apa kita puas, jika hanya hidup sebagai seorang pasif.
berguru pada buih di lautan dan bangga jadi pengecut.
yang menyamakan malaikat dengan ujung senapan.
merunduk-runduk di balik tiran, berbesar mulut menuturkan progam yang lebih baik.
hidup ini hanya sekali, sayang jika hanya di gadaikan pada kekuasaan.
tapi lebih dari itu, kendalikanlah keadilan dan belajarlah akan sebuah kemerdekaan dalam sebenarnya makna.
apa kita cukup, jika lahir hanya untuk jadi figuran.
yang selalu saja dinomer sekiankan.
tampak nyata namun tak ada.
setiap manusia adalah tokoh utama dalam hidupnya.
yang berhak berperang juga dilindungi didalam tandu.
tapi dilindungi itu membuat mu susah dibedakan.
mana ibu hamil,mana pemimpin dan mana mayat yang diantar ke peristirahatan.
jangan mempermalukan Tuhan mu,
dengan menjadi hamba yang menjilat pantat imperalis.
apa kita mengerti, penderitaan yang tak kita lihat.
jerit tangis kehausan bayi-bayi bernasip malang.
yang ibunya takut menyusui atas nama penampilan.
masih saja memikirkan diri,
sementara anak-anaknya di kandang sapi.
setidaknya manusia cacatpun juga berhak,
atas satu kehidupan yang lebih manusiawi.
kambing menggombek,
ayam berkokok,
dan anak manusia dalam pelukan ibunya.
Apa kita hanya bisa diam,
Setia menjadi penonton,
Yang hanya bertepuk tangan dan bersorak.
Hidup mati memang soal biasa,
Dan sejarah itu hanyalah sebangsa Bung Karno,
Selebihnya hanyalah masa lalu dan kenangan.
Dan sekarang, terserah pada mu
Filed Under : by tri widhiono
Kamis, 10 April 2014
0 komentar:
Posting Komentar