lebih dari kebancian,
Yang menggelombangkan kudeta namun takut perang.
Bicara atas nama Tuhan, orang-orang kecil,dan keadilan.
Tanpa mereka mengerti tanpa mereka bisa menjelaskan,
Siapa Tuhan, orang-orang kecil,dan keadilan.
Hanya saja mereka melebur dalam sekenario yang teranat lembut,
Andai dunia ini bisa lebih frontal,
Nabi palsu,Imam gadungan,dan wali-wali karbitan,
Kurasa berbeda daripadanya,
Namun hanya lebih kecil dari pada yang teramat tipis.
Menistakan ajaran, kehidupan, dan masadepan setiap makluk.

0 komentar:

Posting Komentar