Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

yang ke lima kalinya,

Hari itu mungkin bertanggal 30 Maret 2014. Saat aku mulai mengarahkan perjalanan ku kearah utara timur kota ku ini. Aku sudah kangen dengan angin-angin lembab cemoro sewu. Dan kurasa semua akan segera terbayar. Aku berangkat sendiri dari rumah tanpa kawan. Walau belakangan cuaca memburuk, tak menyurutkan langkah. Aku tetap berangkat. di tawangmangu aku bertemu dua orang yang bermaksut sama dengan ku. Aku pun minta gabung sama mereka, dan mereka pun ga ada masalah. Nama nya bang Fadil ama bang Budi (kalau ga salah :D ).

Pukul 13:00 WCS kami berangkat.  melangkahkan kaki selangkah demi selangkah. Melewati tanjakan tak bertuan dan semak yang tak banyak berubah dari saat aku kemari dulu. Perjalanan begitu ku nikmati. Walau sebenarnya semalam tidur uda hampir subuh. Sesekali berhenti mengatur nafas. Cariel dua kawan baru ku ini begitu penuh. Ya lah, mereka uda pada profesional, beda dg ku yang d bilang amatir saja belum pantes :D, pos I istirahat sejenak dan lanjut. Tak banyak yang berubah. Kecuali kanan-kiri yang makin warna-warni. Maklumlah sejak beberapa hari ini Lawu begitu banyak kedatangan tamu. Trek terjal,kabut,dan langit yang tak beraturan mengantar kami pada pos II yang penuh dg manusia. Istirahat sejenak, bikin jahe anget sambil cerita-cerita saat hari berlahan petang. Suasana langit tertutup kabut dangkal. Sepoi angin juga mulai dingin. Lagi asik ngobrol tiba-tiba hujan turun tanpa permisi, tanpa mendung, tanpa gerimis, dan tanpa ampun. Tetes air yang mungkin segede jagung jatuh tanpa aturan. Kami pun bergegas masuk ke dalam selter pos II. Berdesakan dengan para pendaki lainnya dan hari yang mulai gelap. Kondisi lumayan buruk. Nampaknya hujan ga berhenti sampai disini. Beberapa saat lagi mungkin lebih dasyat. Setelah di hitung-hitung, kami lebih memilih ngecamp di sini. Mulailah kami mendirikan tenda. Kalo soal ginian sebenarnya aku tak banyak tahu.selama ini saya naik gunung dg survive se adanya. Matlas dan selimut dan langit. Tenda dan masak aku rasa masih belum mengerti. Sedikit kaya orang bego ga masalah. Namanya juga belajar. Ini kali pertamanya aku tidur di tenda dalam pendakian. Dan kali ini aku bisa merasakan nikmatnya selangkah demi selangkah. Beda dari sebelumnya, yang kurasa baru menikmati pendakian ketika memasuki watukapur ke arah puncak. Hujan benar kembali turun. Kali ini lebih deras dan durasinya lama. Suasana begini terlalu maksain kalau nekat naik. Kami lebih memilih tidur sambil menanti ujan reda. Malam menjadi begitu panjang. Saat mimpi-mimpi terusik dingin yang menembus selimut dan tetes hujan yang menghajar cover tenda. dan biarlah, aku pun tetap menejamkan mata. dan semua nenjadi gelap,hoamm..

Sayup-sayup suara manusia mulai riuh di luar sana. Ada yang naik,ada yang turun. Dan tenda-tenda sebelah juga ga kalah gaduh. Mungkin waktu buat tidur uda habis. Rapikan selimut dan keluar tenda. "Selamat pagi dunia,selamat pagi alam Lawu,dan juga selamat pagi watu gebyok!!, senang bertemu kalian pagi ini".  matahari mulai menampakkan sinarnya diantara sela-sela kabut putih. memancarkan cahaya menggantikan senter-senter kami yang mulai redup. seakan tak mau ketinggalan menemani kami yang tengah sibuk survive. Sehabis sarapan kami berangkat dengan sebagian barang di tinggal di tenda.
Cuaca di pagi itu lumayan cerah. awan2 mulai bertebaran di bawah sana. Sampai di tengah jalan kami istirahat sejenak. dan mulailah kami hitung2 waktu lagi. Nampaknya kami harus turun. Besok kami harus sudah mulai kembali bekerja. Dan kalau sampai petang kami baru turun yang pasti kami harus siap bolos kerja. sebelum turun kami istirahat sejenak. dan kami bertemu lagi seorang teman bang fadil dan rombongannya. setelah berbincang-bincang kami turun. sampai tenda bongkar tenda dan lanjut. sampai pos I kami ketemu lagi rombongan d atas tadi. minum teh anget dan lanjut. ini lah yang menurut ku paling menantang. turun dari pos I ke basecame. kaki rasanya tak karuan jika berjalan maju. harus berjalan menyamping dengan sedikir berlari,yap mantap. sekitar 14:30 sampai di basecame. kalu ini masih ada angkutan. tapi harus nunggu penumpang lain. agak lama menunggu akirnya datang juga. tiga belas orang. waduh penuh. ternyata ini rombongan yang tadi lagi. yang ketemu di atas tadi. dunia ini memang sempit. perjalanan pulang terasa lama sekali. jam enam baru masuk terminal. sudah hampir saja saya bermalam di terminal. perjalanan yang sangat melelahkan. tapi tak masalah. yang barusan kenyataannya lebih seru. Lawu itu tempat yang paling ku sukai, terutama di watukapur. mungkin bulan depan aku akan kesana lagi untuk ke enam kalinya. insyaalloh... dan setelah ini kembali lagi kerja. walau masih cape tak masalah. jalanin mesin sambil serasa manggul carriel..

0 komentar:

Posting Komentar