Jodoh itu seperti hal gaib. Ada tapi tak ada yg tahu. Kecuali mereka yg memang telah Alloh berikan kelebihan. Dan orang itu bukan paranormal ataupun dukun, melainkan diri kita sendiri. Tanpa ritual ataupun sesaji, juga tanpa menhitung raksi dan hari lahir. Cukup dg menjalani apa yg seharusnya kita lakukan. Sebuah kebiasaan yg tak akan kita rubah karena seseorang. Dan lebih jelas lagi kita juga tak tau jelas siapakah orang terkasih untuk kita. Terkadang aku sendiri berfikir alangkah indahnya bila pada akirnya aku bisa bersama-sama dg "bintang"., tapi, ya sudahlah. Aku berlahan mulai mengambalikan urusan ini pada Alloh. Walau tak bisa dipungkiri,perasaan ini masih akan selalu ada buat "bintang". Dan akan selalu ada buat dia sampai nanti,sampai aku menjadi seorang suami dan ayah dg ataupun tanpanya di sisi ku. Biar aku menyimpannya. Dan akan ku buatkan cinta yg lebih besar lagi untuk istri dan anak ku kelak, siapapun mereka. Cinta untuk "bintang" biarlah untuknya, taakan ku berikan pada siapapun. Apalagi pada anak dan istri ku kelak, aku tak mungkin memberi cinta bekas orang lain pada mereka. Melainkan aku membuatkan cinta tersendiri untuk mereka yang lebih besar lagi. Yang ku harap mampu membuat mereka lebih dari siapa pun.
Tak ada yg tahu dari mana jodoh itu akan datang. Dari arah mana, dan latar belakang suku,ras,dan agama apapun. Yang jelas mereka yang datang dan bersedia berkomitmen untuk ikut dg ku,dengan segala urusan dan keadaan ku serta aturan ku, maka dia lah jodoh ku. Seseorang yg akan ku berikan kepadanya apa aku bisa dan yang aku punya. Bila harus darah ku untuknya akan aku katakan "Ambillah, dan gunakan sebagaimana Alloh perintahkan pada mu sebagai seorang Istri dan Wanita",
Dia adalah orang akan mengerti, dan melakukan apa maksutku. Karena aku tak mau, dia melakukan sesuatu tanpa aku mengetangetahui dan mengijinkannya, karena aku tak mau kelak belahan jiwa ku mempertanggung jawabkan kesalahannya di hadapan Tuhannya, tanpa ada aku sebagai pendamping dan melindunginya. Bagi ku istri adalah istri, seorang wanita yang aku bertanggung jawab penuh atas apa yang dia lakukan di hadapan siapapun. Aku akan selalu ada melindunginya di hadapan siapa pun. Tak terkecuali Alloh ya rob. Aku akan senang bila aku mengetahui segala apa yang dia lakukan. Sekalipun aku harus menanggung kesalahannya atas pengetahuanku ataupun rido ku atas perbuatannya, itu tak mengapa. Karena dia adalah orang yang akan aku sayangi dunia sampai akerat. Insya Alloh.
Tak ada laki-laki yg tau pasti wanita mana yg akan diutus Alloh untuk mu. Entah orang benua mana,suku dan agama apapun. Orang seberang, orang di kanan -kiri kita, orang kita temui di sekolah,di pasar,di pantai, di ladang-ladang singkong ataupun edelwayse, dan dimanapun. Tak ada yang tahu. Yang jelas saat di datang sukuri dan terima...
Yah, semua akan indah pada waktunya. Dan hari-hari ku kini aku nikmati dengan apapun yang ku bisa. Bekerja, ke Pantai, dan naik Gunung, atau apapun. Aku yakin salah satu dari semua yg kulakukan adalah jalan yang akan membawa ku pada wanita itu, wanita yg akan ku bawa pada keluaga ku, dunia ku dan Tuhan ku Alloh SWT. Insya Alloh.
Waktu itu mungkin datang. Sejujurnya aku merindukan saat itu. Siapa pun dia dia adalah wanita yang paling indah bagiku. Yang ku harap menerima,mengerti,dan turut padaku sepenuhnya apa ada nya. Berjalan bersama ku dalam gelap terang dunia ini, dan menyuarakan kata-kata cinta yg tulus darinya untukku. Untuk seorang laki-laki yang sampai selepas magrib di 24 April 2014 ini lebih memilih untuk tidak menjadikan seorang wanita sebagai mantannya. Kuharap semua terbalas. Insya Alloh, wallohualam..
Filed Under : by tri widhiono
Kamis, 24 April 2014
0 komentar:
Posting Komentar