aku tak tahu pasti perasaan bapak ku,
saat melihat orang-orang berseragam berpangkat.
dan juga saat aku memilih untuk tidak memilih.
tak ada warga negara yang bercita-cita jadi apatis.
dan terkadang karena kepedulian pada negara mu yang membuat kau nampak apatis.
nasionalis mereka mungkin beda dengan nasionalis ku.
apapun itu,
yang jelas nasionalis itu bukan mengikuti cara main mereka.
melainkan sebuah sikap yang membuat mencintai segala..
semua elemen di bawah kibaran merah putih sampai mati.
bukan dengan menjadikan mereka para pengusaha-pengusaha menjual bangsa ini..
menjual karya bangsa ini di atas tubuh-tubuh indah putri mereka.
menjadikan wanita sebagai lapak sampah.
menukar pancasila dengan liberalisme,
dibalik bingkisan HAM dan Emansipasi..
nasionalis juga bukan soal orasi dam cacian.
mengusung hipokrasi visi misi,
apa mereka tak pernah belajar pancasila,
apa mereka tak membaca undang-undang disela-sela kopi pagi mereka.
hingga tak puas dengan tujuan raya bangsa ini..
yang telah terumuskan oleh cendekiawan terdahulu..
nasionalis bukan soal ayah dan keluarga mereka.
tapi lebih ke pribadi mereka pada negara ini.
Manusia bukanlah buah,
yang akan berbuah sama bila biji nya kau tanam.
tapi nanusia??,
bisa saja ibarat jeruk berbuah lada.
dan hanya pimpinan idiot dan terburuklah,
yang haus akan rupiah,nama besar,dan kepentingan.
jangan mengatakan saudara mu apatis,
koreksi saja apa dosa-dosa mu pada bangsa ini.
karena sejatinya,
"Tak ada anak bangsa yang dilahirkan, lalu bercita-cita menjadi seorang apatis"
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
@benkwidhiono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Minggu, 06 April 2014
0 komentar:
Posting Komentar